Difference between revisions of "MRTG: Advanced"

From OnnoWiki
Jump to navigation Jump to search
 
(53 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 8: Line 8:
 
Di Ubuntu 20.04, instalasi menggunakan
 
Di Ubuntu 20.04, instalasi menggunakan
  
  apt update
+
  sudo apt update
  apt -y install snmpd snmp libsnmp-dev  
+
  sudo apt -y install snmpd snmp libsnmp-dev  
 +
sudo apt -y install snmp-mibs-downloader
 +
sudo sed -i 's/mibs :/# mibs :/g' /etc/snmp/snmp.conf
 +
 
 +
Cek
 +
 
 +
snmptranslate -On -IR ifTable
 +
snmptranslate .1.3.6.1.2.1.2.2
  
  
Line 18: Line 25:
 
Kita dapat dengan mudah menemukan MIB di Linux dengan menggunakan perintah locate dan memfilter output untuk menyertakan hanya nilai dengan kata "snmp" di dalamnya. Seperti yang dapat Anda lihat dalam kasus ini, MIB terletak di direktori /usr/share/snmp/mibs:
 
Kita dapat dengan mudah menemukan MIB di Linux dengan menggunakan perintah locate dan memfilter output untuk menyertakan hanya nilai dengan kata "snmp" di dalamnya. Seperti yang dapat Anda lihat dalam kasus ini, MIB terletak di direktori /usr/share/snmp/mibs:
  
 +
apt -y install mlocate
 
  locate mib | grep snmp
 
  locate mib | grep snmp
  
 
 
[root@bigboy tmp]# locate mib | grep snmp
 
/usr/share/doc/net-snmp-5.0.6/README.mib2c
 
/usr/share/snmp/mibs
 
/usr/share/snmp/mibs/DISMAN-SCHEDULE-MIB.txt
 
 
  ...
 
  ...
 +
/usr/share/snmp/mibs/LM-SENSORS-MIB.txt
 +
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-AGENT-MIB.txt
 +
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-EXAMPLES-MIB.txt
 +
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-EXTEND-MIB.txt
 +
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-MIB.txt
 
  ...
 
  ...
[root@bigboy tmp]#
 
  
Konfigurasi MIB adalah text file yang bisa di search menggunakan keyword di perintah grep. Contoh berikut mencari MIB yang berhubungan dengan connections,
 
  
grep -i tcp /usr/share/snmp/mibs/*.txt | grep connections
+
Konfigurasi MIB adalah text file yang bisa di search menggunakan keyword di perintah grep. Contoh berikut melihat semua OBJECT-TYPE dalam MIB,
  
  ...
+
  grep -i OBJECT-TYPE -r /usr/share/snmp/
RFC1213-MIB.txt: "The limit on the total number of TCP connections
 
RFC1213-MIB.txt: "The number of times TCP connections have made a
 
...
 
TCP-MIB.txt:    "The number of times TCP connections have made a
 
...
 
...
 
[root@silent mibs]#
 
  
 
Kita bisa membaca MIB menggunakan text editor. JANGAN DIUBAH, karena mengubah akan menyebabkan SNMP gagal. MIB sangat kompelks, tapi untung-nya bagian penting biasanya di commented.
 
Kita bisa membaca MIB menggunakan text editor. JANGAN DIUBAH, karena mengubah akan menyebabkan SNMP gagal. MIB sangat kompelks, tapi untung-nya bagian penting biasanya di commented.
Line 62: Line 60:
 
Kita perlu mengeksplorasi perbedaan antara terminologi SNMP dan MRTG lebih terinci nanti. Memahami mereka akan menjadi penting dalam memahami bagaimana menggunakan MRTG untuk track nilai MIB.
 
Kita perlu mengeksplorasi perbedaan antara terminologi SNMP dan MRTG lebih terinci nanti. Memahami mereka akan menjadi penting dalam memahami bagaimana menggunakan MRTG untuk track nilai MIB.
  
==Testing Your MIB Value==
+
==Test MIB Value==
 +
 
 +
Setelah kita mengidentifikasi nilai MIB yang menarik untuk sistem Linux, kita dapat menggunakan perintah snmpwalk untuk melakukan polling. Sering kali digunakan text alias dalam MIB hanya mereferensikan cabang OID dan bukan OID data yang terletak di leaf terakhir  dengan angka tambahan seperti ".0" atau ".1". Perintah snmpget tidak berfungsi pada branch yang memberikan error MIB variable couldn't be found.
  
Once you have identified an interesting MIB value for your Linux system you can then use the snmpwalk command to poll it. Many times the text aliases in a MIB only reference the OID branch and not the OID the data located in a leaf ending in an additional number like a ".0" or ".1". The snmpget command doesn't work with branches giving an error stating that the MIB variable couldn't be found.
+
Untuk itu set
  
In the example below, the ssCpuRawUser OID alias was found to be interesting, but the snmpget command fails to get a value. Follow up with the snmpwalk command shows that the value is located in ssCpuRawUser.0 instead. The snmpget is then successful in retrieving the "counter32" type data with a current value of 396271.
+
vi /etc/snmp/snmp.conf
  
  [root@bigboy tmp]# snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
+
tambah Read Only Community craz33guy (dan Restart snmpd)
 +
 
 +
rocommunity craz33guy localhost
 +
 
 +
Dalam contoh di bawah ini, alias OID ssCpuRawUser tampaknya menarik, tetapi perintah snmpget gagal mendapatkan nilai. Tindak lanjut dengan perintah snmpwalk menunjukkan bahwa nilai terletak di ssCpuRawUser.0 sebagai gantinya. Snmpget tersebut kemudian berhasil mengambil data tipe "counter32" dengan nilai saat ini adalah 396271.
 +
 
 +
  # snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
 
  Error in packet
 
  Error in packet
 
  Reason: (noSuchName) There is no such variable name in this MIB.
 
  Reason: (noSuchName) There is no such variable name in this MIB.
 
  Failed object: UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser
 
  Failed object: UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser
[root@bigboy tmp]#
 
 
 
[root@bigboy tmp]# snmpwalk -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
 
UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 396241
 
[root@bigboy tmp]# snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser.0
 
UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 396271
 
[root@bigboy tmp]#
 
  
The MIB values that work successfully with snmpget are the ones you should use with MRTG.
+
# snmpwalk -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
 +
UUCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 2849
 +
 
 +
# snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser.0
 +
UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 2851
 +
 
 +
Nilai MIB yang berhasil bekerja dengan snmpget adalah yang dapat kita gunakan dengan MRTG.
  
