Difference between revisions of "SNORT-RULES: Coba Menulis Rules untuk pemula"

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search
 
(12 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 1: Line 1:
 
Sumber: courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf
 
Sumber: courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf
  
 +
Sebuah pendeteksi penyusup / Intrusion Detection System (IDS) logika bekerjanya seperti anti-virus, engine pendeteksi hanya akan bekerja dengan benar kalau database-nya benar. Kalau serangan tersebut tidak ada dalam database maka serangan tersebut tidak akan terdeteksi. Sial-nya database tersebut adalah buatan manusia, yang harus telaten mendokumentasinya bentuk paket / isi paket serangan, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah aturan / rules.
  
Snort mirip dengan tcpdump, tetapi memiliki output yang lebih bersih dan bahasa aturan yang lebih fleksibel. Sama seperti tcpdump, snort akan mendengarkan antarmuka tertentu, atau membaca jejak paket dari sebuah file. Umumnya administrator keamanan diminta untuk melihat jejak paket untuk menganalisis serangan yang terjadi. Disini kita akan belajar bagaimana menggunakan snort untuk membaca jejak dan belajar bagaimana menulis aturan / rules baru.
+
Snort Intrusion Detection System (IDS) mempunyai kemampuan yang baik untuk membaca paket yang lewat di jaringan. Snort IDS mirip dengan tcpdump / wireshark, tetapi memiliki output yang lebih bersih dan bahasa aturan yang lebih fleksibel. Sama seperti tcpdump / wireshark, snort akan mendengarkan antarmuka tertentu, atau membaca jejak paket dari sebuah file. Umumnya administrator keamanan diminta untuk melihat jejak paket untuk menganalisa serangan yang terjadi. Salah satu yang nampaknya akan amat sangat bermanfaat adalah kemampuan untuk menulis snort rules untuk mendeteksi serangan. Disini kita akan belajar bagaimana menggunakan snort untuk membaca jejak dan belajar bagaimana menulis aturan / rules baru.
  
 +
Tujuan utama snort sebagai IDS adalah untuk bereaksi jika ada rules yang cocok dengan paket yang masuk. Reaksi yang di berikan Snort IDS bisa bermacam-macam tergantung kebutuhan / kemauan yang memprogram, bisa di catat / "log", bisa memberikan "alert" bagi administrator keamanan jaringan.
  
  
Line 35: Line 37:
 
di bagian atas rules file jika kita memperoleh checksum problem.
 
di bagian atas rules file jika kita memperoleh checksum problem.
  
Tujuan utama snort adalah untuk memberikan alert administrator jika ada rules yang cocok dengan paket yang masuk.
+
Logging ASCII agar local.rules bisa di baca dengan mudah
Setiap rules biasanya satu kalimat mengikuti format yang sama, seperti contoh berikut,
 
  
  alert tcp any any -> 192.168.0.100 23 (msg: "Ada yang telnet ke mesin!"; sid:1000001)
+
 +
snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D
 +
 
 +
==Rule Sederhana==
 +
 
 +
JIka kita instalasi snort dengan baik maka, semua aturan snort biasanya di simpan di folder /etc/snort/rules. Aturan tersebut berupa file-file dengan nama yang sesuai dengan kategori serangan, misalnya, virus.rules adalah file berisi aturan snort yang akan mendeteksi paket yang kemungkinan membawa virus.
 +
 
 +
Bagi kita yang akan berexperimen dengan aturan snort, sebaiknya mengedit file /etc/snort/rules/local.rules. Beri keterangan dengan tanda '#' di depan-nya. Keterangan tersebut perlu dibuat untuk mengingatkan kita tentang percobaan / aturan apa yang kita buat.
 +
 
 +
Secara umum, semua rules mengikuti aturan:
 +
 
 +
action protocol address port direction address port (rule option)
 +
 
 +
Penjelasan format,
 +
 
 +
* Pilihan action adalah "log" atau "alert". "alert" akan menuliskan semua alert ke sebuah file "alert" yang sama. Sementara log akan menyimpan traffic untuk masing-masing IP address yang bermasalah pada sebuah folder untuk di analisa lebih lanjut.
 +
* Bagian protocol harus di isi "tcp", "udp",or "icmp". "Any" tidak di ijinkan.
 +
* Address dapat berupa notasi CIDR
 +
* Port dapat menggunakan range dan operator "!. Contoh log paket ke sekumpulan mesin dengan port tidak antara 6000-6010
 +
 
