INTERNET OFFLINE: Perkembangan Pemikiran

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search

Kalau boleh jujur pemikiran untuk mengembangkan Internet Offline merupakan sebuah proses perjalanan panjang. Di awali dengan MENDIKNAS Pak M. Nuh di masa jabatannya meniadakan pelajaran TIK dari kurikulum sekolah dengan kurikulum 2013, yang berakibat banyak guru-guru TIK saat itu menjadi ter-PHK atau harus mengajar pelajaran yang bukan bidangnya. Seperti biasanya para guru TIK dan para aktivis IT Indonesia berjuang keras agar TIK masuk kembali ke kurikulum dengan melobi MENDIKNAS, DPR dan banyak pihak lainnya. Di sisi lain, pihak DIKNAS seperti Pusat Kurikulum PUSKURBUK berargumentasi bahwa sulit memasukan TIK ke kurikulum karena banyak sekolah terutama yang di daerah tidak memiliki komputer dan listrik.

Di akhir 2018, OWP bersama teman-teman guru TIK AGTIKNAS dan PGRI berhasil berdiskusi dengan MENDIKNAS Pak Muhajir dan menyakinkan agar TIK masuk kembali ke Kurikulum. Alhamdulillah, MENDIKNAS Pak Muhajir mendengarkan dengan baik keluh kesah para guru TIK tersebut dan mengeluarkan peraturan mendiknas nomor 37 tahun 2018 yang memasukan kembali komputer ke kurikulum sekolah.

Kata-kata kepala Pusat Kurikulum DIKNAS, masih tetap terngiang di kepala OWP bahwa banyak sekolah terutama di daerah yang tidak ada komputer, sulit listrik dan sulit/tidak ada sinyal telekomunikasi. Tantangan tersebut terus menghantui pikiran OWP, akhirnya solusi tertuju pada RaspberryPi3 yang murah, dapat dijadikan server, dapat dioperasikan menggunakan charger smartphone bahkan menggunakan power bank dari handphone. Pemikiran tersebut dituangkan menjadi orek2an di kertas di upload ke wiki tertanggal 18 Oktober 2018 seperti tampak pada gambar.

Kerangka Berfikir Internet Offline yang di kembangkan pertama kali OWP presentasikan di youtube pada pada Channel OnnoCenter alamat video https://www.youtube.com/watch?v=cKuiRIQMZFE tentang “Konsep Internet Offline untuk Sekolah” pada tanggal 1/10/2018.

Dalam proses-nya, kita kadang kala membutuhkan sebuah nama yang akan menarik banyak orang. Kebetulan OWP agak suka membuat orang menjadi penasaran, maka dipilihlah nama “Internet OFFLINE” sebuah istilah yang sangat kontradiktif yang bahkan orang bule / asing akan sangat penasaran dan bertanya-tanya ini sebetulnya mahluk apa. Karena hampir tidak ada Internet yang offline, Internet adalah sebuah sistem yang online :) … Jujur, ini terbukti saat melakukan presentasi di conference FOSS di Oman, Arab - selesai presentasi OWP langsung di kerumuni oleh peserta lainnya menanyakan lebih detail tentang Internet Offline. Padahal sebetulnya sangat sederhana seperti yang kita lihat di gambar.

Gambar: Orek2an Sistem Internet Offline di upload ke wiki tanggal 18 Oktober 2018

Dari gambar pemikiran tersebut, dimulaikan pekerjaan iseng untuk mengutak-atik RaspberryPi agar bisa berfungsi menjadi solusi untuk TIK di sekolah di daerah/pedesaan. Hasil kutak-katik tersebut akhirnya terpublikasi dalam beberapa conference dan paper jurnal, seperti,

  • Purbo OW, Darmajaya IB. Internet Offline Solution for Rural/Village Schools. In4th Free & Open Source Software Conference (FOSSC’2019-OMAN) 2019 Feb 11.
  • Purbo OW. Internet-offline solution: detail description and benchmarking. TELKOMNIKA Telecommunication Computing Electronics and Control. 2020;18(4):1809-18.

Hingga akhirnya menarik beberapa pihak terutama teman-teman di Universitas Terbuka yang membutuhkan solusi untuk mahasiswa-nya berada di daerah. Dengan modifikasi server yang kuat menggunakan Mini PC yang akhirnya tertuang dalam buku ini, paper jurnal dan conference maupun e-learning agar teknologi Internet OFFLINE dapat semakin merakyat dan menjadi solusi nyata bagi dunia pendidikan khususnya yang berada di pedesaan & rural.

Pranala Menarik