==Differences In MIB And MRTG Terminology==
+
==Perbedaan terminologi di MIB dan MRTG==
  
Always keep in mind that MRTG refers to MIB counter values as counter values. It refers to MIB integer and gauge values as gauge. By default, MRTG considers all values to be counters.
+
Selalu ingat bahwa MRTG merujuk pada MIB counter value sebagai counter value. Ini mengacu pada MIB integer dan gauge value sebagai ukuran. Secara default, MRTG menganggap semua nilai sebagai counter.
  
MRTG doesn't plot counter values as a constantly increasing graph, it plots only how much the value has changed since the last polling cycle. CPU usage is typically tracked by MIBs as a counter value; fortunately, you can edit your MRTG configuration file to make it graph this information in a percentage use format (more on this later).
+
MRTG tidak memplot counter value sebagai grafik yang terus meningkat, MRTG memplot hanya berapa banyak perubahan nilai sejak siklus polling terakhir. Penggunaan CPU biasanya dilacak oleh MIB sebagai counter value; untungnya, kita dapat mengedit file konfigurasi MRTG untuk menjadikannya grafik informasi ini dalam format persentase penggunaan.
  
The syntax type, the MIB object name, and the description of what it does are the most important things you need to know when configuring MRTG; I'll come back to these later.
+
Jenis sintaks, nama objek MIB, dan deskripsi tentang apa yang dilakukannya adalah hal terpenting yang perlu kita ketahui saat mengonfigurasi MRTG.CPU Dan Memory Monitoring MIB
The CPU And Memory Monitoring MIB
 
  
 
The UCD-SNMP-MIB MIB keeps track of a number of key performance MIB objects, including the commonly used ones in Table 23-1.
 
The UCD-SNMP-MIB MIB keeps track of a number of key performance MIB objects, including the commonly used ones in Table 23-1.
Line 97: Line 101:
 
  ssCpuRawUser Counter Counter
 
  ssCpuRawUser Counter Counter
  
Total CPU usage by applications run by nonprivileged users since the system booted. Adding the user, system, and nice values can give a good approximation of total CPU usage..
+
Total penggunaan CPU oleh aplikasi yang dijalankan oleh pengguna nonprivileged sejak sistem di-boot. Menambahkan nilai pengguna, sistem, dan bagus dapat memberikan perkiraan yang baik tentang total penggunaan CPU ..
  
 
  ssCpuRawSystem Counter Counter Total CPU usage by applications run by privileged system processes since the system booted.
 
  ssCpuRawSystem Counter Counter Total CPU usage by applications run by privileged system processes since the system booted.
Line 103: Line 107:
 
  ssCpuRawIdle Counter Counter
 
  ssCpuRawIdle Counter Counter
  
The percentage of the time the CPU is running idle. Subtracting this value from 100 can give a good approximation of total CPU usage.
+
Persentase waktu CPU berjalan idle. Mengurangkan nilai ini dari 100 dapat memberikan perkiraan yang baik tentang total penggunaan CPU.
 +
 
 
  memAvailReal Integer Gauge Available Physical Memory Space On The Host
 
  memAvailReal Integer Gauge Available Physical Memory Space On The Host
  
==The TCP/IP Monitoring MIB==
+
==TCP/IP Monitoring MIB==
 +
 
 +
MIB TCP-MIB men-track informasi koneksi data dan berisi objek tcpActiveOpens dan tcpCurrEstab yang sangat berguna. Tabel 23.2 merinci objek paling penting dalam TCP-MIB.
  
The TCP-MIB MIB keeps track of data connection information and contains the very useful tcpActiveOpens and tcpCurrEstab objects. Table 23.2 details the most important objects in TCP-MIB.
 
 
Table 23-2 Important Objects In The TCP-MIB MIB
 
Table 23-2 Important Objects In The TCP-MIB MIB
  
  UCD-SNMP-MIB Object Variable MIB Type MRTG Type Description
+
  UCD-SNMP-MIB   Object   Variable MIB Type MRTG Type Description
  tcpActiveOpens Counter Counter Measures the number of completed TCP connections.
+
  tcpActiveOpens Counter Counter   Measures the number of completed TCP connections.
  tcpCurrEstab Gauge Gauge Measures the number of TCP connections in the established state
+
  tcpCurrEstab Gauge Gauge   Measures the number of TCP connections in the established state
  tcpInErrs Counter Counter Total number of TCP segments with bad checksum errors
+
  tcpInErrs Counter Counter   Total number of TCP segments with bad checksum errors
  
==Manually Configuring Your MRTG File==
+
==Konfigurasi Manual MRTG File==
  
The MRTG cfgmaker program creates configuration files for network interfaces only, simultaneously tracking two OIDs: the NIC's input and output data statistics. The mrtg program then uses these configuration files to determine the type of data to record in its data directory. The indexmaker program also uses this information to create the overview, or Summary View Web page for the MIB OIDs you're monitoring.
+
Program cfgmaker MRTG membuat file konfigurasi untuk interface jaringan saja, secara bersamaan melacak dua OID: statistik input dan output data NIC. Program mrtg kemudian menggunakan file-file konfigurasi ini untuk menentukan tipe data yang akan direkam dalam direktori datanya. Program pembuat indeks juga menggunakan informasi ini untuk membuat overview, atau Summary View Web page untuk MIB OID yang kita pantau.
  
This Summary View page shows daily statistics only. You have to click on the Summary View graphs to get the Detailed View page behind it with the daily, weekly, monthly, and annual graphs. Some of the parameters in the configuration file refer to the Detailed View, others refer to the Summary View.
+
Summary View page ini hanya menampilkan statistik harian. Kita harus mengklik Summary View graphs untuk mendapatkan Detailed View page di belakangnya dengan grafik harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Beberapa parameter dalam file konfigurasi merujuk ke Detailed View, yang lain merujuk pada Summary View.
  
If you want to monitor any other pairs of OIDs, you have to manually create the configuration files, because cfgmaker isn't aware of any OIDs other than those related to a NIC. The mrtg and indexmaker program can be fed individual OIDs from a customized configuration file and will function as expected if you edit the file correctly.
+
Jika kita ingin memantau pasangan OID lain, kita harus secara manual membuat file konfigurasi, karena pembuat cfgmaker tidak mengetahui adanya OID selain yang terkait dengan NIC. Program mrtg dan pembuat indeks dapat diberi fed masing-masing OID dari file konfigurasi yang disesuaikan dan akan berfungsi seperti yang diharapkan jika kita mengedit file dengan benar.
  
