Difference between revisions of "Sejarah Internet Indonesia:Indonesia Digital Library Network"

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search
(New page: =Digital Library Indonesia= ==1999 Perpustakaan Pusat ITB== Tahun 1999-2000, Onno W. Purbo memperoleh amanah dari pimpinan ITB untuk duduk sebagai kepala perpustakaan pusat di ITB. Me...)
 
Line 1: Line 1:
=Digital Library Indonesia=
 
 
 
==1999 Perpustakaan Pusat ITB==
 
==1999 Perpustakaan Pusat ITB==
 
Tahun 1999-2000, [[Onno W. Purbo]] memperoleh amanah dari pimpinan ITB untuk duduk sebagai kepala perpustakaan pusat di ITB. Membawahi hampir 90 orang, dengan gaji bulanan yang sangat terbatas. Dengan dana pengadaan buku yang tidak sampai Rp. 3 juta / tahun.
 
Tahun 1999-2000, [[Onno W. Purbo]] memperoleh amanah dari pimpinan ITB untuk duduk sebagai kepala perpustakaan pusat di ITB. Membawahi hampir 90 orang, dengan gaji bulanan yang sangat terbatas. Dengan dana pengadaan buku yang tidak sampai Rp. 3 juta / tahun.
  
Dengan segala keterbatasan yang ada, perpustakaan pusat ITB tentunya harus dapat berkiprah dan memberikan manfaat bagi masyarakat ilmu pengetahuan di ITB maupun di Indonesia. Kebetulan di perpustakaan pusat ITB, terdapat beberapa komputer untuk automatisasi perpustakaan yang tidak jalan. Setelah dibicarakan dengan para petinggi perpustakaan pusat ITB lainnya, seperti, Nanan Hasanah, Atiek Suwandi, Mahmudin maka ruang komputer perpustakaan pusat ITB mulai dibuka untuk mahasiswa ITB yang ingin membantu proses pembuatan digital library di ITB.
+
Dengan segala keterbatasan yang ada, perpustakaan pusat ITB tentunya harus dapat berkiprah dan memberikan manfaat bagi masyarakat ilmu pengetahuan di ITB maupun di Indonesia. Kebetulan di perpustakaan pusat ITB, terdapat beberapa [[komputer]] untuk automatisasi perpustakaan yang tidak jalan. Setelah dibicarakan dengan para petinggi perpustakaan pusat ITB lainnya, seperti, Nanan Hasanah, Atiek Suwandi (alm), Mahmudin maka ruang komputer perpustakaan pusat ITB mulai dibuka untuk mahasiswa ITB yang ingin membantu proses pembuatan [[digital library]] di ITB.
  
Ismail Fahmi, bekas ketua himpunan mahasiswa teknik elektro ITB merupakan salah seorang yang menjadi motor pembuatan digital library di perpustakaan pusat ITB.  Usaha tersebut mulai membuahkan hasil.
+
Ismail Fahmi, bekas ketua himpunan mahasiswa teknik elektro ITB merupakan salah seorang yang menjadi motor pembuatan [[digital library]] di perpustakaan pusat ITB.  Usaha tersebut mulai membuahkan hasil.
  
Tahun 1999, Ismail Fahmi memasukan proposal penelitian ke IDRC Singapura untuk membiayai pengembangan lebih lanjur software digital library tersebut. Proposal tersebut di terima, Ismail Fahmi, dan rekan-rekannya memperoleh dana cukup untuk mengembangkan software digital library yang di cita-citakan yang kemudian di kenali sebagai Ganesha Digital Library (GDL).. Versi GDL yang di kembangkan dengan biaya IDRC adalah GDL versi 3.1. Software tersebut di lepas sebagai open source software supaya banyak orang yang memperoleh manfaat dari digital library.
+
Tahun 1999, Ismail Fahmi memasukan proposal penelitian ke IDRC Singapura untuk membiayai pengembangan lebih lanjur [[software]] [[digital library]] tersebut. Proposal tersebut di terima, Ismail Fahmi, dan rekan-rekannya memperoleh dana cukup untuk mengembangkan [[software]] [[digital library]] yang di cita-citakan yang kemudian di kenali sebagai Ganesha Digital Library (GDL).. Versi GDL yang di kembangkan dengan biaya [[IDRC]] adalah GDL versi 3.1. Software tersebut di lepas sebagai [[open source]] [[software]] supaya banyak orang yang memperoleh manfaat dari digital library.
  
