Difference between revisions of "SNMP: UBUNTU 20.04 instalasi SNMP"

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search
 
(16 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 18: Line 18:
 
==Step 1 — Installing the SNMP Daemon and Utilities==
 
==Step 1 — Installing the SNMP Daemon and Utilities==
  
Masuk ke manager server, dengan perintah,
+
Masuk ke manager server (console admin SNMP), dengan perintah,
  
 
  ssh your_username@manager_server_ip_address
 
  ssh your_username@manager_server_ip_address
Line 40: Line 40:
 
Perhatikan bahwa kita tidak memerlukan paket snmp-mibs-downloader, karena agent server tidak akan mengelola file MIB.
 
Perhatikan bahwa kita tidak memerlukan paket snmp-mibs-downloader, karena agent server tidak akan mengelola file MIB.
  
==Step 2 — Konfigurasi SNMP Manager Server==
+
==Step 2 — Konfigurasi SNMP Manager Server (Console SNMP Admin)==
  
 
Seperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar pekerjaan terjadi di agent server, sehingga konfigurasi kita pada server manajer akan tidak berat. Kita hanya perlu memodifikasi satu file untuk memastikan bahwa  SNMP tool dapat menggunakan data MIB tambahan yang kita instal.
 
Seperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar pekerjaan terjadi di agent server, sehingga konfigurasi kita pada server manajer akan tidak berat. Kita hanya perlu memodifikasi satu file untuk memastikan bahwa  SNMP tool dapat menggunakan data MIB tambahan yang kita instal.
Line 46: Line 46:
 
Pada manager server, buka /etc/snmp/snmp.conf
 
Pada manager server, buka /etc/snmp/snmp.conf
  
  sudo viu /etc/snmp/snmp.conf
+
  sudo vi /etc/snmp/snmp.conf
  
 
Pada file ini ada bebera comments dan single un-commented line. Untuk mengijinkan manager untuk import MIB file, comment out mibs :
 
Pada file ini ada bebera comments dan single un-commented line. Untuk mengijinkan manager untuk import MIB file, comment out mibs :
Line 53: Line 53:
 
  # of MIBs is disabled by default. If you added the MIBs you can reenable
 
  # of MIBs is disabled by default. If you added the MIBs you can reenable
 
  # loading them by commenting out the following line.
 
  # loading them by commenting out the following line.
  mibs :
+
  # mibs :
  
 
Save dan tutup snmp.conf
 
Save dan tutup snmp.conf
Line 59: Line 59:
 
==Step 3 — Konfigurasi SNMP Agent Server==
 
==Step 3 — Konfigurasi SNMP Agent Server==
  
As a true client-server system, the agent server does not have any of the external tools needed to configure its own SNMP setup. You can modify some configuration files to make some changes, but most of the changes you need to make will be done by connecting to your agent server from your management server.
+
Sebagai sistem client-server yang sebenarnya, agent server tidak memiliki tool eksternal / tambahan yang diperlukan untuk mengkonfigurasi SNMP setup-nya. Kita dapat memodifikasi beberapa file konfigurasi untuk membuat beberapa perubahan, tetapi sebagian besar perubahan yang perlu kita lakukan adalah untuk  menghubungkan ke agent server ke management server.
  
In this tutorial, you will use version 3 of the SNMP protocol. Unlike SNMPv1 and v2, in SNMPv3 each message contains security parameters that are encoded. In this step you will configure SNMPv3 authentication and access control rules.
+
Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan SNMP versi 3. Tidak seperti SNMPv1 dan v2, di SNMPv3 setiap pesan berisi parameter keamanan yang disandikan. Pada langkah ini kita akan mengonfigurasi aturan SNMPv3 otentikasi dan kontrol akses.
  
To get started, on your agent server, open the daemon’s configuration file with sudo privileges:
+
Untuk memulainya, pada agent server, bukan konfigurasi snmpd.conf sebagai berikut
  
    sudo nano /etc/snmp/snmpd.conf
+
sudo vi /etc/snmp/snmpd.conf
  
Inside, you will have to make a few changes. These will mainly be used to bootstrap your configuration so that you can manage it from your other server.
+
Kita akan melakukan beberapa perubahan kecil. Ini akan digunakan untuk mem-bootstrap konfigurasi agar bisa memanage server dari server lain.
  