 +
log tcp any any -> 192.168.1.0/24 !6000:6010
 +
 
 +
* Operator arah "->" atau "<-" atau "<>" untuk traffic bi-directional antara dua address.
 +
 
 +
 
 +
Disini kita akan belajar untuk membuat rules pendeteksi traffic telnet. Mengapa telnet perlu di deteksi? karena memang telnet sangat rentan untuk di sadap.
 +
 
 +
Semua aplikasi pada jaringan TCP/IP akan bekerja menggunakan nomor port tertentu. Telnet menggunakan nomor port 23. Aplikasi lain akan menggunakan nomor port yang lain, misalnya, web 80, https 443, smtp 25, pop3 110, imap 143. Daftar sebagian besar nomor port yang digunakan oleh aplikasi Internet bisa di lihat di file /etc/services.
 +
 
 +
Setelah mengetahui nomor port telnet 23, maka kita dapat membuat aturan snort sederhana untuk mendeteksi telnet, sebagai berikut,
 +
 
 +
  alert tcp any any -> 192.168.0.100 23 (msg: "Ada yang telnet ke mesin!"; sid:1000001;)
  
 
arti dari rule di atas adalah,
 
arti dari rule di atas adalah,
Line 48: Line 80:
 
* sid - rule ID start dari 1000000
 
* sid - rule ID start dari 1000000
  
Secara umum, semua rules mengikuti aturan:
+
==Rule option==
 
 
action protocol address port direction address port (rule option)
 
  
Pada contoh,
+
Rule option dapat menentukan task yang harus dilakukan jika address dan protocol cocok.
 +
Contoh, untuk menangkap semua ICMP Echo message. Untuk percobaan ini kita perlu mematikan icmp rules yang ada di snort.conf
  
* Pilihan action adalah "log" atau "alert". "alert" akan menuliskan semua alert ke sebuah file "alert" yang sama. Sementara log akan menyimpan traffic untuk masing-masing IP address yang bermasalah pada sebuah folder untuk di analisa lebih lanjut.
+
vi /etc/snort/snort.conf
* The protocol field can be "tcp", "udp",or "icmp". "Any" is not allowed.
 
* Addresses can be specified in CIDR notation
 
* ports can be given as ranges and with the "!" operator. For example, the
 
example below (stolen from the documentation!) logs all packets to a range of machine not on
 
ports 6000-6010.
 
  
log tcp any any -> 192.168.1.0/24 !6000:6010
+
Matikan
  
* The direction operator is either "->" or "<-"or "<>" for bi-directional traffic between two addresses.
+
# include $RULE_PATH/icmp-info.rules
 +
# include $RULE_PATH/icmp.rules
  
The rule options specify tasks to be performed if the addresses and protocols match.
+
snort rule untuk menangkap semua ICMP echo message,
For example, here's a snort rule to catch all ICMP echo messages:
 
  
  alert tcp any any -> 192.168.10.2 any (itype: 8; msg: "ping detected";)
+
  alert icmp any any <> 192.168.0.232 any (msg:"Ada yang ECHO PING"; icode:0; itype:8; sid: 1000002; )
 +
alert icmp any any <> 192.168.0.232 any (msg:"Ada yang ECHO REPLY PING"; icode:0; itype:0; sid: 1000003; )
  
Run this single rule on the packet trace. The results will be written to /var/log/snort/alert. In your
+
perhatikan mengapa itype = 8? atau itype = 0?
write up, state why the value 8 was used. And, include the output of that command.
 
Note that serveral options can be llisted in the parentheses. Each must end with a semicolon,
 
even if there is only one rule. Other useful options include, "content", "flags" , "ipoption". More are
 
list in the "writing snort rules" document.
 