==Parameter Formats==
+
===Parameter Format===
  
MRTG configuration parameters are always followed by a graph name surrounded by square brackets and a colon. The format looks like this:
+
Parameter konfigurasi MRTG selalu diikuti oleh nama grafik yang ditutup oleh kurung siku dan titik dua. Formatnya terlihat seperti ini:
  
 
  Parameter[graph name]: value
 
  Parameter[graph name]: value
  
For ease of editing, the parameters for a particular graph are usually grouped together. Each graph can track two OIDS listed in the Target parameter, which is usually placed at the very top of the graph name list. The two OID values are separated by an & symbol; the first one can be is the input OID, and the second one is the output OID.
+
Untuk memudahkan pengeditan, parameter untuk grafik tertentu biasanya dikelompokkan bersama. Setiap grafik dapat melacak dua OIDS yang tercantum dalam parameter Target, yang biasanya ditempatkan di bagian paling atas dari daftar nama grafik. Dua nilai OID dipisahkan oleh simbol &; yang pertama adalah input OID, dan yang kedua adalah output OID.
  
==Legend Parameters==
+
===Legend Parameter===
  
On the Detailed View Web page, each graph has a legend that shows the max, average, and current values of the graph's OID statistics. You can use the legendI parameter for the description of the input graph (first graph OID) and the legendO for the output graph (second graph OID).
+
Pada halaman Detailed View Web, setiap grafik memiliki legend yang menunjukkan nilai maks, rata-rata, dan terkini dari statistik OID grafik. Kita dapat menggunakan parameter legendI untuk deskripsi grafik input (OID grafik pertama) dan legendO untuk grafik output (OID grafik kedua).
  
The space available under each graph's legend is tiny so MRTG also has legend1 and legend2 parameters that are placed at the very bottom of the page to provide more details. Parameter legend1 is the expansion of legendI, and legend2 is the expansion of legendO.
+
Ruang yang tersedia di bawah setiap legenda grafik sangat kecil sehingga MRTG juga memiliki parameter legend1 dan legend2 yang ditempatkan di bagian paling bawah halaman untuk memberikan rincian lebih lanjut. Parameter legend1 adalah perluasan dari legendI, dan legend2 adalah perluasan dari legendO.
  
The Ylegend is the legend for the Y axis, the value you are trying to compare. In the case of a default MRTG configuration this would be the data flow through the interface in bits or bytes per second. Here is an example of the legends of a default MRTG configuration:
+
Ylegend adalah legend untuk sumbu Y, nilai yang kita coba bandingkan. Dalam hal konfigurasi MRTG default, ini akan menjadi aliran data melalui interface dalam bit atau byte per detik. Berikut adalah contoh legenda konfigurasi MRTG default:
  
 
  YLegend[graph1]: Bits per second
 
  YLegend[graph1]: Bits per second
Line 146: Line 152:
 
  LegendO[graph1]: Out
 
  LegendO[graph1]: Out
  
You can prevent MRTG from printing the legend at the bottom of the graph by leaving the value of the legend blank like this:
+
Kita dapat mencegah MRTG dari mencetak legenda di bagian bawah grafik dengan membiarkan nilai legenda kosong seperti ini:
  
 
  LegendI[graph1]:
 
  LegendI[graph1]:
  
Later you'll learn how to match the legends to the OIDs for a variety of situations.
+
Nanti kita akan belajar cara mencocokkan legenda dengan OID untuk berbagai situasi.
  
==Options Parameters==
+
===Options Parameter===
  
Options parameters provide MRTG with graph formatting information. The growright option makes sure the data at the right of the screen is for the most current graph values. This usually makes the graphs more intuitively easy to read. MRTG defaults to growing from the left.
+
Parameter option memberi MRTG informasi pemformatan grafik. Opsi growright memastikan data di kanan layar adalah untuk nilai grafik terkini. Ini biasanya membuat grafik lebih mudah dibaca secara intuitif. MRTG default untuk tumbuh dari kiri.
  
The nopercent option prevents MRTG from printing percentage style statistics in the legends at the bottom of the graph. The gauge option alerts MRTG to the fact that the graphed values are of the gauge type. If the value you are monitoring is in bytes, then you can convert the output to bits using the bits option. Likewise, you can convert per second values to per minute graphs using the perminute option. Here are some examples for two different graphs:
+
Opsi nopercent mencegah MRTG dari mencetak statistik gaya persentase dalam legenda di bagian bawah grafik. Opsi gauge mengingatkan MRTG pada fakta bahwa nilai-nilai grafik dari tipe gauge. Jika nilai yang kita pantau adalah dalam byte, maka Anda dapat mengonversi output menjadi bit menggunakan opsi bit. Demikian juga, kita dapat mengonversi nilai per detik ke grafik per menit menggunakan opsi perminute. Berikut adalah beberapa contoh untuk dua grafik yang berbeda:
  
 
  options[graph1]: growright,nopercent,perminute
 
  options[graph1]: growright,nopercent,perminute
 
  options[graph2]: gauge,bits
 
  options[graph2]: gauge,bits
  
If you place this parameter at the top with a label of [_] it gets applied to all the graphs defined in the file. Here's an example.
+
Jika kita menempatkan parameter ini di bagian atas dengan label [_] ini akan diterapkan ke semua grafik yang ditentukan dalam file. Berikut contohnya.
  
 
  options[_]: growright
 
  options[_]: growright
  
==Title Parameters==
+
===Title Parameter===
  
The title on the Summary Page is provided by the Title parameter, the PageTop parameter tells the title for the Detailed View page. The PageTop string must start with < H1 > and end with < H1 >.
+
Title pada Summary Page disediakan oleh parameter Title, parameter PageTop memberitahu title untuk halaman Detailed View. String PageTop harus dimulai dengan < H1 > dan diakhiri dengan < H1 >.
  
 
  Title[graph1]: Interface eth0
 
  Title[graph1]: Interface eth0
  PageTop[graph1]: < H1 >Detailed Statistics For Interface eth0 < H1 >
+
  PageTop[graph1]: < H1 > Detailed Statistics For Interface eth0 < H1 >
  
==Scaling Parameters==
+
===Scaling Parameter===
  
The MaxBytes parameter is the maximum amount of data MRTG will plot on a graph. Anything more than this seems to disappear over the edge of the graph.
+
Parameter MaxBytes adalah jumlah maksimum data yang akan plot MRTG pada grafik. Apa pun lebih dari ini tampaknya menghilang di tepi grafik.
  
MRTG also tries to adjust its graphs so that the largest value plotted on the graph is always close to the top. This is so even if you set the MaxBytes parameter.
+
MRTG juga mencoba menyesuaikan grafiknya sehingga nilai terbesar yang diplot pada grafik selalu dekat ke atas. Ini bahkan jika Anda mengatur parameter MaxBytes.
  