First, you need to change the agentAddress directive. Currently, it is set to only allow connections originating from the local computer. You’ll need to comment out the current line, and uncomment the line underneath, which allows all connections.
+
'''SATU'''
/etc/snmp/snmpd.conf
 
  
#  Listen for connections from the local system only
+
Ubah agentAddress agar bisa di akses dari komputer lain
#agentAddress udp:127.0.0.1:161
 
#  Listen for connections on all interfaces (both IPv4 *and* IPv6)
 
agentAddress udp:161,udp6:[::1]:161
 
  
Note: Since allowing all connections like this is not a security best practice, it is best to make sure to lock this back down soon, after the bootstraping is complete.
+
/etc/snmp/snmpd.conf
 +
 
 +
#  Listen for connections from the local system only
 +
#agentAddress  udp:127.0.0.1:161
 +
#  Listen for connections on all interfaces (both IPv4 *and* IPv6)
 +
agentAddress udp:161,udp6:[::1]:161
 +
 
 +
Setelah selesai melakukan bootstraping, sebaiknya di set hanya localhost yang bisa akses.
  
Next, you will temporarily insert a createUser line. These directives are not normally kept in this file; you will be removing it again in a moment.
+
'''DUA'''
  
The user you are creating will be called bootstrap and will be used as a template in which to create your first actual user. The SNMP packages do this through a process of cloning the user’s properties.
+
Mendefinisikan pengguna. Pengguna yang kita buat akan disebut bootstrap dan akan digunakan sebagai template untuk membuat pengguna pertama. Paket SNMP melakukan ini melalui proses kloning properti pengguna.
  
When defining a new user, you must specify the authentication type (MD5 or SHA) as well as supply a passphrase that must be at least eight characters. If you plan on using encryption for the transfer, like you will in this tutorial, you also must specify the privacy protocol (DES or AES) and optionally a privacy protocol passphrase. If no privacy protocol passphrase is supplied, the authentication passphrase will be used for the privacy protocol as well.
+
Saat mendefinisikan pengguna baru, kita harus menentukan jenis otentikasi (MD5 atau SHA atau SHA-512 atau SHA-384 atau SHA-256 atau SHA-224 ) serta memberikan frasa sandi yang paling tidak harus delapan karakter. Jika kita berencana menggunakan enkripsi untuk transfer, kita harus menentukan protokol privasi (DES atau AES) dan secara opsional frasa sandi protokol privasi. Jika tidak ada frasa sandi protokol privasi yang diberikan, frasa sandi otentikasi juga akan digunakan untuk protokol privasi.
  
Add this createUser line to the end of the file:
+
Tambahkan createUser line di akhir file:
/etc/snmp/snmpd.conf
 
  
...
+
/etc/snmp/snmpd.conf
createUser bootstrap MD5 temp_password DES
+
 +
...
 +
createUser bootstrap MD5 temp_password DES
  
Now that you have a new user specified, you can set up the level of access that this user will have. In this tutorial you will set this up for your bootstrap user, and also for the new user you will be creating, called demo. You will allow them read and write access by using the rwuser directive (the alternative is rouser for read-only access).
+
Sekarang kita memiliki pengguna baru yang ditentukan, kita dapat mengatur tingkat akses yang akan dimiliki oleh pengguna ini. Dalam tutorial ini kita akan mengatur ini untuk pengguna bootstrap, dan juga untuk pengguna baru yang akan kita buat, yang disebut demo. Kita akan mengijinkan mereka read dan write akses dengan menggunakan petunjuk rwuser (alternatifnya adalah rouser untuk read-only access).
  
You will also enforce the use of encryption by specifying priv after your user. If you wanted to restrict the user to a specific part of the MIB, you could specify the highest-level object identifier (OID) that the user should have access to at the end of the line.
+
Kita juga akan menegakkan penggunaan enkripsi dengan menentukan priv setelah pengguna. Jika kita ingin membatasi pengguna ke bagian tertentu dari MIB, kita bisa menentukan highest-level object identifier (OID) yang bisa diakses pengguna di akhir baris.
  
For this tutorial’s purposes, both of your lines will be as follows:
+
Dalam tutorial ini, ke dua baris yang dibutuhkan adalah sebagai berikut,
/etc/snmp/snmpd.conf
+
 
 +
/etc/snmp/snmpd.conf
  
 
  ...
 
  ...
Line 102: Line 107:
 
  rwuser demo priv
 
  rwuser demo priv
  
When you are finished making these changes, save and close the file.
+
Setelah sudah konfigurasi snmpd.conf, save & close file.
  