  
 +
Catatan rule option:
  
 +
* harus berada dalam kurung ( )
 +
* harus di akhiri dengan ;
 +
* Opsi yang menarik untuk di explorasi "content", "flags", dan ipoption".
  
What to hand in
+
==Contoh Rule==
Question 1. There are seven other distinct packet signatures in the packet trace file. In other
 
words, there are 30 packets total in the packet trace. There are 8 rules that will uniquely identify
 
the 8 different packet signatures. You already have one of the rules. Look though the packet trace
 
and figure out the other rules. Look for more general signatures where you can, however, be
 
careful not to write too general signatures. Part of the intent of the lab is to teach you how to write
 
effective rules. It is easy to write a rules that matches all IP datagrams regardless of content, but
 
this would be a very ineffective rule at detecting anomalous or malicious activity.
 
Include in your write up the 7 other rules you came up with as well as the /var/log/snort/alert
 
output. (The alert file is append each time snort has output, so you want to erase the alert file
 
before each snort run while experiementing with different rules.) Be sure to include a descriptive
 
message ("msg") with each alert.
 
T
 
he rules you write may be instructive, but not the most useful for a real system.
 
Question 2. Once you've completed that trace, state how each of following real rules from the
 
snort home page work:
 
  
 
  alert tcp $HOME_NET 23 -> $EXTERNAL_NET any (msg:"TELNET login incorrect";
 
  alert tcp $HOME_NET 23 -> $EXTERNAL_NET any (msg:"TELNET login incorrect";
Line 123: Line 135:
 
  (msg:"SHELLCODE sparc NOOP"; content:"|a61c c013 a61c c013 a61c c013 a61c
 
  (msg:"SHELLCODE sparc NOOP"; content:"|a61c c013 a61c c013 a61c c013 a61c
 
  c013|"; reference:arachnids,355; classtype:shellcode-detect; sid:646; rev:4;)
 
  c013|"; reference:arachnids,355; classtype:shellcode-detect; sid:646; rev:4;)
 +
 +
==Restart Snort==
 +
 +
Supaya local.rules bisa jalan dengan baik,
 +
logging ASCII agar local.rules bisa di baca dengan mudah
 +
 +
killall snort
 +
killall snort
 +
snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D
 +
  
 
==Phatbot Analysis==
 
==Phatbot Analysis==
Read the analysis of the phatbot (sometimes referred to as polybot) Trojan at
 
http://www.lurhq.com/phatbot.html.
 
Question 3. As with question 2, evaluate the snort signatures contained in the above document.
 
Comment on the effectiveness of these signatures.
 
Question 4. The waste protocol used in the phatbot Trojan originally included the capability of
 
encrypting the peer-to-peer data stream. What effect would this have on the effectiveness of the
 
above signature.
 
Question 5. Do some additional research about the phatbot/polybot Trojan. Assume that phatbot
 
develops the capability of encrypting the data stream. Phatbot has a consistent and obvious
 
signature of network activity across multiple packets that allow it to be detected even with out
 
access to content of the data stream. The signature may traverse multiple packets. Snort rules
 
generally deal with packet-by-packet data signatures. This question is intentionally vague and is
 
designed to have you apply some of the skills you have acquired to tackling a real world problem
 
such as being able to detect malicious activity even when you do not have access to the content
 
of the data streams. Explain in a few paragraphs what other tools and techniques you may use to
 
detect this signature. Provide enough detail so that a campus network administrator could follow
 
your explanation to deploy your system in production.
 
Question 6. What techniques would you use to minimize the number of false positives with your
 
technique described above.
 
4
 
Evaluation
 
Question 7: How hard was this lab? Was it fair? How would you change it to improve it?
 
 
  
 +
Coba iseng-iseng baca analisa tentang phatbot / polybot trojan di  http://www.lurhq.com/phatbot.html. Coba buat rule nya.
  
 
==Referensi==
 
==Referensi==
  
 
* courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf
 
* courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf
 +
 +
 +
==Pranala Menarik==
 +
 +
* [[SNORT]]

Latest revision as of 20:12, 10 October 2019

Sumber: courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf

Sebuah pendeteksi penyusup / Intrusion Detection System (IDS) logika bekerjanya seperti anti-virus, engine pendeteksi hanya akan bekerja dengan benar kalau database-nya benar. Kalau serangan tersebut tidak ada dalam database maka serangan tersebut tidak akan terdeteksi. Sial-nya database tersebut adalah buatan manusia, yang harus telaten mendokumentasinya bentuk paket / isi paket serangan, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah aturan / rules.