When you are plotting a value that has a known maximum and you always want to have this value at the top of the vertical legend, you may want to turn off MRTG's auto scaling. If you are plotting percentage CPU usage, and the server reaches a maximum of 60%, with scaling, MRTG will have a vertical plot of 0% to 60%, so that the vertical peak is near the top of the graph image.
+
Ketika kita merencanakan nilai yang memiliki nilai maksimum yang diketahui dan kita selalu ingin memiliki nilai ini di bagian atas legenda vertikal, kita mungkin ingin mematikan penskalaan otomatis MRTG. Jika kita merencanakan persentase penggunaan CPU, dan server mencapai maksimum 60%, dengan scaling, MRTG akan memiliki plot vertikal 0% hingga 60%, sehingga puncak vertikal berada di dekat bagian atas gambar grafik.
  
When scaling is off, and MaxBytes is set to 100, then the peak will be only 60% of the way up as the graph plots from 0% to 100%. The example removes scaling from the yearly, monthly, weekly, and daily views on the Detailed View page and gives them a maximum value of 100.
+
Ketika scaling dimatikan, dan MaxBytes diatur ke 100, maka puncaknya akan hanya 60% dari jalan karena grafik plot dari 0% hingga 100%. Contoh ini menghilangkan scaling dari tampilan tahunan, bulanan, mingguan, dan harian pada halaman Detailed View dan memberi mereka nilai maksimum 100.
  
 
  Unscaled[graph1]: ymwd
 
  Unscaled[graph1]: ymwd
 
  MaxBytes[graph1]: 100
 
  MaxBytes[graph1]: 100
  
==Defining The MIB Target Parameters==
+
==Mendefinisikan MIB Target Parameter==
  
As stated before, MRTG always tries to compare two MIB OID values that are defined by the Target parameter. You have to specify the two MIB OID objects, the SNMP password and the IP address of the device you are querying in this parameter, and separate them with an & character:
+
Seperti yang dinyatakan sebelumnya, MRTG selalu mencoba untuk membandingkan dua nilai OIB MIB yang ditentukan oleh parameter Target. Kita harus menentukan dua objek MIB OID, SNMP password dan alamat IP perangkat yang di query dalam parameter ini, dan pisahkan dengan karakter &:
  
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>
  
The numeric value, in this case .0, at the end of the MIB is required. The next example uses the SNMP command to return the user mode CPU utilization of a Linux server. Notice how the .0 is tagged onto the end of the output.
+
Nilai numerik, dalam hal ini .0, pada akhir MIB diperlukan. Contoh berikutnya menggunakan perintah SNMP untuk mengembalikan user mode CPU utilization dari Linux server. Perhatikan bagaimana .0 di tambahkan pada akhir output.
  
 
  [root@silent mibs]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
 
  [root@silent mibs]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
Line 206: Line 212:
  
  
So in the example below, legend1 and legendI describe mib-object-1.0 and legend2 and legendO describe mib-object-2.0.
+
Jadi pada contoh di bawah ini, legend1 dan legendI menggambarkan mib-objek-1.0 dan legend2 dan legendo menjelaskan mib-object-2.0.
  
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>
  
==Plotting Only One MIB Value==
+
==Plotting hanya Satu MIB Value==
  
If you want to plot only one MIB value, you can just repeat the target MIB in the definition as in the next example, which plots only mib-object-1. The resulting MRTG graph actually superimposes the input and output graphs one on top of the other.
+
Jika kita ingin memplot hanya satu nilai MIB, kita bisa mengulangi target MIB dalam definisi seperti pada contoh berikut, yang plotnya hanya mib-object-1. Grafik MRTG yang dihasilkan sebenarnya menumpangkan grafik input dan output satu di atas yang lain.
  
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-1.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-1.0:<SNMP-password>@<IP-address>
  
==Adding MIB Values Together For a Graph==
+
==Menambahkan MIB Value menjadi satu untuk sebuah Grafik==
  
You can use the plus sign between the pairs of MIB object values to add them together. The next example adds mib-object-1.0 and mib-object-3.0 for one graph and adds mib-object-2.0 and mib-object-4.0 for the other.
+
Kita bisa menggunakan tanda plus di antara pasangan nilai objek MIB untuk menambahkannya menjadi satu. Contoh berikutnya menambahkan mib-objek-1.0 dan mib-objek-3.0 untuk satu grafik dan menambahkan mib-objek-2.0 dan mib-objek-4.0 untuk yang lainnya.
  
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address> + mib-object-3.0&mib-object-4.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address> + mib-object-3.0&mib-object-4.0:<SNMP-password>@<IP-address>
  
You can use other mathematical operators, such as subtract (-), multiply (*), and divide (%). Left and right parentheses are also valid. There must be white spaces before and after all these operators for MRTG to work correctly. If not, you'll get oddly shaded graphs.
+
Kita dapat menggunakan operator matematika lainnya, seperti kurang (-), kali (*), dan bagi (%). Tanda kurung kiri dan kanan juga valid. Harus ada spasi sebelum dan sesudah semua operator ini agar MRTG berfungsi dengan benar. Jika tidak, kita akan mendapatkan grafik berbayang yang aneh.
  
 
==Sample Target: Total CPU Usage==
 
==Sample Target: Total CPU Usage==
  
Linux CPU usage is occupied by system processes, user mode processes, and a few processes running in nice mode. This example adds them all together in a single plot.
+
Penggunaan CPU Linux ditempati oleh proses sistem, user mode process, dan beberapa proses berjalan dalam nice mode. Contoh ini mengumpulkan semuanya dalam satu plot.
  
 
  Target[graph1]:ssCpuRawUser.0&ssCpuRawUser.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawSystem.0&ssCpuRawSystem.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawNice.0&ssCpuRawNice.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]:ssCpuRawUser.0&ssCpuRawUser.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawSystem.0&ssCpuRawSystem.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawNice.0&ssCpuRawNice.0:<SNMP-password>@<IP-address>
  
Be sure to place this command on a single line
+
Pastikan untuk menempatkan perintah ini pada satu baris
  
 
==Sample Target: Memory Usage==
 
==Sample Target: Memory Usage==
  
Here is an example for the plotting the amount of free memory versus the total RAM installed in the server. Notice that this is a gauge type variable.
+
Berikut ini adalah contoh untuk merencanakan jumlah memori bebas versus total RAM yang terpasang di server. Perhatikan bahwa ini adalah gauge type variable.
  
 
  Target[graph1]: memAvailReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: memAvailReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  options[graph1]: nopercent,growright,gauge
 
  options[graph1]: nopercent,growright,gauge
  
Next, plot the percentage of available memory. Notice how the mandatory white spaces separate the mathematical operators from the next target element.
+
Selanjutnya, plot persentase memori yang tersedia. Perhatikan bagaimana space wajib memisahkan operator matematika dari elemen target berikutnya.
  