To implement these changes, restart the snmpd service on your agent server:
+
'''TIGA - Restart'''
  
 
  sudo systemctl restart snmpd
 
  sudo systemctl restart snmpd
  
The SNMP daemon will listen for connections on port :161. Configure UFW to allow connections from the manager server to this port:
+
SNMP daemon akan mendengarkan port 161. Konfigurasi UFW untuk mengijinkan sambungan port 161
  
 
  sudo ufw allow from manager_server_ip_address to any port 161
 
  sudo ufw allow from manager_server_ip_address to any port 161
  
You can learn more about UFW in How To Set Up a Firewall with UFW on Ubuntu 18.04.
+
==Step 4 — Verify Authentication ke Agent Server==
  
Now that the agent server is configured, you can connect to your agent server from the manager server to verify the connection.
+
Selanjutnya test apakah kita bisa menyambungkan diri ke agent server dengan bootstrap account. Dalam net-snmp software suite kita mengenal beberapa pola (switch / flag) yang bisa digunakan, beberapa yang sering digunakan adalah,
  
==Step 4 — Verifying Authentication to the Agent Server==
+
* -v: men-spesifikasi versi SNMP, disini digunakan v3.
 +
* -c: men-spesifikasi community string di SNMP v1 atau v2 untuk authentikasi. Karena kita menggunakan v3, maka ini tidak dibutuhkan.
 +
* -u: username untuk authentikasi. Untuk read & modify, kita harus ter-authentikasi ke username yang sudah di set.
 +
* -l: set security level. Nilai-nya bisa '''noAuthNoPriv''' untuk no authentication & no encryption, '''authNoPriv''' untuk authentication tapi no encryption, dan '''authPriv''' untuk authentication & encryption. Username yang digunakan harus di konfigurasi untuk level security yang diinginkan tersebut.
 +
* -a: set authentication protocol yang digunakan. Nilai yang bisa MD5 atau SHA. Harus match dengan nilai di user yang di setup.
 +
* -x: set encryption protocol. Nilai yang bisa DES atau AES. Harus match dengan nilai di user yang di setup.
 +
* -A: set authentication password yang di set pada user yang di setup.
 +
* -X: set encryption paassword yang di set pada user yang di setup.
  
In this step, you will test to make sure you can connect with your bootstrap account to the agent server. Before that, however, this tutorial will talk a bit about the general structure of sending an SNMP command.
+
Untuk masuk kita dapat menggunakan perintah berikut,
 
 
When using the suite of tools included in the snmp package (the net-snmp software suite), there are a few patterns in the way you must call the commands. The first thing to do is authenticate with the SNMP daemon that you wish to communicate with. This usually involves supplying a few pieces of information. The common ones are as follows:
 
 
 
-v: This flag is used to specify the version of the SNMP protocol that you would like to use. This tutorial will be using v3.
 
-c: This flag is used if you are using SNMP v1 or v2-style community strings for authentication. Since you are using v3-style user-based authentication, you don’t need to do this.
 
-u: This parameter is used to specify the username that you wish to authenticate as. To read or modify anything using SNMP, you must authenticate with a known username.
 
-l: This is used to specify the security level that you are connecting with. The possible values are noAuthNoPriv for no authentication and no encryption, authNoPriv for authentication but no encryption, and authPriv for authentication and encryption. The username that you are using must be configured to operate at the security level you specify, or else the authentication will not succeed.
 
-a: This parameter is used to specify the authentication protocol that is used. The possible values are MD5 or SHA. This must match the information that was specified when the user was created.
 
-x: This parameter is used to specify the encryption protocol that is used. The possible values are DES or AES. This must match the information that was specified when the user was created. This is necessary whenever the user’s privilege specification has priv after it, making encryption mandatory.
 
-A: This is used to give the authentication passphrase that was specified when the user was created.
 
-X: This is the encryption passphrase that was specified when the user was created. If none was specified but an encryption algorithm was given, the authentication passphrase will be used. This is required when the -x parameter is given or whenever a user’s privilege specification has a priv after it, requiring encryption.
 
 
 
Using this information, you can construct your commands. Given how you set up your bootstrap user, the commands you will be using with that account will look like this:
 
  
 
  snmp_command -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password remote_host snmp_sub_command_or_options
 
  snmp_command -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password remote_host snmp_sub_command_or_options
  
From your manager server, test to make sure your bootstrap account is available. Type the following to display the system information for the agent server:
+
contoh,
  
 
  snmpget -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address 1.3.6.1.2.1.1.1.0
 
  snmpget -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address 1.3.6.1.2.1.1.1.0
  
The 1.3.6.1.2.1.1.1.0 string is the OID that is responsible for displaying system information. It will return the output of uname -a on the remote system.
+
String 1.3.6.1.2.1.1.1.0 adalah OID untuk men-display system information. Ini akan memberikan output uname -a dari mesin remote.
  
