Moodle: Filosofy Naif e-learning

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search

Tulisan ini merupakan sari utama dari pengalaman saya selama 5 tahun terakhir memberikan e-learning kepada mahasiswa saya yang sebagian besar dari Papua. Beberapa hal utama yang perlu di high-light adalah:

  • Server tidak mahal. Server yang digunakan bisa menggunakan 4 core memory 4Gbyte harga paling mahal Rp. 10 juta.
  • Bank soal. Saya biasa membuat bank soal dalam jumlah ribuan soal. Bank soal dalam jumlah ribuan sangat dibutuhkan agar saya bisa memberikan ujian berkali-kali dengan soal random sehingga mahasiswa tidak sempat nyontek tapi bisa menaikan kualitas-nya.
  • Modul di Internet. Saya biasa menggunakan materi ajar dalam bentuk URL ke alamat web lain yang bukan di server e-learning agar beban server e-learning tidak terlalu besar.
  • Ujian selama satu semester. Mahasiswa saya bisa mengerjakan ujian, kuis, UTS, UAS selama satu semester tanpa batasan waktu dan jumlah.
  • Ujian dapat dilakukan berkali-kali, dan semua akan di periksa secara automatis oleh komputer. Rekor jumlah ujian di pegang oleh mahasiswi saya Yomilera Yikwa dengan UTS sebanyak 49 kali, dan UAS sebanyak 121 kali dengan nilai akhir 71 (lulus).
  • Ujian sama sekali tidak di jaga, bahkan bisa menyontek. Akan tetapi karena dibatasi waktu yang sangat ketat, dengan soal yang di random dari bank soal yang jumlah-nya ribuan maka kemungkinan menyontek menjadi berkurang. Hanya mereka yang betul-betul mengerti yang akan mendapat nilai baik.
  • Ujian bisa di-jockey-kan oleh teman? Ternyata dari pengalaman selama 5 tahun, tidak ada satu orang pun yang mau men-jadi jockey untuk mengerjakan ujian yang jumlah-nya puluhan bahkan ratusan kali. Apalgi dengan soal yang di random dari bank soal yang jumlah-nya ribuan.


Filosofy Naif e-learning

  • e-learning memungkinkan untuk menaikan kualitas siswa karena membebaskan siswa untuk melakukan explorasi dan mengulang sumber ajar yang sangat banyak dan beragam dengan mudah dan murah.
  • e-learning memungkinkan siswa untuk melakukan explorasi pengetahuan secara mandiri melalui pengetahuan yang ada di e-learning server / digital library yang kita siapkan sebelumnya. Akan lebih baik jika guru / dosen memaksa-nya melalui berbagai kuis agar siswa harus membaca / mengekplorasi pengetahuan tersebut.
  • e-learning memungkinkan siswa untuk mengerjakan ujian secara berulang-ulang. Proses pemeriksaan ujian dilakukan secara automatis oleh komputer, akibatnya siswa yang gigih / mau berjuang akan naik nilai-nya, dan kita akan mengurangi siswa yang remedial.
  • e-learning memungkinan siswa untuk ujian dan belajar kapan saja dan dimana saja. Ini menjadi menarik karena BAAK tidak usah pusing me-liburkan siswa untuk memberikan ruang bagi mereka yang kelas 3 atau yang ujian. Di samping itu, tidak perlu mengalokasikan asisten untuk menjaga / memeriksa ujian.
  • e-learning murah. Biaya ATK untuk ujian di banyak sekolah sekarang ini berkisar dari Rp. 2-5 juta / semester atau sekitar Rp. 4-10 juta / tahun. Padahal sebuah server biasa harganya maksimum Rp. 10 juta dan mempunyai waktu hidup 5 tahun kalau listrik-nya bisa di jaga dengan baik. Jadi sebetulnya jauh lebih murah daripada harus ujian secara manual / konvensional.

Pendapat yang sering beredar tentang e-learning & perpustakaan digital

  • Dengan e-learning guru tidak perlu mengajar! - SALAH, manusia dan peserta didik tetap lebih mudah mengerti jika di ajar oleh manusia daripada mesin.
  • e-learning mahal! - SALAH, kita bisa membuat e-learning dengan software open source seperti Moodle dan sistem operasi Linux yang semua gratis.
  • e-learning butuh Internet yang mahal - SALAH, e-learning dengan moodle dapat dibuat dengan server sendiri di sekolah di jaringan LAN / Wifi lokal di sekolah sehingga bisa diakses tanpa perlu Internet / pulsa sama sekali.
  • Perpustakaan digital mahal! - SALAH, perpustakaan digital bisa di bangun dari ebook / video yang ada gratis di Internet. Bahkan kalau kita kreatif, kita bisa memaksa / menugaskan siswa / mahasiswa untuk menulis ebook untuk materi perpustakaan digital tersebut. Kita bisa menggunakan komputer dengan harddisk yang ada.
  • e-learning butuh listrik yang handal! - BETUL, ini akan menjadi masalah besar bagi daerah yang PLN-nya tidak stabil. Untuk itu mungkin perlu dilirik komputer dengan USB flashdisk sebagai harddisk supaya kalau crash / rusak tidak terlalu mahal.

Pranala Menarik