OS: Integrasi Sistem Operasi
BAGIAN H — SISTEM TERINTEGRASI & PROYEK BAB 16. Integrasi Sistem Operasi Ubuntu ↔ OpenWRT ↔ Android dalam Satu Ekosistem Sistem Posisi Strategis Integrasi Sistem Operasi Pada tahap ini, mahasiswa tidak lagi mempelajari sistem operasi secara terpisah. Mengacu pada filosofi Sistem Operasi, 2026, dunia nyata selalu terdiri dari banyak OS yang saling terhubung, bukan satu OS tunggal. Server Linux, router embedded, dan sistem pengguna (Android) harus bekerja bersama dalam satu ekosistem jaringan dan keamanan. Bab ini menegaskan bahwa: Ubuntu 24.04 berperan sebagai general-purpose OS dan control node OpenWRT berperan sebagai network operating system Android x86 berperan sebagai end-user operating system Integrasi ini melatih mahasiswa untuk berpikir sebagai system integrator, bukan sekadar OS user atau single-OS engineer. Arsitektur Integrasi Ubuntu ↔ OpenWRT ↔ Android Secara konseptual, integrasi sistem dapat digambarkan sebagai berikut: [ Android x86 ]
|
| (IP, TCP/UDP)
|
[ OpenWRT Router ]
|
| (Routing, Firewall, NAT)
|
[ Ubuntu Server 24.04 ]
OpenWRT berada di tengah sebagai traffic controller, policy enforcer, dan network abstraction layer. Ubuntu dan Android tidak berkomunikasi langsung tanpa aturan, tetapi melalui OpenWRT. Insight akademik: Inilah bentuk nyata dari layered system design yang dibahas pada bab arsitektur OS dan networking stack. Network Interoperability (Interoperabilitas Jaringan) Konsep Dasar Network Interoperability Network interoperability berarti berbagai sistem operasi dapat saling berkomunikasi secara konsisten, walaupun: User space berbeda Toolchain berbeda Model security berbeda Namun semuanya berbagi: Linux kernel networking stack Protokol standar (IP, ICMP, TCP, UDP) Prinsip kunci: Interoperabilitas dicapai melalui standar, bukan kesamaan OS. Topologi Jaringan Virtual (Lab) Contoh desain IP sederhana: Node Interface IP Address Ubuntu eth1 192.168.100.10 OpenWRT br-lan 192.168.100.1 Android eth0 192.168.100.20
Implementasi Routing di OpenWRT
Cek routing table OpenWRT:
ip route
Pastikan OpenWRT bertindak sebagai default gateway bagi Ubuntu dan Android.
OpenWRT mengimplementasikan routing di user space, tetapi dieksekusi oleh kernel networking stack.
Uji Interoperabilitas Dari Ubuntu: ping 192.168.100.20 Dari Android (adb shell): ping 192.168.100.10 Jika berhasil, berarti: Kernel networking stack bekerja Routing benar Firewall tidak menghalangi Integrasi Layanan (Service-Level Integration) Integrasi OS tidak berhenti di level IP, tetapi naik ke level layanan. Ubuntu sebagai Server Contoh: Jalankan web server sederhana di Ubuntu: sudo apt install -y python3 python3 -m http.server 8080 Akses dari Android melalui OpenWRT Dari Android browser atau CLI: http://192.168.100.10:8080 Observasi penting: Aplikasi Android → Framework → Kernel Android → TCP/IP → OpenWRT → Ubuntu → Python server. Ini adalah rantai lintas OS yang nyata. Security Consideration (Pertimbangan Keamanan) Keamanan adalah komponen wajib dalam integrasi sistem operasi. Mengacu pada bab Security & Isolation di dokumen utama, keamanan harus diterapkan berlapis (defense in depth). Zona Keamanan (Security Zones) Android → untrusted user zone OpenWRT → network enforcement zone Ubuntu → trusted server zone OpenWRT berfungsi sebagai firewall utama. Firewall di OpenWRT Cek aturan firewall: uci show firewall Contoh aturan sederhana (konsep): Android → Ubuntu: allow HTTP Android → Ubuntu: deny SSH Ubuntu → OpenWRT: allow admin Makna OS: Firewall adalah fitur kernel, bukan sekadar aplikasi jaringan. Security di Ubuntu Aktifkan UFW: sudo ufw allow 8080 sudo ufw deny ssh from 192.168.100.0/24 sudo ufw enable Ubuntu hanya membuka service yang diperlukan, sesuai prinsip least privilege. Security di Android Android sudah menerapkan: UID-based isolation SELinux enforcing Sandbox per aplikasi Cek status SELinux: adb shell getenforce Android tidak dipercaya secara default, sehingga harus dibatasi dari sisi jaringan.
Failure Scenario & Observasi Akademik Beberapa eksperimen penting: Matikan firewall OpenWRT → observasi traffic Putuskan routing → Android tidak bisa akses Ubuntu Mematikan service Ubuntu → Android gagal koneksi Tujuan eksperimen: Mahasiswa belajar bahwa integrasi sistem adalah soal dependensi dan titik kegagalan, bukan hanya konfigurasi sukses. Refleksi Akademik (OBE-Oriented) Setelah bab ini, mahasiswa mampu: Mengintegrasikan beberapa OS dalam satu sistem Mendesain interoperabilitas jaringan lintas OS Menerapkan keamanan berlapis Menganalisis alur data lintas kernel dan user space Berpikir sebagai system architect & integrator Penutup Bab ini menutup satu siklus besar pembelajaran: Dari membangun OS tunggal → menuju mendesain sistem multi-OS terintegrasi. Ubuntu, OpenWRT, dan Android tidak lagi berdiri sendiri, tetapi berfungsi sebagai satu sistem komputasi utuh—sebagaimana sistem nyata di dunia industri, data center, IoT, dan edge computing. Jika Anda memahami bab ini, Anda tidak hanya paham sistem operasi — Anda paham sistem.