This will give the following output:
+
Contoh2 output,
  
Output
+
Output
SNMPv2-MIB::sysDescr.0 = STRING: Linux agent 4.15.0-66-generic #75-Ubuntu SMP Tue Oct 1 05:24:09 UTC 2019 x86_64
+
SNMPv2-MIB::sysDescr.0 = STRING: Linux agent 4.15.0-66-generic #75-Ubuntu SMP Tue Oct 1 05:24:09 UTC 2019 x86_64
 +
SNMPv2-MIB::sysDescr.0 = STRING: Linux server2004 5.4.0-28-generic #32-Ubuntu SMP Wed Apr 22 17:40:10 UTC 2020 x86_64
  
Now that you have verified that you can authenticate to the server running the SNMP daemon, you can continue on to create your regular user account.
 
  
==Step 5 — Setting Up the Regular User Account==
+
Sekarang setelah kita memverifikasi bahwa kita dapat mengautentikasi ke server yang menjalankan daemon SNMP, kita dapat melanjutkan membuat akun pengguna reguler kita.
  
Although you have specified the privileges for the demo user account in the snmpd.conf file, you haven’t actually created this user yet. In this step, you are going to use the bootstrap user as a template for your new user. You will do this using the snmpusm tool, which is used for user management.
+
==Step 5 — Setup Regular User Account==
  
On the manager server, you can create the user from the template using the snmpusm tool and the following general syntax:
+
Meskipun kita telah menentukan hak istimewa untuk akun pengguna demo di file snmpd.conf, kita belum benar-benar membuat pengguna ini. Pada langkah ini, kita akan menggunakan pengguna bootstrap sebagai template untuk pengguna baru. Kita akan melakukan ini menggunakan tool snmpusm, yang digunakan untuk manajemen pengguna.
  
snmpusm authentication_info agent_server_ip_address create new_user existing_user
+
Pada manager server, membuat user dari template menggunakan tool snmpusm tool dengan syntax berikut,
  
Using what you know about the authentication flags you need to pass, and leveraging the user account you already have (bootstrap), you can make a user that fits the user privileges you have already defined (demo).
+
snmpusm authentication_info agent_server_ip_address create new_user existing_user
  
The command will look like this:
+
contoh menggunakan demo user bootstrap,
  
 
  snmpusm -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address create demo bootstrap
 
  snmpusm -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address create demo bootstrap
Line 167: Line 166:
 
  User successfully created.
 
  User successfully created.
  
You now have a fully functioning user called demo on your agent server. However, it is still using the same authentication information as the bootstrap account. To increase security, you can change the password to something else. This time, you will use the demo account to authenticate. Remember, passwords must be at least eight characters long:
+
Ubah password (error?),
  
 
  snmpusm -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address passwd temp_password new_password
 
  snmpusm -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address passwd temp_password new_password
Line 176: Line 175:
 
  SNMPv3 Key(s) successfully changed.
 
  SNMPv3 Key(s) successfully changed.
  
You can test your new credentials and password by asking the agent server how long the SNMP service has been running. You will use the snmpget command to get a single value from the agent server.
 
  
This time, take advantage of the extra MIB definitions you downloaded to ask for the value by name instead of the OID numeric ID.
+
Mari kita test menggunakan perintah snmpget. Karena kita sudah men-download MIB Definition kita dapat menggunakan nama, bukan OID numeric ID, seperti
  
 
  snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0
 
  snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0
  
You will get back a value that represents the last time that the remote SNMP daemon was restarted:
+
Akan keluar nilai / waktu sejak kapan SNMP daemon di jalankan,
  
 
  Output
 
  Output
  DISMAN-EVENT-MIB::sysUpTimeInstance = Timeticks: (53309) 0:08:53.09
+
  DISMAN-EVENT-MIB::sysUpTimeInstance = Timeticks: (42998) 0:07:09.98
  
You now have a working user account named demo. In the next step, you will simplify working with SNMP commands by configuring the client.
+
Kita sekarang memiliki akun pengguna aktif bernama demo. Pada langkah berikutnya, kita akan menyederhanakan bekerja dengan perintah SNMP dengan mengkonfigurasi klien.
  
==Step 6 — Creating a Client Configuration File==
+
==Step 6 — buat Client Configuration File==
  
You have probably noticed by this point that the authentication details for all of your SNMP commands will be fairly static with each request. Rather than typing these in each time, you can create a client-side configuration file that will contain the credentials you are connecting with.
+
Kita mungkin telah memperhatikan sampai saat ini detail otentikasi untuk semua perintah SNMP akan cukup statis dengan setiap requset. Daripada mengetik ini setiap kali, kita dapat membuat file konfigurasi sisi klien yang akan berisi kredensial untuk sambungan.
  
The client configuration file can be placed in two different locations depending on how wide-spread you wish to share it.
+
File konfigurasi klien dapat ditempatkan di dua lokasi berbeda tergantung pada seberapa luas kita ingin membagikannya.
  