 
  Target[graph1]: ( memAvailReal.0& memAvailReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> ) * 100 / (  memTotalReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> )
 
  Target[graph1]: ( memAvailReal.0& memAvailReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> ) * 100 / (  memTotalReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> )
Line 246: Line 252:
 
==Sample Target: Newly Created Connections==
 
==Sample Target: Newly Created Connections==
  
HTTP traffic caused by Web browsing usually consists of many very short lived connections. The tcpPassiveOpens MIB object tracks newly created connections and is suited for this type of data transfer. The tcpActiveOpens MIB object monitors new connections originating from the server. On smaller Web sites you may want to use the perminute option to make the graphs more meaningful.
+
HTTP traffic yang disebabkan oleh Web browsing biasanya terdiri dari banyak koneksi yang sangat singkat. Objek MIB tcpPassiveOpens men-track koneksi yang baru dibuat dan cocok untuk jenis transfer data ini. Objek MIB tcpActiveOpens memonitor koneksi baru yang berasal dari server. Di situs Web yang lebih kecil kita mungkin ingin menggunakan opsi perminute untuk membuat grafik lebih bermakna.
  
 
  Target[graph1]: tcpPassiveOpens.0& tcpPassiveOpens.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: tcpPassiveOpens.0& tcpPassiveOpens.0:<SNMP-password>@<IP-address>
Line 254: Line 260:
 
==Sample Target: Total TCP Established Connections==
 
==Sample Target: Total TCP Established Connections==
  
Other protocols such as FTP and SSH create longer established connections while people download large files or stay logged into the server. The tcpCurrEstab MIB object measures the total number of connections in the established state and is a gauge value.
+
Protokol lain seperti FTP dan SSH membuat koneksi yang lebih lama sementara orang mengunduh file besar atau tetap masuk ke server. Objek MIB tcpCurrEstab mengukur jumlah total koneksi dalam established state dan adalah gauge value.
  
 
  Target[graph1]: tcpCurrEstab.0&tcpCurrEstab.0:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: tcpCurrEstab.0&tcpCurrEstab.0:<SNMP-password>@<IP-address>
Line 262: Line 268:
 
==Sample Target: Disk Partition Usage==
 
==Sample Target: Disk Partition Usage==
  
In this example, you'll monitor the /var and /home disk partitions on the system.
+
Pada contoh ini, kita akan memonitor partisi /var dan /home di system.
  
1) First use the df -k command to get a list of the partitions in use.
+
1) Pertama-tama gunakan perintah df -k untuk melihat daftar partisi yang digunakan.
  
 
  [root@bigboy tmp]# df -k
 
  [root@bigboy tmp]# df -k
Line 276: Line 282:
 
  [root@bigboy tmp]#
 
  [root@bigboy tmp]#
  
2) Add two entries to your snmpd.conf file.
+
2) Tambahkan dua (2) entry di snmpd.conf.
  
 
  disk  /home
 
  disk  /home
 
  disk  /var
 
  disk  /var
  
3) Restart the SNMP daemon to reload the values.
+
3) Restart SNMP daemon untuk reload value.
  
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service
  
4) Use the snmpwalk command to query the the dskPercent MIB. Object dskPercent.1 refers to the first disk entry in snmpd.conf (/home), and dskPercent.2 refers to the second (/var).
+
4) Gunakan snmpwalk command untuk query dskPercent MIB. Object dskPercent.1 refer ke first disk entry di snmpd.conf (/home), dskPercent.2 refer ke second disk entry (/var).
  
 
  [root@bigboy tmp]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost dskPercent.1
 
  [root@bigboy tmp]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost dskPercent.1
Line 293: Line 299:
 
  [root@bigboy tmp]#
 
  [root@bigboy tmp]#
  
Your MRTG target for these gauge MIB objects should look like this:
+
Maka MRTG target untuk gauge MIB object berikit akan tampak seperti:
  
 
  Target[graph1]: dskPercent.1& dskPercent.1:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  Target[graph1]: dskPercent.1& dskPercent.1:<SNMP-password>@<IP-address>
 
  options[graph1]: growright,gauge
 
  options[graph1]: growright,gauge
  
==Defining Global Variables==
+
==Mendefinisikan Global Variable==
  
You have to make sure MRTG knows where the MIBs you're using are located. The default location MRTG uses may not be valid. Specify their locations with the global LoadMIBs parameter. You must also define where the HTML files will be located; the example specifies the default Fedora MRTG HTML directory.
+
Kita harus memastikan MRTG tahu di mana MIB yang kita gunakan berada. Lokasi default yang digunakan MRTG mungkin tidak valid. Tentukan lokasi mereka dengan parameter LoadMIBs global. Kita juga harus menentukan di mana file HTML akan berada; contoh menentukan direktori default MRTG HTML.
  
 
  LoadMIBs: /usr/share/snmp/mibs/UCD-SNMP-MIB.txt, /usr/share/snmp/mibs/TCP-MIB.txt
 
  LoadMIBs: /usr/share/snmp/mibs/UCD-SNMP-MIB.txt, /usr/share/snmp/mibs/TCP-MIB.txt
Line 307: Line 313:
 
==Implementing Advanced Server Monitoring==
 
==Implementing Advanced Server Monitoring==
  
You now can combine all you have learned to create a configuration file that monitors all these variables, and then you can integrate it into the existing MRTG configuration.
+
Kita sekarang dapat menggabungkan semua yang telah kita pelajari untuk membuat file konfigurasi yang memonitor semua variabel ini, dan kemudian kita dapat mengintegrasikannya ke dalam konfigurasi MRTG yang ada.
  
==A Complete Sample Configuration==
+
==Contoh Konfigurasi Lengkap==
  
Here is a sample configuration file that is used to query server localhost for CPU, memory, disk, and TCP connection information.
+
Berikut adalah contoh file konfigurasi yang digunakan untuk permintaan server localhost untuk informasi CPU, memori, disk, dan koneksi TCP.
  
 
  #
 
  #
Line 429: Line 435:
 
  Unscaled[server.disk]: ymwd
 
  Unscaled[server.disk]: ymwd
  
==Testing The Configuration==
+
==Test Konfigurasi==
  
The next step is to test that MRTG can load the configuration file correctly.
 
  
Restart SNMP to make sure the disk monitoring commands in the snmpd.conf file are activated. Run the /usr/bin/mrtg command followed by the name of the configuration file three times. If all goes well, MRTG will complain only about the fact that certain database files don't exist. MRTG then creates the files. By the third run, all the files are created and MRTG should operate smoothly.
+
Restart SNMP untuk memastikan perintah monitoring disk dalam file snmpd.conf diaktifkan. Jalankan perintah /usr/bin/mrtg diikuti dengan nama file konfigurasi tiga kali. Jika semuanya berjalan dengan baik, MRTG hanya akan complain tentang file database tertentu tidak ada. MRTG kemudian membuat file tersebut. Dengan menjalankan ketiga, semua file dibuat dan MRTG harusnya beroperasi dengan lancar.
  
