Difference between revisions of "Sejarah Internet Indonesia:Media Online"

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search
 
(One intermediate revision by the same user not shown)
Line 11: Line 11:
 
Masa awal '''detikcom''' lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga.
 
Masa awal '''detikcom''' lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga.
  
==Kisah kisah lucu==
+
===Kisah kisah lucu===
 
Banyak kisah lucu yang dapat diceritakan oleh para pendiri '''detikcom''', terutama, Budiono. Kisah klasik pada masa jatuhnya pemerintahan Soeharto, dimana breaking news menjadi demikian penting artinya. Seorang komandan militer di Jakarta yang sangat membutuhkan berita, memerintahkan anak buah, "Coba tolong carikan detikcom, ada berita penting di situ!". Anak buahnya, "Siap Laksanakan Komandan". Lari lah si anak buah komandan mencari detikcom. Di setiap perempatan, dia berhenti dan menanyakan detikcom ke penjaja koran di situ. Setelah putus asa, kembalilah dengan tangan hampa dan melapor pada komandan-nya, "Lapor komandan, Detikcom habis!" :)
 
Banyak kisah lucu yang dapat diceritakan oleh para pendiri '''detikcom''', terutama, Budiono. Kisah klasik pada masa jatuhnya pemerintahan Soeharto, dimana breaking news menjadi demikian penting artinya. Seorang komandan militer di Jakarta yang sangat membutuhkan berita, memerintahkan anak buah, "Coba tolong carikan detikcom, ada berita penting di situ!". Anak buahnya, "Siap Laksanakan Komandan". Lari lah si anak buah komandan mencari detikcom. Di setiap perempatan, dia berhenti dan menanyakan detikcom ke penjaja koran di situ. Setelah putus asa, kembalilah dengan tangan hampa dan melapor pada komandan-nya, "Lapor komandan, Detikcom habis!" :)
  
Line 20: Line 20:
 
* Suara Pembaruan
 
* Suara Pembaruan
 
* Media Indonesia http://www.media-indonesia.com
 
* Media Indonesia http://www.media-indonesia.com
 +
 +
 +
==Pranala Menarik==
 +
 +
* [[Sejarah Internet Indonesia]]
 +
 +
[[Category: Sejarah]]

Latest revision as of 14:06, 11 May 2010

Media Online di Indonesia kebanyakan lahir pada saat jatuh-nya pemerintahan Suharto di tahun 1998, dimana alternatif media dan breaking news menjadi komoditi yang di cari banyak pembaca.

Dari situlah kemudian tercetus keinginan membentuk detikcom yang update-nya tidak lagi menggunakan karakteristik media cetak yang harian, mingguan, bulanan. Yang dijual detikcom adalah breaking news. Dengan bertumpu pada tampilan apa adanya detikcom melesat sebagai situs informasi digital paling populer di kalangan pengguna internet Indonesia.


detikcom Media Online Pertama

Lahirnya detikcom

detikcom barangkali merupakan media online Indonesia yang pertama yang di garap secara serius. Tidak heran karena pendirinya kebanyakan dari media, Budiono Darsono (eks wartawan DeTik), Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo), dan Didi Nugraha. Server detikcom sebetulnya sudah siap diakses pada 30 Mei 1998, namun mulai online dengan sajian lengkap pada 9 Juli 1998. Jadi tanggal 9 Juli ditetapkan sebagai hari lahir Detikcom.

Masa awal detikcom lebih banyak terfokus pada berita politik, ekonomi, dan teknologi informasi. Baru setelah situasi politik mulai reda dan ekonomi mulai membaik, detikcom memutuskan untuk juga melampirkan berita hiburan, dan olahraga.

Kisah kisah lucu

Banyak kisah lucu yang dapat diceritakan oleh para pendiri detikcom, terutama, Budiono. Kisah klasik pada masa jatuhnya pemerintahan Soeharto, dimana breaking news menjadi demikian penting artinya. Seorang komandan militer di Jakarta yang sangat membutuhkan berita, memerintahkan anak buah, "Coba tolong carikan detikcom, ada berita penting di situ!". Anak buahnya, "Siap Laksanakan Komandan". Lari lah si anak buah komandan mencari detikcom. Di setiap perempatan, dia berhenti dan menanyakan detikcom ke penjaja koran di situ. Setelah putus asa, kembalilah dengan tangan hampa dan melapor pada komandan-nya, "Lapor komandan, Detikcom habis!" :)

Media Online Lainnya

Media online lain tumbuh, beberapa di antaranya adalah


Pranala Menarik