If you want to share your login credentials with any valid user on your management machine, you can place your configuration details into the global snmp.conf file on the manager server. You would need to open that file with sudo privileges:
+
Jika ingin bisa dibuka semua orang dengan sudo privilege, kita dapat mengedit file
  
 
  sudo nano /etc/snmp/snmp.conf
 
  sudo nano /etc/snmp/snmp.conf
  
If, however, you want to define the authentication credentials for your user alone, you can create a hidden .snmp directory within your user’s home directory on the manager server, and create the file there:
+
Jika hanya ingin bisa di akses, kita sendiri, bukan orang lain, dapat dibuat di home directory kita di manager server sebagai berikut,
  
 
  mkdir ~/.snmp
 
  mkdir ~/.snmp
 
  nano ~/.snmp/snmp.conf
 
  nano ~/.snmp/snmp.conf
  
Regardless of your decision on where to place your configuration, the contents will be the same.
+
Isi kedua file tersebut adalah sama.
  
The commands that you will be using to authenticate are in the following table. In the right-hand column, you can see the directive names used to set those configuration details within the snmp.conf file:
+
Perintah yang kita akan gunakan untuk authentikasi ada di tabel berikut ini.
Command Flag Description Translated snmp.conf directive
+
 
  -u username The SNMPv3 username to authenticate as. defSecurityName username
+
Command Flag Description                 Translated snmp.conf directive
  -l authPriv The security level to authenticate with. defSecurityLevel authPriv
+
  -u username SNMPv3 username         defSecurityName username
  -a MD5 The authentication protocol to use. defAuthType MD5
+
  -l authPriv Security level                 defSecurityLevel authPriv
  -x DES The privacy (encryption) protocol to use. defPrivType DES
+
  -a MD5 Authentication protocol defAuthType MD5
  -A passphrase The authentication passphrase for the supplied username. defAuthPassphrase  passphrase
+
  -x DES Privacy (encryption) protocol defPrivType DES
  -X passphrase The privacy passphrase from the supplied username. defPrivPassphrase passphrase
+
  -A passphrase Authentication passphrase defAuthPassphrase  passphrase
 +
  -X passphrase Privacy passphrase         defPrivPassphrase passphrase
 +
 
 +
Contoh snmp.conf file adalah sebagai berikut,
  
Using this information, you can construct an appropriate snmp.conf file. For this guide, it will look like this:
 
 
  snmp.conf
 
  snmp.conf
  
Line 225: Line 225:
 
  defPrivPassphrase new_password
 
  defPrivPassphrase new_password
  
When you are finished, save and close the file.
+
Dengan data file snmp.conf ini, kita tidak perlu mengetik perintah panjang berikut,
 
 
Now, you can issue commands without supplying the authentication details. You will only need the SNMP command, the host, and the command arguments.
 
 
 
Instead of typing:
 
  
 
  snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0
 
  snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0
  
You can type:
+
cukup,
  
 
  snmpget agent_server_ip_address sysUpTime.0
 
  snmpget agent_server_ip_address sysUpTime.0
  
As you can see, this significantly reduces the amount of information you need to supply in each request. Next, you will remove the bootstrap account to tighten the network security.
+
==Step 7 — Remove Bootstrap Account==
 
 
==Step 7 — Removing the Bootstrap Account==
 
  
Now that your regular account is configured correctly, you can remove the insecure bootstrap account.
+
Setelah yakin bahwa account regular kita di konfigurasi dengan baik, kita bisa membuat bootstrap account.
  
On your agent server, open the /etc/snmp/snmpd.conf file again with sudo privileges.
+
Di agent server, buka,
  
  sudo nano /etc/snmp/snmpd.conf
+
  sudo vi /etc/snmp/snmpd.conf
  
Find and comment out (or remove) both of the lines that you previously added that reference the bootstrap user:
+
Cari dan comment out (atau remove) dua line yang kita tambahkan untuk bootstrap user,
  
 
  /etc/snmp/snmpd.conf
 
  /etc/snmp/snmpd.conf
Line 256: Line 250:
 
  ...
 
  ...
  
Save and close the file.
+
Restart SNMP daemon:
 
 
Now, restart the SNMP daemon:
 
  
 
  sudo systemctl restart snmpd
 
  sudo systemctl restart snmpd
  
This will fulfill the recommendation of not having createUser directives in the normal snmpd.conf file. It will also remove privileges from that temporary user.
+
Jika kita ingin benar-benar me-remove bootstrap user dari usmUserTable, kita dapat menggunakan perintah,
 
 
If you want to completely remove the bootstrap user from the usmUserTable, you can do so by issuing this command from the manager server:
 
  
 
  snmpusm agent_server_ip_address delete bootstrap
 
  snmpusm agent_server_ip_address delete bootstrap
Line 272: Line 262:
 
  Output
 
  Output
 
  User successfully deleted.
 