 
Beberapa catatan log yang ada pada laporan Ismail Fahmi,
 
Beberapa catatan log yang ada pada laporan Ismail Fahmi,
Line 19: Line 17:
 
06/2001 - mulai mengoperasikan IndonesiaDLN hub server, dan memperkuat komunitas IndonesiaDLN.
 
06/2001 - mulai mengoperasikan IndonesiaDLN hub server, dan memperkuat komunitas IndonesiaDLN.
  
Tahun 2001, mulai berkembang komunitas Indonesia Digital Library Network - Indonesia DLN yang diharapkan dapat mensinergikan kekuatan-kekuatan perpustakaan di Indonesia agar dapat saling tolong menolong. Sejak saat itu, inisiatif perpustakaan digital dan jaringan antar perpustakaan di Indonesia semakin marak.
+
Tahun 2001, mulai berkembang komunitas Indonesia Digital Library Network - Indonesia DLN yang diharapkan dapat mensinergikan kekuatan-kekuatan perpustakaan di Indonesia agar dapat saling tolong menolong. Sejak saat itu, inisiatif [[perpustakaan digital]] dan jaringan antar perpustakaan di Indonesia semakin marak.
  
 
==Pranala Menarik==
 
==Pranala Menarik==

Revision as of 04:27, 10 September 2009

1999 Perpustakaan Pusat ITB

Tahun 1999-2000, Onno W. Purbo memperoleh amanah dari pimpinan ITB untuk duduk sebagai kepala perpustakaan pusat di ITB. Membawahi hampir 90 orang, dengan gaji bulanan yang sangat terbatas. Dengan dana pengadaan buku yang tidak sampai Rp. 3 juta / tahun.

Dengan segala keterbatasan yang ada, perpustakaan pusat ITB tentunya harus dapat berkiprah dan memberikan manfaat bagi masyarakat ilmu pengetahuan di ITB maupun di Indonesia. Kebetulan di perpustakaan pusat ITB, terdapat beberapa komputer untuk automatisasi perpustakaan yang tidak jalan. Setelah dibicarakan dengan para petinggi perpustakaan pusat ITB lainnya, seperti, Nanan Hasanah, Atiek Suwandi (alm), Mahmudin maka ruang komputer perpustakaan pusat ITB mulai dibuka untuk mahasiswa ITB yang ingin membantu proses pembuatan digital library di ITB.

Ismail Fahmi, bekas ketua himpunan mahasiswa teknik elektro ITB merupakan salah seorang yang menjadi motor pembuatan digital library di perpustakaan pusat ITB. Usaha tersebut mulai membuahkan hasil.

Tahun 1999, Ismail Fahmi memasukan proposal penelitian ke IDRC Singapura untuk membiayai pengembangan lebih lanjur software digital library tersebut. Proposal tersebut di terima, Ismail Fahmi, dan rekan-rekannya memperoleh dana cukup untuk mengembangkan software digital library yang di cita-citakan yang kemudian di kenali sebagai Ganesha Digital Library (GDL).. Versi GDL yang di kembangkan dengan biaya IDRC adalah GDL versi 3.1. Software tersebut di lepas sebagai open source software supaya banyak orang yang memperoleh manfaat dari digital library.

Beberapa catatan log yang ada pada laporan Ismail Fahmi,

01/2000-06/2000 - Mengembangkan prototipe GDL 3.0. Mengadopsi standard metadata Dublin Core. 06/2000-12/2000 - test bed ITB digital library. Saat itu GDL hanya untuk sebuah server, tidak mendukung operasi jaringan. 08/2000 - sosialisasi hasil test bed, mengadakan seminar nasional dan mulai membentuk Indonesia Digital Libary Network (IndonesiaDLN). 11/2000-05/2001 - mengembangkan GDL 3.1 untuk memenuhi kebutuhan IndonesiaDLN. 05/2001 - membangun IndonesiaDLN hub server. 06/2001 - mulai mengoperasikan IndonesiaDLN hub server, dan memperkuat komunitas IndonesiaDLN.

Tahun 2001, mulai berkembang komunitas Indonesia Digital Library Network - Indonesia DLN yang diharapkan dapat mensinergikan kekuatan-kekuatan perpustakaan di Indonesia agar dapat saling tolong menolong. Sejak saat itu, inisiatif perpustakaan digital dan jaringan antar perpustakaan di Indonesia semakin marak.

Pranala Menarik

  • Laporan Penelitian Digital Library Ismail Fahmi di IDRC Singapura[1]

Catatan