Warnet rumahan modal smart EVDO

From OnnoWiki
Revision as of 13:46, 19 February 2010 by Novelist kesunyian (talk | contribs)
Jump to navigation Jump to search

Mungkin ada niatan di pikiran anda untuk berwirausaha kecil-kecilan dirumah. Dan mungkin juga mencari bisnis yang mudah dan tidak menyita tenaga banyak apalagi harus keluar rumah. Jika anda suka internet dan bergelut di bidang komputerisasi anda bisa memulai bisnis internet yang murah dan mudah yaitu warnet:

Apakah bisinis warnet itu suram dizaman sekarang? Tidak juga. Memang banyak layanan internet yang murah dan menggiurkan seolah-olah bisnis warnet menjadi suram. Lihat saja seperti tawaran salah satu operator CDMA yang seharga 300ribuan sudah bisa online dengan bandwith 12 giga. banyak orang punya internet dan komputer sendiri dirumah sehingga enggan datang ke warnet. Tapi tahukah anda.. orang tidak hanya butuh koneksi internet tapi juga ingin mendapatkan kemudahan dalam urusannya masing-masing.. Contoh anak sekolah yang mencari artikel.. padahal mereka sudah ada koneksi dirumah tapi mereka tetap datang ke warnet.. dengan harapan mendapatkan bimbingan dan tips gratis dari operator tentang googling, mengubah pdf ke doc, dan lain-lain. Warnet juga sebagai solusi dalam keadaan darurat saat koneksi internet tidak didapatkan dirumah karena troble atau modem rusak..

Mengapa banyak para pebisnis warnet gulung tikar? 1. Mereka mencoba bisnis warnet di rumah tapi tidak memperhitungkan jumlah pengeluaran perbulannya seperti tagihan speedy unlimited 800ribu + listrik 200ribu totalnya adalah 1 juta rupiah / bulan. padahal bisnis warnet dirumah beda dengan bisnis warnet diarea kampus atau sekolah yang rata2 pemasukannya 6 juta / bulan. Bisnis warnet dirumah hanya sekitar 900ribu/bulan

2. Mengabaikan masalah lisensi software. karena OS windows mahal seharga 800ribu/PC maka mereka terpaksa membajak software. Resiko yang mereka terima adalah "sweeping" jika ketahuan pakai software bajakan maka akan didenda 500 juta atau penjara 7 tahun. Dari sinilah mereka beranggapan bisnis warnet itu mahal, suram, beresiko dan belum tentu lancar. Belum lagi tentang masalah maintenance yang butuh waktu, tenaga, dan biaya karena windows sangat rentan dengan virus..

Bagaimana membangun "home business warnet linux" yang baik Ini dulu adalah experimen / percobaan saya tapi alhamdulillah sekarang sudah menjadi sebuah bisnis. Koneksi menggunakan "Smart EVDO Ultimate 3.1 Mbps (mega bit per second)" Koneksi EVDO hanya untuk daerah yang menjangkau sinyal EVDO lihat di situs www.smart-telecom.com

mari kita hitung rinciannya..

1 Komputer client, P4 2.0, RAM 512, HD 60gb Monitor 17 inch (second) seharga Rp.1.500.000 sebanyak 5 client jadi 1.500.000 X 5 = Rp.7.500.000

1.Komputer server sekaligus Router sekaligus Billing P4 2.5 Ghz RAM 512, HD 250gb, Monitor 17 inch (second) = Rp.2.000.000

Printer Canon IP-1980 (non modif) Rp.600.000

Kertas A4 70 gram 1 rim Rp.30,000

Operating system Client "Nouvelix Linux" (KDE) gratis atau Rp.0 Operating system server "Ubuntu 9.10 (Karmic Koala)"

Kabel Jaringan untuk 5 client dan 1 server membutuhkan panjang 25 meter 1 meter = 5000 jadi 5000 X 25 = Rp.125,000

Konektor RJ45 20 Biji untuk jaga-jaga 1 biji = Rp.1000 brarti 20 biji = 1000 X 20 = Rp,20,000

klem kabel Rp.16,000

Kabel USB2 untuk modem 3 meter = Rp,75,000

Kabel NYM untuk Listrik 1 roll 250,000

Stop kontak @Rp.8,000 X 6 = Rp,48,000

Switch hub DLINK 8 Port (awet) = Rp.380,000

Modem Smart ZTE Rp.976.000

Meja komputer saya membuat sendiri, tapi jika anda membeli dipasaran berupa meja rakit biasa (untuk menekan biaya) seharga Rp.70,000. untuk 6 komputer maka 70,000 X 6 = Rp.420,000

Spanduk 1x2 meter = Rp.50,000

Sekarang kita hitung semuanya: Komputer client = Rp.7.500.000

Komputer server = Rp.2.000.000

Printer = Rp.600.000

Kertas A4 = Rp.30,000

Operating system Linux = Rp.0

Kabel Jaringan = Rp.125,000

Konektor RJ45 = Rp,20,000

klem kabel = Rp.16,000

Kabel USB2 untuk modem = Rp,75,000

Kabel NYM untuk Listrik = Rp.250,000

Stop kontak = Rp,48,000

Switch hub = Rp.380,000

Modem Smart ZTE = Rp.976.000

Meja komputer = Rp.420,000

Spanduk = Rp.50,000

Hasil Akhir = Rp,12.490.000

dengan modal segitu sudah bisa berdiri sebuah warnet kecil..

sekarang kita hitung pengeluaran perbulannya..

Listrik dengan asumsi komputer tidak dinyalakan jika tidak dipakai, tanpa AC tanpa kulkas

Sebulan saya mendapat tagihan listrik 150,000 sampai 250,000

Tagihan Smart evdo gratis 3 bulan pertama = Rp.0

Jadi pengeluaran / bulan adalah : 250.000 + 0 = Rp.250.000

Jika setelah 3 bulan rumus pengeluaran menjadi 250.000 +275.000 = Rp.525.000

Pendapatan warnet / hari saat pertamakali buka sampai 5 bulan pertama adalah Rp.50.000

Pendapatan perbulan : 50.000 X 30 = Rp.1,500.000

Untuk 3 Bulan pertama : Jadi laba bersihnya adalah Pendapatan/bulan dikurangi Pengeluaran/bulan (tanpa tagihan smart)

Rp.1.500.000 - Rp.250.000 = Rp.1.250.000

Setelah 3 Bulan Jadi laba bersihnya adalah Pendapatan/bulan dikurangi Pengeluaran/bulan (dengan tagihan smart)

Rp.1.500.000 - Rp.525.000 = Rp.975.000

Mudah-mudahan bisnis rumahan saya ini bisa menggugah anda dalam berwirausaha.. belajar untuk mengembangkan bisnis kecil-kecilan sebagai bisnis sampingan diluar pekerjaan kita. Tentang teknis cara pembuatan warnet silahkan tanyakan private pada saya.

novelist.kesunyian@gmail.com

Semoga bermanfaat.