  User successfully deleted.
 
==Conclusion==
 
 
At this point, you have a fully configured client-server setup that can communicate securely using the SNMP protocol. You can now add additional daemons on other hosts and configure account access across your entire infrastructure.
 
 
For further study, you can use our How To Use the Net-SNMP Tool Suite To Manage and Monitor Servers tutorial to learn about SNMP tools and how to use them to retrieve values one-by-one or by bulk and how to modify data.
 
  
 
==Referensi==
 
==Referensi==

Latest revision as of 09:15, 13 May 2020

Sumber: https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-install-and-configure-an-snmp-daemon-and-client-on-ubuntu-18-04


Sebagian besar menjadi administrator sistem mengumpulkan informasi yang akurat tentang server dan infrastruktur. Ada sejumlah tool dan opsi untuk mengumpulkan dan memproses informasi jenis ini. Banyak dari mereka dibangun di atas teknologi yang disebut SNMP.

SNMP adalah singkatan dari simple network management protocol. Ini adalah cara server dapat berbagi informasi tentang keadaan server saat ini, dan juga saluran di mana seorang administrator dapat mengubah pre-defined value. Sementara protokol itu sendiri ringan, struktur program yang mengimplementasikan SNMP dapat berkembang menjadi kompleks.

Dalam panduan ini, kita akan mengatur tool untuk berkomunikasi menggunakan SNMP. Kita akan menggunakan dua server Ubuntu 20.04 untuk mendemokan. Satu akan berisi SNMP manager, yang akan berbicara dengan agen untuk mengimplementasikan network device. Komputer tempat SNMP manager akan disebut server manajer. Server yang lain akan memiliki SNMP agent yang akan bertindak atas perintah dari server manajer. Ini akan disebut server agen. Kita dapat memilih untuk menginstal agen pada mesin manajer juga, tetapi memisahkannya membuatnya lebih mudah untuk menunjukkan fungsionalitas apa yang disediakan oleh masing-masing komponen.

Pra-Syarat

Ini tutorial ini kita akan membutuhkan:

  • Dua Ubuntu 20.04 server kosong.
  • Ada non-root user dengan sudo privileges.
  • Firewall yang di konfigurasi dengan ufw.

Step 1 — Installing the SNMP Daemon and Utilities

Masuk ke manager server (console admin SNMP), dengan perintah,

ssh your_username@manager_server_ip_address

Lakukan,

sudo apt update
sudo apt -y install snmp snmp-mibs-downloader

Paket snmp menyediakan koleksi tool CLI untuk mengirim SNMP request ke agen. Paket snmp-mibs-downloader akan membantu untuk menginstal dan mengelola file Management Information Base (MIB), yang melacak network object.

Masuk ke server agent, dengan perintah

ssh your_username@agent_server_ip_address

Lakukan

sudo apt update
sudo apt -y install snmpd

Perhatikan bahwa kita tidak memerlukan paket snmp-mibs-downloader, karena agent server tidak akan mengelola file MIB.

Step 2 — Konfigurasi SNMP Manager Server (Console SNMP Admin)

Seperti disebutkan sebelumnya, sebagian besar pekerjaan terjadi di agent server, sehingga konfigurasi kita pada server manajer akan tidak berat. Kita hanya perlu memodifikasi satu file untuk memastikan bahwa SNMP tool dapat menggunakan data MIB tambahan yang kita instal.

Pada manager server, buka /etc/snmp/snmp.conf

sudo vi /etc/snmp/snmp.conf

Pada file ini ada bebera comments dan single un-commented line. Untuk mengijinkan manager untuk import MIB file, comment out mibs :

# As the snmp packages come without MIB files due to license reasons, loading
# of MIBs is disabled by default. If you added the MIBs you can reenable
# loading them by commenting out the following line.
# mibs :

Save dan tutup snmp.conf

Step 3 — Konfigurasi SNMP Agent Server

Sebagai sistem client-server yang sebenarnya, agent server tidak memiliki tool eksternal / tambahan yang diperlukan untuk mengkonfigurasi SNMP setup-nya. Kita dapat memodifikasi beberapa file konfigurasi untuk membuat beberapa perubahan, tetapi sebagian besar perubahan yang perlu kita lakukan adalah untuk menghubungkan ke agent server ke management server.

Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan SNMP versi 3. Tidak seperti SNMPv1 dan v2, di SNMPv3 setiap pesan berisi parameter keamanan yang disandikan. Pada langkah ini kita akan mengonfigurasi aturan SNMPv3 otentikasi dan kontrol akses.

