Filosofy: Sekelumit pengalaman kasat mata

From OnnoWiki
Revision as of 20:11, 1 September 2009 by Onnowpurbo (talk | contribs)
Jump to navigation Jump to search

Mari kita melihat beberapa hal dari pengalaman pribadi Onno W. Purbo di tahun 1993-2000 yang kasat mata. Onno W. Purbo selama di ITB bersama mahasiswa-nya praktis berkecimpung / memfokuskan diri di dunia Internet. Secara informal bersama rekan-rekan yang lain di tahun 1994 membangun kelompok informal Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) di ITB dengan nama - Computer Network Research Group (CNRG) - cnrg@itb.ac.id - yang kemudian menjadi salah satu pendorong jaringan Internet pendidikan AI3 ai3@itb.ac.id - di Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia. Sempalan kelompok CNRG yang di awalnya di Pimpin oleh Ismail Fahmi di awal tahun 1999 mulai aktif mengembangkan knowledge management di Perpustakaan Pusat ITB yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal Knowledge Management Research Group (KMRG) - lagi-lagi OTB - dari team Digital Library - digilib@itb.ac.id Perpustakaan Pusat ITB (library@itb.ac.id) dengan hasilnya Digital Library & Library Network di http://digital.lib.itb.ac.id yang mengkaitkan 20+ perpustakaan di seluruh Indonesia. Yang dikemudian hari berkembang menjadi Indonesia Digital Library Network (IDLN) yang dimotori rekan-rekan seperti Ismail Fahmi (ismail@itb.ac.id). Sebagian besar kegiatan pembangunan ini dilakukan secara mandiri & swadana - dan praktis tidak melibatkan langsung Bank dunia / IMF / ADB dalam pendanaan-nya. Hal ini paling tidak mengurangi rasa berdosa kepada rakyat.

Apakah CNRG melakukan penelitian "serius"? yang pasti dana penelitian "serius" yang besar yang pernah di ambil melalui Lembaga Penelitian ITB hanya RUT II di tahun 1994 yang besarnya Rp. 100 juta. Selebihnya praktis kami tidak mengambil penelitian "serius" melalui LP kecuali beberapa "proyek" yang melalui pintu-pintu ITB.

Dalam kata sederhana - sebetulnya LP / ITB akan kesulitan memonitor kegiatan penelitian yang dilakukan CNRG / KMRG ITB karena praktis sejak tahun 1995 tidak melakukan penelitian dengan dana melalui LP ITB. Evaluasi & monitoring oleh lembaga pemerintah sering kali dilakukan dengan melakukan intervensi pada cash flow, jika kita tidak bergantung sama sekali pada cash flow lembaga lain & meletakan stake holder pada masyarakat global maka lembaga tersebut praktis tidak dapat memonitoring & mengevaluasinya.

Terus terangnya, penelitian di CNRG ITB berjalan terus & dilakukan secara swadana & swadaya rekan-rekan di CNRG yang merupakan peneliti-peneliti muda di ITB (mereka bukan staff dosen dan juga bukan mahasiswa). Ngoprek dengan dana sendiri yang dikumpulkan dari kiri-kanan - terutama melalui proses sosialisasi / transfer teknologi internet - pada saat membangun jaringan pendidikan AI3 tersebut. Filosofi swadana semaksimal mungkin dipegang di CNRG & KMRG ITB - dengan konsekuensi yang di tanggung ITB adalah tidak dapat di monitor dan di evaluasinya penelitian & performance yang ada di CNRG & KMRG ITB ini.

Setelah berjalan beberapa tahun, sekedar memberikan gambaran beberapa / sekelumit hasil kelompok CNRG / KMRG ITB ini:

  • Total buku yang sudah diterbitkan melebihi 30 buah judul yang bisa dengan mudah diperoleh di Gramedia seharga Rp, 15-20.000 / buku.
  • Presentasi di berbagai seminar / workshop / conference rata-rata 1-3 / minggu.
  • Tulisan / artikel di majalah / koran rata-rata sekitar 3-5 / minggu.
  • Total tulisan sejak tahun 1994-an yang jumlah-nya ribuan.
  • Talk-show di berbagai stasiun radio rata-rata 1-2 / bulan.
  • Penyebaran CD-ROM berisi ribuan artikel dan beberapa buku yang gratis didukung rekan-rekan APKOMINDO.

Belum lagi kalau dihitung aktifitas beberapa anggota CNRG / KMRG di berbagai aktifitas tingkat nasional / internasional, seperti:

Proses siklus perputaran knowledge sangat cepat sekali, apalagi dengan didukung teknologi informasi seperti Internet - platform kolaborasi untuk transfer tacit knowledge, digital library untuk management explicit knowledge dan kemampuan analisis dalam mengolah raw data menjadi knowledge menjadi terasa sebagai sebuah kesatuan terpadu dibantu teknologi informasi yang berfokus pada konsep knowledge management.



Pranala Menarik