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service
 
  [root@bigboy tmp]# env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg
 
  [root@bigboy tmp]# env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg
  
==Creating A New MRTG Index Page To Include This File==
+
==Create MRTG Index Page yang Baru==
  
Use the indexmaker command and include your original MRTG configuration file from Chapter 22, " Monitoring Server Performance", (/etc/mrtg/mrtg.cfg) plus the new one you created (/etc/mrtg/server-stats.cfg).
+
Gunakan indexmaker command dan include original MRTG configuration file (/etc/mrtg/mrtg.cfg) plus yang baru kita buat (/etc/mrtg/server-stats.cfg).
  
 
  [root@bigboy tmp]# indexmaker --output=/var/www/mrtg/index.html \
 
  [root@bigboy tmp]# indexmaker --output=/var/www/mrtg/index.html \
 
  /etc/mrtg/mrtg.cfg /etc/mrtg/server-stats.cfg
 
  /etc/mrtg/mrtg.cfg /etc/mrtg/server-stats.cfg
  
==Configuring cron To Use The New MRTG File==
+
==Konfigurasi cron untuk menggunakan MRTG File yang baru==
  
The final step is to make sure that MRTG is configured to poll your server every five minutes using this new configuration file. To do so, add this line to your /etc/cron.d/mrtg file.
+
Langkah terakhir adalah untuk memastikan bahwa MRTG di konfigurasi untuk poll server setiap lima (5) menggunakan file konfigurasi yang baru. Tambahkan line di file /etc/cron.d/mrtg
  
 
  0-59/5 * * * * root env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg
 
  0-59/5 * * * * root env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg
  
Some versions of Linux require you to edit your /etc/crontab file instead. See Chapter 22, " Monitoring Server Performance", for more details. You will also have to restart cron with the service crond restart for it to read its new configuration file that tells it to additionally run MRTG every five minutes using the new MRTG configuration file.
+
Beberapa versi Linux (seperti Ubuntu) kita perlu file /etc/crontab. Restart crond agar melakukan polling tersebut,
  
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart crond.service
 
  [root@bigboy tmp]# systemctl restart crond.service
  
==Monitoring Non Linux MIB Values==
+
==Monitoring Non Linux MIB Value==
 +
 
 +
Semua MIB yang disebutkan sejauh ini adalah untuk sistem Linux; jenis sistem lain akan membutuhkan MIB tambahan yang pemasangannya mungkin tidak jelas dalam panduan pengguna atau tidak tersedia. Dalam kasus seperti itu, kita harus mengetahui nilai pasti dari OID.
 +
 
 +
===Skenario===
 +
 
 +
Bayangkan anda sebagai sebuah perusahaan kecil telah membeli Cisco second untuk menghubungkan server situs Web-nya ke Internet. Konfigurasi dasar MRTG menyediakan statistik bandwidth data, tetapi anda ingin mengukur beban CPU yang disebabkan oleh traffic di perangkat. Mengunduh MIB dari Cisco dan menggunakannya dengan perintah snmpget tidak berhasil. Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.
  
All the MIBs mentioned so far are for Linux systems; other types of systems will need additional MIBs whose correct installation may be unclear in user guides or just not available. In such cases, you'll need to know the exact value of the OID.
 
Scenario
 
  
Imagine that your small company has purchased a second-hand Cisco switch to connect its Web site servers to the Internet. The basic MRTG configuration shown in Chapter 22, " Monitoring Server Performance", provides the data bandwidth statistics, but you want to measure the CPU load the traffic is having on the device, as well. Downloading MIBs from Cisco and using them with the snmpget command was not a success. You do not know what to do next. Find The OIDs
+
===Find The OIDs===
  
When MIB values fail, it is best to try to find the exact OID value. Like most network equipment manufacturers, Cisco has an FTP site from which you can download both MIBs and OIDs. The SNMP files for Cisco's devices can be found at ftp.cisco.com in the /pub/mibs directory; OIDs are in the oid directory beneath that.
+
Ketika MIB value gagal, yang terbaik adalah mencoba untuk menemukan nilai OID yang tepat. Seperti kebanyakan produsen peralatan jaringan, Cisco memiliki situs FTP tempat kita dapat mengunduh MIB dan OID. File SNMP untuk perangkat Cisco dapat ditemukan di ftp.cisco.com di direktori /pub/mibs; OID ada di direktori oid di bawahnya.
  
After looking at all the OID files, you decide that the file CISCO-PROCESS-MIB.oid will contain the necessary values and find these entries inside it.
+
Setelah melihat semua file OID, kita memutuskan bahwa file CISCO-PROCESS-MIB.oid akan berisi nilai yang diperlukan dan menemukan entri ini di dalamnya.
  
 
  "cpmCPUTotalPhysicalIndex"  "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.2"
 
  "cpmCPUTotalPhysicalIndex"  "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.2"
Line 474: Line 483:
 
  "cpmCPUTotal5minRev"        "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.8"
 
  "cpmCPUTotal5minRev"        "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.8"
  
==Testing The OIDs==
+
===Test OID===
  
As you can see, all the OIDs are a part of the same tree starting with 1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1. The OIDs provided may be incomplete, so it is best to use the snmpwalk command to try to get all the values below this root first.
+
Seperti yang kita lihat, semua OID adalah bagian dari pohon yang sama dimulai dengan 1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.1. OID yang disediakan mungkin tidak lengkap, jadi yang terbaik adalah menggunakan perintah snmpwalk untuk mencoba mendapatkan semua nilai di bawah root ini terlebih dahulu.
  
 
  [root@bigboy tmp]# snmpwalk -v1 -c craz33guy cisco-switch 1.3.6.1.4.1..9.9.109.1.1.1.1
 
  [root@bigboy tmp]# snmpwalk -v1 -c craz33guy cisco-switch 1.3.6.1.4.1..9.9.109.1.1.1.1
Line 485: Line 494:
 
  [root@bigboy tmp]#
 
  [root@bigboy tmp]#
  
Although listed in the OID file, 1.1.1.1.6, 1.1.1.1.7, and 1.1.1.1.8 are not supported. Notice also how SNMP has determined that the first part of the OID value (1.3.6.1.4.1) in the original OID file maps to the word "enterprise".
+
Meskipun tercantum dalam file OID, 1.1.1.1.6, 1.1.1.1.7, dan 1.1.1.1.8 tidak di support. Perhatikan juga bagaimana SNMP telah menentukan bahwa bagian pertama dari nilai OID (1.3.6.1.4.1) dalam file OID asli di mapping ke kata "perusahaan".
  
