LLM

From OnnoWiki
Revision as of 14:14, 28 March 2025 by Onnowpurbo (talk | contribs) (→‎Pentest)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search

Dalam bahasa awam, paling gampang bayangkan ChatGPT atau Gemini. Ini adalah keluarga LLM.

Model Bahasa Besar (Large Language Models atau LLM) adalah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan teks yang menyerupai bahasa manusia. LLM dilatih menggunakan teknik pembelajaran mendalam (*deep learning*) pada kumpulan data teks yang sangat besar, memungkinkan mereka untuk mengenali pola, struktur, dan konteks dalam bahasa alami.

Arsitektur utama yang mendasari LLM adalah *transformer*, yang terdiri dari jaringan saraf dengan kemampuan *self-attention*. Komponen ini memungkinkan model untuk memproses dan memahami hubungan antara kata dan frasa dalam sebuah teks, sehingga mampu menghasilkan prediksi atau respons yang relevan dan koheren.

Penerapan LLM sangat luas, mencakup berbagai bidang seperti penerjemahan bahasa, pembuatan konten, analisis sentimen, dan interaksi melalui asisten virtual. Kemampuan mereka untuk memahami dan menghasilkan bahasa alami telah menjadikan LLM sebagai komponen penting dalam pengembangan teknologi berbasis bahasa.

LLM-1.png

Cara kerja LLM (Large Language Model) bisa dijelaskan secara sederhana melalui gambar “Basic LLM Prompt Cycle” di atas.

1. Pengguna memberikan prompt

Siklus dimulai ketika pengguna (User) mengajukan sebuah pertanyaan atau instruksi, yang disebut sebagai prompt. Prompt ini bisa berupa kalimat, paragraf, atau bahkan percakapan yang kompleks. Pada gambar, ini ditunjukkan oleh panah dari User menuju kotak Prompt.

2. Prompt masuk ke dalam Context Window

LLM memiliki yang namanya Context Window, yaitu tempat di mana model mengingat semua informasi yang relevan untuk memahami apa yang sedang dibahas. Prompt dari pengguna akan masuk ke dalam context window ini (kotak merah di tengah gambar). Di sini, LLM menganalisis prompt berdasarkan konteks sebelumnya jika ada.

3. LLM menghasilkan jawaban berdasarkan konteks

Setelah memahami isi prompt dalam konteks yang diberikan, LLM (kotak kuning) memprosesnya menggunakan jaringan neural besar yang telah dilatih dari jutaan data teks. Hasilnya berupa output atau jawaban, yang muncul di bagian akhir siklus (kotak biru Output).

4. Output menjadi bagian dari konteks berikutnya

Yang menarik, output ini akan secara otomatis dimasukkan kembali ke dalam context window, bersama dengan prompt tambahan jika ada. Ini memungkinkan percakapan atau pemrosesan yang berkelanjutan, seperti chat dengan memori pendek. Pada gambar, ini ditunjukkan oleh panah melengkung dari Output kembali ke Context Window.

Singkatnya, LLM bekerja seperti otak yang terus mengingat apa yang dikatakan sebelumnya (context), lalu memberikan jawaban berdasarkan pemahaman konteks dan prompt terbaru. Proses ini terjadi berulang-ulang selama interaksi berlangsung.

Referensi

GPT

GPT, or Generative Pre-trained Transformer, represents a category of Large Language Models (LLMs) proficient in generating human-like text, offering capabilities in content creation and personalized recommendations.

Pranala Menarik

Ollama Create

Open-WebUI

WARNING: Open-WebUI sebaiknya di jalankan di ubuntu 22.04, karena versi python di 24.04 terlalu tinggi.

RAG




RAG Youtube

Pentest