Snort Intrusion Detection System (IDS) mempunyai kemampuan yang baik untuk membaca paket yang lewat di jaringan. Snort IDS mirip dengan tcpdump / wireshark, tetapi memiliki output yang lebih bersih dan bahasa aturan yang lebih fleksibel. Sama seperti tcpdump / wireshark, snort akan mendengarkan antarmuka tertentu, atau membaca jejak paket dari sebuah file. Umumnya administrator keamanan diminta untuk melihat jejak paket untuk menganalisa serangan yang terjadi. Salah satu yang nampaknya akan amat sangat bermanfaat adalah kemampuan untuk menulis snort rules untuk mendeteksi serangan. Disini kita akan belajar bagaimana menggunakan snort untuk membaca jejak dan belajar bagaimana menulis aturan / rules baru.

Tujuan utama snort sebagai IDS adalah untuk bereaksi jika ada rules yang cocok dengan paket yang masuk. Reaksi yang di berikan Snort IDS bisa bermacam-macam tergantung kebutuhan / kemauan yang memprogram, bisa di catat / "log", bisa memberikan "alert" bagi administrator keamanan jaringan.


Alat

  • server dengan snort yang di instalasi


Bacaan

Beberapa perintah bermanfaat

Melihat perintah snort

snort –help

Contoh membaca log

snort –r /tmp/snort-ids-lab.log -P 5000 –c /tmp/rules –e –X -v

Versi snort yang baru punya masalah saat membaca checksum paket yang tidak benar. Kita perlu menambahkan kalimat

config checksum_mode : none

di bagian atas rules file jika kita memperoleh checksum problem.

Logging ASCII agar local.rules bisa di baca dengan mudah


snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D

Rule Sederhana

JIka kita instalasi snort dengan baik maka, semua aturan snort biasanya di simpan di folder /etc/snort/rules. Aturan tersebut berupa file-file dengan nama yang sesuai dengan kategori serangan, misalnya, virus.rules adalah file berisi aturan snort yang akan mendeteksi paket yang kemungkinan membawa virus.

Bagi kita yang akan berexperimen dengan aturan snort, sebaiknya mengedit file /etc/snort/rules/local.rules. Beri keterangan dengan tanda '#' di depan-nya. Keterangan tersebut perlu dibuat untuk mengingatkan kita tentang percobaan / aturan apa yang kita buat.

Secara umum, semua rules mengikuti aturan:

action protocol address port direction address port (rule option)

Penjelasan format,

  • Pilihan action adalah "log" atau "alert". "alert" akan menuliskan semua alert ke sebuah file "alert" yang sama. Sementara log akan menyimpan traffic untuk masing-masing IP address yang bermasalah pada sebuah folder untuk di analisa lebih lanjut.
  • Bagian protocol harus di isi "tcp", "udp",or "icmp". "Any" tidak di ijinkan.
  • Address dapat berupa notasi CIDR
  • Port dapat menggunakan range dan operator "!. Contoh log paket ke sekumpulan mesin dengan port tidak antara 6000-6010
log tcp any any -> 192.168.1.0/24 !6000:6010
  • Operator arah "->" atau "<-" atau "<>" untuk traffic bi-directional antara dua address.


Disini kita akan belajar untuk membuat rules pendeteksi traffic telnet. Mengapa telnet perlu di deteksi? karena memang telnet sangat rentan untuk di sadap.

Semua aplikasi pada jaringan TCP/IP akan bekerja menggunakan nomor port tertentu. Telnet menggunakan nomor port 23. Aplikasi lain akan menggunakan nomor port yang lain, misalnya, web 80, https 443, smtp 25, pop3 110, imap 143. Daftar sebagian besar nomor port yang digunakan oleh aplikasi Internet bisa di lihat di file /etc/services.