Untuk memulainya, pada agent server, bukan konfigurasi snmpd.conf sebagai berikut

sudo vi /etc/snmp/snmpd.conf

Kita akan melakukan beberapa perubahan kecil. Ini akan digunakan untuk mem-bootstrap konfigurasi agar bisa memanage server dari server lain.

SATU

Ubah agentAddress agar bisa di akses dari komputer lain

/etc/snmp/snmpd.conf
#  Listen for connections from the local system only
#agentAddress  udp:127.0.0.1:161
#  Listen for connections on all interfaces (both IPv4 *and* IPv6)
agentAddress udp:161,udp6:[::1]:161

Setelah selesai melakukan bootstraping, sebaiknya di set hanya localhost yang bisa akses.

DUA

Mendefinisikan pengguna. Pengguna yang kita buat akan disebut bootstrap dan akan digunakan sebagai template untuk membuat pengguna pertama. Paket SNMP melakukan ini melalui proses kloning properti pengguna.

Saat mendefinisikan pengguna baru, kita harus menentukan jenis otentikasi (MD5 atau SHA atau SHA-512 atau SHA-384 atau SHA-256 atau SHA-224 ) serta memberikan frasa sandi yang paling tidak harus delapan karakter. Jika kita berencana menggunakan enkripsi untuk transfer, kita harus menentukan protokol privasi (DES atau AES) dan secara opsional frasa sandi protokol privasi. Jika tidak ada frasa sandi protokol privasi yang diberikan, frasa sandi otentikasi juga akan digunakan untuk protokol privasi.

Tambahkan createUser line di akhir file:

/etc/snmp/snmpd.conf

...
createUser bootstrap MD5 temp_password DES

Sekarang kita memiliki pengguna baru yang ditentukan, kita dapat mengatur tingkat akses yang akan dimiliki oleh pengguna ini. Dalam tutorial ini kita akan mengatur ini untuk pengguna bootstrap, dan juga untuk pengguna baru yang akan kita buat, yang disebut demo. Kita akan mengijinkan mereka read dan write akses dengan menggunakan petunjuk rwuser (alternatifnya adalah rouser untuk read-only access).

Kita juga akan menegakkan penggunaan enkripsi dengan menentukan priv setelah pengguna. Jika kita ingin membatasi pengguna ke bagian tertentu dari MIB, kita bisa menentukan highest-level object identifier (OID) yang bisa diakses pengguna di akhir baris.

Dalam tutorial ini, ke dua baris yang dibutuhkan adalah sebagai berikut,

/etc/snmp/snmpd.conf
...
rwuser bootstrap priv
rwuser demo priv

Setelah sudah konfigurasi snmpd.conf, save & close file.

TIGA - Restart

sudo systemctl restart snmpd

SNMP daemon akan mendengarkan port 161. Konfigurasi UFW untuk mengijinkan sambungan port 161

sudo ufw allow from manager_server_ip_address to any port 161

Step 4 — Verify Authentication ke Agent Server

Selanjutnya test apakah kita bisa menyambungkan diri ke agent server dengan bootstrap account. Dalam net-snmp software suite kita mengenal beberapa pola (switch / flag) yang bisa digunakan, beberapa yang sering digunakan adalah,

  • -v: men-spesifikasi versi SNMP, disini digunakan v3.
  • -c: men-spesifikasi community string di SNMP v1 atau v2 untuk authentikasi. Karena kita menggunakan v3, maka ini tidak dibutuhkan.
  • -u: username untuk authentikasi. Untuk read & modify, kita harus ter-authentikasi ke username yang sudah di set.
  • -l: set security level. Nilai-nya bisa noAuthNoPriv untuk no authentication & no encryption, authNoPriv untuk authentication tapi no encryption, dan authPriv untuk authentication & encryption. Username yang digunakan harus di konfigurasi untuk level security yang diinginkan tersebut.
  • -a: set authentication protocol yang digunakan. Nilai yang bisa MD5 atau SHA. Harus match dengan nilai di user yang di setup.
  • -x: set encryption protocol. Nilai yang bisa DES atau AES. Harus match dengan nilai di user yang di setup.
  • -A: set authentication password yang di set pada user yang di setup.
  • -X: set encryption paassword yang di set pada user yang di setup.

Untuk masuk kita dapat menggunakan perintah berikut,

snmp_command -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password remote_host snmp_sub_command_or_options

contoh,

snmpget -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address 1.3.6.1.2.1.1.1.0

String 1.3.6.1.2.1.1.1.0 adalah OID untuk men-display system information. Ini akan memberikan output uname -a dari mesin remote.