 
Next, you can use one the snmpget command to set only one of the OID values returned by snmpwalk.
 
Next, you can use one the snmpget command to set only one of the OID values returned by snmpwalk.
Line 496: Line 505:
 
Success! Now you can use this OID value, enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1, for your MRTG queries.
 
Success! Now you can use this OID value, enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1, for your MRTG queries.
  
==Speeding up MRTG with RRDtool==
+
===Percepat MRTG dengan RRDtool===
  
MRTG is a very useful program but it has a limitation. All the graphs and web pages are recreated each time a device is polled. This can potentially overload your MRTG server especially if you have a large number of monitored devices and the graphs take more than five minutes to generate. RRDtool is an application written by the creator of MRTG that can store general purpose data, but generates graphs on demand. Integrating MRTG with RRDtool can have very noticeable performance benefits. The example that follows will show you how to quickly implement a general purpose solution.
+
MRTG adalah program yang sangat berguna tetapi memiliki keterbatasan. Semua grafik dan halaman web diciptakan kembali setiap kali sebuah perangkat disurvei. Ini berpotensi membebani server MRTG terutama jika kita memiliki banyak perangkat yang dipantau dan grafik membutuhkan lebih dari lima menit untuk dibuat. RRDtool adalah aplikasi yang ditulis oleh pencipta MRTG yang dapat menyimpan data tujuan umum, tetapi menghasilkan grafik sesuai permintaan. Mengintegrasikan MRTG dengan RRDtool dapat memiliki manfaat kinerja yang sangat nyata. Contoh berikut akan menunjukkan kepada kita cara menerapkan solusi tujuan umum dengan cepat.
  
==Scenari==
+
===Scenario===
  
The use of RRDtool is needed to reduce the load on a monitoring server that has been experiencing very sluggish performance due to the amount of MRTG graphs it has to regenerate every polling cycle.
+
Penggunaan RRDtool diperlukan untuk mengurangi beban pada server pemantauan yang telah mengalami kinerja yang sangat lamban karena jumlah grafik MRTG yang harus diregenerasi setiap siklus pemungutan suara.
  
* Due to space constraints, the RRD database needs to be located in the /var partition.
+
* Karena keterbatasan ruang, database RRD perlu ditempatkan di partisi /var.
* The server has a default Apache configuration with the CGI files needed for dynamically generated content being located in the /var/www/cgi-bin directory.
+
* Server memiliki konfigurasi Apache default dengan file CGI yang diperlukan untuk konten yang dihasilkan secara dinamis yang berada di direktori /var/www/cgi-bin.
* A CGI script is required that will read the new MRTG data in RRDtool format.
+
* Diperlukan skrip CGI yang akan membaca data MRTG baru dalam format RRDtool.
* The MRTG configuration file is /etc/mrtg/mrtg.cfg.
+
* File konfigurasi MRTG adalah /etc/mrtg/mrtg.cfg.
  
==Here's how to proceed.==
+
===Install RRDtool===
  
==Installing RRDtool==
+
File modul RRDtool dan RRDtool PERL dapat diunduh dari situs webnya di http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/rrdtool/, tetapi instalasi bisa rumit karena program instalasi mungkin mencari library pendukung tertentu di direktori yang salah.
  
The RRDtool and RRDtool PERL module file can be downloaded from its website at http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/rrdtool/, but installation can be tricky as the installation program may look for certain supporting libraries in the wrong directories.
+
Untungnya paket rrdtool dan rrdtool-perl prasyarat kini hadir sebagai bagian dari sebagian besar distribusi Linux. Untuk detail lebih lanjut tentang menginstal paket.
  
Fortunately the prerequisite rrdtool and rrdtool-perl packages now come as part of most Linux distributions. For more details on installing packages, see Chapter 6, "Installing Linux Software").
+
===Menyimpan Data MRTG dalam Format RRDtool===
Storing the MRTG Data in RRDtool Format
 
  
 
This phase of the integration process can be done in a few minutes, but the steps can be tricky:
 
This phase of the integration process can be done in a few minutes, but the steps can be tricky:
  
    The first step is to add some new options to your cfgmaker command. The first indicates that MRTG should only store rrdtool formatted data, and the second defines the /var/mrtg directory in which it should be stored. For added security, the directory should be external to your web server's document root.
+
The first step is to add some new options to your cfgmaker command. The first indicates that MRTG should only store rrdtool formatted data, and the second defines the /var/mrtg directory in which it should be stored. For added security, the directory should be external to your web server's document root.
  
 
  --global 'LogFormat: rrdtool' --global "workdir: /var/mrtg"  --global 'IconDir: /mrtg'
 
  --global 'LogFormat: rrdtool' --global "workdir: /var/mrtg"  --global 'IconDir: /mrtg'
  
    Finally, you should also specify an icon directory which specifies the location of all miscellaneous MRTG web page icons. The RRD web interface script we'll install later uses an incorrect location. The icon directory /mrtg is actually a partial URL location. In this Fedora scenario we are using the default Apache configuration which locates the MRTG icon files in the /var/www/mrtg directory. If you are using a non default Apache MRTG configuration or are using other Linux distributions or versions you may have to copy the icons to the custom directory in which the MRTG PNG format icon files are located.
+
Finally, you should also specify an icon directory which specifies the location of all miscellaneous MRTG web page icons. The RRD web interface script we'll install later uses an incorrect location. The icon directory /mrtg is actually a partial URL location. In this Fedora scenario we are using the default Apache configuration which locates the MRTG icon files in the /var/www/mrtg directory. If you are using a non default Apache MRTG configuration or are using other Linux distributions or versions you may have to copy the icons to the custom directory in which the MRTG PNG format icon files are located.
  
    The cfgmaker program is simple to use and is covered in in Chapter 22, "Monitoring Server Performance".
+
The cfgmaker program is simple to use and is covered in in Chapter 22, "Monitoring Server Performance".
  
    The next step is to create the data repository directory /var/mrtg and make it be owned by the apache user and process that runs the default Linux web server application.
+
The next step is to create the data repository directory /var/mrtg and make it be owned by the apache user and process that runs the default Linux web server application.
  
 
  [root@bigboy tmp]# mkdir /var/mrtg
 
  [root@bigboy tmp]# mkdir /var/mrtg
Line 534: Line 542:
 
  [root@bigboy tmp]#
 
  [root@bigboy tmp]#
  
    Note: If you are using SELinux you'll have to change the context of this directory to match that of the /var/www/html directory so that the apache process will be able to read the database files when your CGI script needs them. These commands compare the contexts of the both directories and apply the correct set to /var/mrtg.
+
Note: If you are using SELinux you'll have to change the context of this directory to match that of the /var/www/html directory so that the apache process will be able to read the database files when your CGI script needs them. These commands compare the contexts of the both directories and apply the correct set to /var/mrtg.
  