Setelah mengetahui nomor port telnet 23, maka kita dapat membuat aturan snort sederhana untuk mendeteksi telnet, sebagai berikut,

alert tcp any any -> 192.168.0.100 23 (msg: "Ada yang telnet ke mesin!"; sid:1000001;)

arti dari rule di atas adalah,

  • action: kasi tanda bahaya ("alert")
  • semua paket ke telnet port (port 23)
  • ke mesin 192.168.0.100
  • tambahkan string yang bisa di baca admin "Ada yang telnet ke mesin!"
  • sid - rule ID start dari 1000000

Rule option

Rule option dapat menentukan task yang harus dilakukan jika address dan protocol cocok. Contoh, untuk menangkap semua ICMP Echo message. Untuk percobaan ini kita perlu mematikan icmp rules yang ada di snort.conf

vi /etc/snort/snort.conf

Matikan

# include $RULE_PATH/icmp-info.rules
# include $RULE_PATH/icmp.rules

snort rule untuk menangkap semua ICMP echo message,

alert icmp any any <> 192.168.0.232 any (msg:"Ada yang ECHO PING"; icode:0; itype:8; sid: 1000002; )
alert icmp any any <> 192.168.0.232 any (msg:"Ada yang ECHO REPLY PING"; icode:0; itype:0; sid: 1000003; )

perhatikan mengapa itype = 8? atau itype = 0?

Catatan rule option:

  • harus berada dalam kurung ( )
  • harus di akhiri dengan ;
  • Opsi yang menarik untuk di explorasi "content", "flags", dan ipoption".

Contoh Rule

alert tcp $HOME_NET 23 -> $EXTERNAL_NET any (msg:"TELNET login incorrect";
content:"Login incorrect"; flags: A+; reference:arachnids,127;)
alert udp $EXTERNAL_NET any -> $HOME_NET 53 (msg:"EXPLOIT BIND Tsig
Overflow Attempt"; content:"|80 00 07 00 00 00 00 00 01 3F 00 01 02|/bin/sh";)
alert tcp $EXTERNAL_NET any -> $HOME_NET any (msg:"SCAN FIN"; flags: F;
reference:arachnids,27;)
alert tcp $EXTERNAL_NET any -> $HOME_NET 23 (msg:"MISC linux rootkit attempt
lrkr0x";flags: A+; content:"lrkr0x";)5. alert tcp $EXTERNAL_NET any -> $HTTP_SERVERS 80 (msg:"WEB-CGI view-source
access ";flags: A+; content:"/view-source?../../../../../../../etc/passwd";
nocase;reference:cve,CVE-1999-0174;)
alert icmp any any -> any any (msg:"ICMP Source Quench"; itype: 4; icode: 0;)
alert tcp $EXTERNAL_NET any -> $HOME_NET 53 (msg:"DNS EXPLOIT named
overflow";flags:
A+;content:"thisissometempspaceforthesockinaddrinyeahyeahiknowthisislamebutanyway
whocareshorizongotitworkingsoalliscool"; reference:cve,CVE-1999-0833;)
alert tcp $EXTERNAL_NET any -> $HOME_NET 139 (msg:"NETBIOS SMB
ADMIN$access"; flow:to_server,established; content:"\\ADMIN$|00 41 3a 00|";
reference:arachnids,340; classtype:attempted-admin; sid:532; rev:4;)
alert ip $EXTERNAL_NET $SHELLCODE_PORTS -> $HOME_NET any
(msg:"SHELLCODE sparc NOOP"; content:"|a61c c013 a61c c013 a61c c013 a61c
c013|"; reference:arachnids,355; classtype:shellcode-detect; sid:646; rev:4;)

Restart Snort

Supaya local.rules bisa jalan dengan baik, logging ASCII agar local.rules bisa di baca dengan mudah

killall snort
killall snort
snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D


Phatbot Analysis

Coba iseng-iseng baca analisa tentang phatbot / polybot trojan di http://www.lurhq.com/phatbot.html. Coba buat rule nya.

Referensi

  • courses.umass.edu/cs415/labs/lab2/415-lab2-Snort.pdf


Pranala Menarik