14 Oktober 2009 - Ajaran Wajanbolic Teobolic Menyebar ke Negara Tetangga

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search

Oleh: Onno W. Purbo

Di hari ke dua training Wireless di Asia Institute of Technology di isi oleh Onno W. Purbo dari Indonesia atas dukungan dari Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Onno W. Purbo juga seorang Adjunct Researcher (Peneliti Kehormatan) di Interlab AIT Thailand. Seluruh proses training di dokumentasikan oleh rekan Deddy Tubagus dari e-livestyle MetroTV.

Kebetulan Onno W. Purbo adalah salah satu trainer di Wireless University (http://www.wirelessu.org) yang di dukung oleh banyak teman-teman seperti Network Startup Resource Center (NSRC), NetworkTheWorld.org, Internet Society dll. Tidak heran jika dalam workshop ini kami menggunakan buku pegangan Wireless Networking for Developing Country WNDW yang e-book-nya dapat di ambil dari http://wndw.net. E-book tersebut telah di terjemahkan ke bahasa Indonesia dan dapat di ambil gratis di http://wndw.net juga, maupun dalam bentuk Wiki di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/WNDW

Dari teman-teman NetworkTheWorld dan NSRC ini kami memperoleh dukungan banyak peralatan seperti Ubiquiti PowerStation2, Ubiquiti NanoStation dan Ubiquiti PicoStation yang merupakan salah satu peralatan Wireless terbaik di dunia saat ini. Tentunya di samping peralatan tersebut kita juga menggunakan peralatan Mikrotik buatan UFOAkses dan juga Linksys WRT54GL yang sudah di ubah menggunakan DD-WRT di dalam-nya.

Materi pelatihan sangat hands-on mulai dari cara menginstalasi peralatan wireless network, mengkonfigurasi peralatan, mendisain jaringan wireless di sebuah kota dan sedikit tentang teknik membuat antenna sendiri. Antenna Bazooka dan Antenna Wajanbolic menjadi menarik sekali bagi para peserta, yang juga akhirnya di adopsi menjadi Teobolic oleh rekan-rekan di Myanmar. Teo adalah Wajan di Myanmar.

Karena kami mempunyai alat cukup banyak dalam pelatihan dilakukan pertandingan untuk terlebih dulu mengkonfigurasi dan meng-on-kan Access Point yang akhirnya di menangkan oleh teman-teman dari Thailand. Peserta yang lumayan baik adalah dari Myanmar, Bangladesh dan Cambodia.

Pada kesempatan training Wireless di AIT Thailand ini, teman-teman dari AIT menampilkan karya mereka yang di beri nama DUMBO sebuah infrastuktur Internet wireless untuk Bencana alam yang dapat di operasikan tanpa menggunakan Access Point. DUMBI dapat beroperasi di peralatan Linksys, EeePC, bahkan handphone Nokia. DUMBO pada dasarnya adalah Wireless Mesh yang bekerja berdasarkan protokol routing OLSR yang open source.

Yang juga tampaknya sibuk dalam acara ini adalah Mas Deddy Tubagus dari MetroTV yang berkesempatan untuk mewawancara Presiden AIT. Juga meliput DUMBO dan CANALAVIS yang merupakan fasilitas video conference untuk pendidikan yang di kembangkan oleh Interlab di AIT. Saking sibuk-nya sampai-sampai batere kamera sempat tertinggal di kantor presiden AIT, semoga bisa kembali di temukan.


Referensi


Pranala Menarik