Availability (Ketersediaan)

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search

Definisi Availability

Availability adalah prinsip keamanan informasi yang menjamin bahwa sistem, layanan, dan data selalu tersedia dan dapat diakses oleh pengguna yang sah pada saat dibutuhkan. Sistem yang aman secara teknis tetapi sering tidak dapat diakses tetap dianggap gagal, karena tidak mampu memenuhi tujuan utamanya.

Prinsip availability berkaitan erat dengan keandalan sistem, ketahanan terhadap gangguan, serta kemampuan layanan untuk terus beroperasi dalam berbagai kondisi.

Makna Availability dalam Keamanan Informasi

Keamanan sering kali disalah artikan sebagai upaya mengunci sistem seketat mungkin. Padahal, sistem yang terlalu tertutup hingga sulit digunakan bukanlah sistem yang aman. Availability menegaskan bahwa keamanan harus tetap memungkinkan sistem berfungsi sebagaimana mestinya. Secara praktis, availability memastikan bahwa:

  • layanan dapat diakses saat dibutuhkan,
  • data tidak hilang atau tidak dapat digunakan,
  • sistem tetap berjalan meskipun terjadi gangguan atau serangan.

Banyak serangan keamanan modern tidak berfokus pada pencurian data, melainkan pada melumpuhkan layanan. Serangan seperti ransomware dan Distributed Denial of Service (DDoS) secara langsung menargetkan availability dengan membuat sistem tidak dapat digunakan.

Dalam konteks layanan publik, kegagalan availability dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, seperti:

  • pendaftaran layanan yang gagal,
  • terhentinya layanan kesehatan,
  • terganggunya distribusi bantuan sosial.

Oleh karena itu, keamanan sejati bukan sekadar membuat sistem tertutup, melainkan memastikan sistem tetap berjalan bahkan dalam kondisi terburuk.

Contoh Gangguan Availability

Beberapa contoh gangguan availability yang sering terjadi antara lain:

  • serangan Distributed Denial of Service (DDoS),
  • server down pada periode kritis (misalnya masa KRS atau penggajian),
  • serangan ransomware yang mengenkripsi sistem,
  • kegagalan listrik atau perangkat keras tanpa mekanisme backup.

Gangguan terhadap availability tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga merusak reputasi organisasi dan menurunkan kepercayaan publik.

Mekanisme Perlindungan Availability

Untuk menjaga availability, organisasi perlu menerapkan kombinasi pendekatan teknis dan manajerial, antara lain:

  • mekanisme backup dan recovery,
  • redundansi sistem dan infrastruktur,
  • failover dan high availability,
  • monitoring dan alerting secara real-time,
  • rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan).

Availability menuntut perencanaan yang matang, karena kegagalan sering kali terjadi bukan akibat satu masalah, melainkan rantai gangguan yang saling berkaitan.

Pranala Menarik