Contoh2 output,

Output
SNMPv2-MIB::sysDescr.0 = STRING: Linux agent 4.15.0-66-generic #75-Ubuntu SMP Tue Oct 1 05:24:09 UTC 2019 x86_64
SNMPv2-MIB::sysDescr.0 = STRING: Linux server2004 5.4.0-28-generic #32-Ubuntu SMP Wed Apr 22 17:40:10 UTC 2020 x86_64


Sekarang setelah kita memverifikasi bahwa kita dapat mengautentikasi ke server yang menjalankan daemon SNMP, kita dapat melanjutkan membuat akun pengguna reguler kita.

Step 5 — Setup Regular User Account

Meskipun kita telah menentukan hak istimewa untuk akun pengguna demo di file snmpd.conf, kita belum benar-benar membuat pengguna ini. Pada langkah ini, kita akan menggunakan pengguna bootstrap sebagai template untuk pengguna baru. Kita akan melakukan ini menggunakan tool snmpusm, yang digunakan untuk manajemen pengguna.

Pada manager server, membuat user dari template menggunakan tool snmpusm tool dengan syntax berikut,

snmpusm authentication_info agent_server_ip_address create new_user existing_user

contoh menggunakan demo user bootstrap,

snmpusm -u bootstrap -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address create demo bootstrap

You will receive the following message:

Output
User successfully created.

Ubah password (error?),

snmpusm -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A temp_password -X temp_password agent_server_ip_address passwd temp_password new_password

You will receive the following message back:

Output
SNMPv3 Key(s) successfully changed.


Mari kita test menggunakan perintah snmpget. Karena kita sudah men-download MIB Definition kita dapat menggunakan nama, bukan OID numeric ID, seperti

snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0

Akan keluar nilai / waktu sejak kapan SNMP daemon di jalankan,

Output
DISMAN-EVENT-MIB::sysUpTimeInstance = Timeticks: (42998) 0:07:09.98

Kita sekarang memiliki akun pengguna aktif bernama demo. Pada langkah berikutnya, kita akan menyederhanakan bekerja dengan perintah SNMP dengan mengkonfigurasi klien.

Step 6 — buat Client Configuration File

Kita mungkin telah memperhatikan sampai saat ini detail otentikasi untuk semua perintah SNMP akan cukup statis dengan setiap requset. Daripada mengetik ini setiap kali, kita dapat membuat file konfigurasi sisi klien yang akan berisi kredensial untuk sambungan.

File konfigurasi klien dapat ditempatkan di dua lokasi berbeda tergantung pada seberapa luas kita ingin membagikannya.

Jika ingin bisa dibuka semua orang dengan sudo privilege, kita dapat mengedit file

sudo nano /etc/snmp/snmp.conf

Jika hanya ingin bisa di akses, kita sendiri, bukan orang lain, dapat dibuat di home directory kita di manager server sebagai berikut,

mkdir ~/.snmp
nano ~/.snmp/snmp.conf

Isi kedua file tersebut adalah sama.

Perintah yang kita akan gunakan untuk authentikasi ada di tabel berikut ini.

Command Flag Description Translated snmp.conf directive

-u username 	SNMPv3 username 	        defSecurityName username
-l authPriv 	Security level 	                defSecurityLevel authPriv
-a MD5 	Authentication protocol 	defAuthType MD5
-x DES 	Privacy (encryption) protocol 	defPrivType DES
-A passphrase 	Authentication passphrase 	defAuthPassphrase  passphrase
-X passphrase 	Privacy passphrase 	        defPrivPassphrase passphrase

Contoh snmp.conf file adalah sebagai berikut,

snmp.conf
defSecurityName demo
defSecurityLevel authPriv
defAuthType MD5
defPrivType DES
defAuthPassphrase new_password
defPrivPassphrase new_password

Dengan data file snmp.conf ini, kita tidak perlu mengetik perintah panjang berikut,

snmpget -u demo -l authPriv -a MD5 -x DES -A new_password -X new_password agent_server_ip_address sysUpTime.0

cukup,

snmpget agent_server_ip_address sysUpTime.0

Step 7 — Remove Bootstrap Account

Setelah yakin bahwa account regular kita di konfigurasi dengan baik, kita bisa membuat bootstrap account.

Di agent server, buka,

sudo vi /etc/snmp/snmpd.conf

Cari dan comment out (atau remove) dua line yang kita tambahkan untuk bootstrap user,

/etc/snmp/snmpd.conf
...
#createUser bootstrap MD5 temp_password DES
#rwuser bootstrap priv
...

Restart SNMP daemon:

sudo systemctl restart snmpd

Jika kita ingin benar-benar me-remove bootstrap user dari usmUserTable, kita dapat menggunakan perintah,

snmpusm agent_server_ip_address delete bootstrap

You will receive the following response:

Output
User successfully deleted.

Referensi

Pranala Menarik