Wawancara KOMPAS: Tentang SIM card untuk non-manusia

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search


Subject:   	Re: Oik, Wartawan Kompas.com, Pertanyaan soal SIM Card
From:   	"Onno W. Purbo" <onno@indo.net.id>
Date:   	Wed, April 11, 2018 09:59
To:   	"oik yusuf araya" <oikyusuf@gmail.com>


> Selamat Pagi Kang Onno,
>
> Apa kabar? Barusan saya baca tweet Kang Onno soal kartu SIM yang bisa
> digunakan di mesin IoT, selain ponsel. Karena berhubungan langsung dengan
> isu di Kominfo belakangan ini, saya ingin menanyakan beberapa hal ke Kang
> Onno.
>
> Pertama, berhubung saya kurang paham juga dengan perangkat-perangkat IoT
> itu, setahu saya mereka menggunakan SIM card khusus bernama Machine
> Identification Module (MIM) atau line telepon fixed.
>


hehehe itu kan teori-nya tapi gak usah jauh2 lah GPS tracker di mobil saya ada 2 biji masih pakai SIM card biasa aja ada nomor-nya, saya harus ngisi pulsa setiap 6 bulan sekali ..

belum lagi SMS gateway di sekolah2, kantor dll belum lagi VoIP gateway di kantor2, enterprise yang terhubung ke PABX belum lagi modem2 3G di banyak orang belum lagi 3G router / WiFi belum lagi berbagai sensor yang di pasang di peralatan di pabrik dll dll banyak banget


jujur, saya gak yakin EDC yang dikasi bank2 sudah sudah semua pakai sim card khusus utk M2M ... tapi saya gak bisa konfirmasi, maklum gak punya EDC

hal yang sama juga pada ATM ...



> Seandaikata menggunakan MIM (atau SIM card biasa), apakah perlu
> diregistrasi juga menurut Kang Onno? Mungkin Kang Onno juga mengetahui
> contoh kasus di mana pemilik mesin sudah meregistrasi MIM/ SIM card
> perangkatnya sehingga berujung pada penggunaan 1 NIK untuk banyak nomor? 

paling gampang coba iseng aja tanya ke operator GPS tracker itu SIM card-nya pakai SIM card apa ..

Gampang koq cari operator GPS tracker ini masukin aja keyword "GPS tracker" di Google nanti akan kelihatan banyak penyedia GPS tracker di Indonesia coba iseng telepon ke mereka & tanya bisa gak pakai SIM card biasa kemungkinan besar banget jawabnya bisa heheheh

Barang2 GPS tracker, router 3G/4G, modem 3G/4G dll banyak di Bukalapak dlll ini bisa pakai SIM card biasa


>
> Kedua, ada pembatasan 1 NIK hanya bisa untuk register 3 nomor seluler. Ini
> memicu kontroversi, antara lain di kalangan pedagang pulsa yang sebagian
> besar pemasukannya berasal dari penjualan kartu perdana dengan paket data.
>
> Menurut Kang Onno, apakah batasan jumlah ini sudah tetap atau perlu
> direvisi, misalnya 1 NIK diregulasi agar bisa mendaftar banyak perangkat
> (sehingga memudahkan orang-orang seperti dalam hal registrasi SIM card
> mesin IoT tadi), atau batasan sebaiknya sekalian dihilangkan saja?


heheh serba salah kan heheheh.

harusnya dibedakan antara manusia dan mesin itu aja sih ... mesin jelas-jelas gak punya KTP & KK mau daftar pake apa coba?


>
> Terakhir, menurut Kang Onno, apakah aturan registrasi SIM card di
> Indonesia
> ini akan efektif untuk menekan angka kejahatan via nomor ponsel (misalnya
> SMS penipuan) seperti tujuan awalnya? Bagaimana dengan keamanan data
> pribadi pelanggan yang sudah meregistrasikan kartu SIMnya, apakah
> keamanaan
> sistem komputer pemerintah sudah memadai?
>


kalau mau gampang sih yang penting adalah ada authentikasi setiap SIM card

kalau gak bikin masalah ya diemin aja kalau ada masalah dan ada authentikasi ya di proses kalau ada masalah dan tidak ada authentikasi ya di lacak & di suspend

tapi jangan sampai membatasi industri ini hanya untuk manusia karena mesin akan menguasai lebih dari 60% traffic di jaringan bahkan di presentasi qualcomm yang saya lihat kemarin bisa lebih dari 70% revenue operator dari IoT traffic dari manusia akan lebih kecil daripada mesin

terserah sih pemerintah mau bikin susah industri atau mau memajukan industri ... itu kan pilihan hehehehe


> Oik Yusuf Araya
>
>
> Wartawan KompasTekno (tekno.kompas.com).
>