    Please refer to Chapter 20, " The Apache Web Server" for more details on file contexts with Apache.
+
Please refer to Chapter 20, " The Apache Web Server" for more details on file contexts with Apache.
  
 
  [root@bigboy tmp]# ls -alZ /var/www | grep html
 
  [root@bigboy tmp]# ls -alZ /var/www | grep html
Line 545: Line 553:
 
  [root@bigboy tmp]#
 
  [root@bigboy tmp]#
  
    We now need to test that the RRD files are being created correctly. Run MRTG using the /etc/mrtg/mrtg.cfg file as the source configuration file then test to see if the contents of the /var/mrtg directory have changed. Success!
+
We now need to test that the RRD files are being created correctly. Run MRTG using the /etc/mrtg/mrtg.cfg file as the source configuration file then test to see if the contents of the /var/mrtg directory have changed. Success!
  
 
  [root@bigboy tmp]# ls /var/mrtg/
 
  [root@bigboy tmp]# ls /var/mrtg/
Line 559: Line 567:
 
     Download the script using wget. The site lists several versions; make sure you get the latest one.
 
     Download the script using wget. The site lists several versions; make sure you get the latest one.
  
[root@bigboy tmp]# wget ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
+
[root@bigboy tmp]# wget ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
--12:42:12--  ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
+
--12:42:12--  ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
          => `mrtg-rrd-0.7.tar.gz'
+
            => `mrtg-rrd-0.7.tar.gz'
Resolving ftp.linux.cz... 147.251.48.205
+
Resolving ftp.linux.cz... 147.251.48.205
Connecting to ftp.linux.cz|147.251.48.205|:21... connected.
+
Connecting to ftp.linux.cz|147.251.48.205|:21... connected.
Logging in as anonymous ... Logged in!
+
Logging in as anonymous ... Logged in!
...
+
...
...
+
...
...
+
...
15:24:50 (53.53 KB/s) - `mrtg-rrd-0.7.tar.gz' saved [20863]
+
15:24:50 (53.53 KB/s) - `mrtg-rrd-0.7.tar.gz' saved [20863]
[root@bigboy tmp]# ls
+
[root@bigboy tmp]# ls
mrtg-rrd-0.7.tar.gz
+
mrtg-rrd-0.7.tar.gz
[root@bigboy tmp]#
+
[root@bigboy tmp]#
  
 
     Extract the contents of the tar file.  
 
     Extract the contents of the tar file.  
  
[root@bigboy tmp]# tar -xzvf mrtg-rrd-0.7.tar.gz  
+
[root@bigboy tmp]# tar -xzvf mrtg-rrd-0.7.tar.gz  
mrtg-rrd-0.7/
+
mrtg-rrd-0.7/
mrtg-rrd-0.7/COPYING
+
mrtg-rrd-0.7/COPYING
mrtg-rrd-0.7/FAQ
+
mrtg-rrd-0.7/FAQ
mrtg-rrd-0.7/TODO
+
mrtg-rrd-0.7/TODO
mrtg-rrd-0.7/Makefile
+
mrtg-rrd-0.7/Makefile
mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi
+
mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi
mrtg-rrd-0.7/ChangeLog
+
mrtg-rrd-0.7/ChangeLog
[root@bigboy tmp]#
+
[root@bigboy tmp]#
  
 
     Create the /var/www/cgi-bin/mrtg directory and copy the mrtg-rrd.cgi file to it.
 
     Create the /var/www/cgi-bin/mrtg directory and copy the mrtg-rrd.cgi file to it.
  
[root@bigboy tmp]# mkdir -p /var/www/cgi-bin/mrtg
+
[root@bigboy tmp]# mkdir -p /var/www/cgi-bin/mrtg
[root@bigboy tmp]# cp mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi /var/www/cgi-bin/mrtg/
+
[root@bigboy tmp]# cp mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi /var/www/cgi-bin/mrtg/
[root@bigboy tmp]#
+
[root@bigboy tmp]#
  
 
     Edit the mrtg-rrd.cgi file and make it refer to the /etc/mrtg/mrtg.cfg file for its configuration details, or you can specify all the .cfg files in your /etc/mrtg directory.
 
     Edit the mrtg-rrd.cgi file and make it refer to the /etc/mrtg/mrtg.cfg file for its configuration details, or you can specify all the .cfg files in your /etc/mrtg directory.
  
#
+
#
# File: mrtg-rrd.cgi (Single File)
+
# File: mrtg-rrd.cgi (Single File)
#
+
#
 
   
 
   
# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
+
# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
BEGIN { @config_files = qw(/etc/mrtg/mrtg.cfg); }
+
BEGIN { @config_files = qw(/etc/mrtg/mrtg.cfg); }
 
+
#
+
#
# File: mrtg-rrd.cgi (multipl .cfg files)
+
# File: mrtg-rrd.cgi (multipl .cfg files)
#
+
#
 
   
 
   
# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
+
# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
BEGIN { @config_files = </etc/mrtg/*.cfg>; }
+
BEGIN { @config_files = </etc/mrtg/*.cfg>; }
  
  
 
     You should now be able to access your MRTG RRD graphs by visiting this URL:
 
     You should now be able to access your MRTG RRD graphs by visiting this URL:
  
http://www.my-web-site.org/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi  
+
http://www.my-web-site.org/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi  
  
  
Line 634: Line 642:
 
     Errors in the /var/log/httpd/errorlog file referring to files or directories that don't exist can be caused by an incorrect IconDir statement in the MRTG configuration file.
 
     Errors in the /var/log/httpd/errorlog file referring to files or directories that don't exist can be caused by an incorrect IconDir statement in the MRTG configuration file.
  
[Wed Jan 04 15:42:13 2006] [error] [client 192.168.1.102] File does not exist: /var/www/html/var,
+
[Wed Jan 04 15:42:13 2006] [error] [client 192.168.1.102] File does not exist: /var/www/html/var,
referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/  
+
referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/  
  
[Wed Jan 04 15:45:46 2006] [error] [client 192.168.1.102] script not found or unable to stat:
+
[Wed Jan 04 15:45:46 2006] [error] [client 192.168.1.102] script not found or unable to stat:
/var/www/cgi-bin/mrtg/mrtg-l.png, referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/
+
  /var/www/cgi-bin/mrtg/mrtg-l.png, referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/
  
 
     Errors caused by not installing the pre-requisite RRD RPM modules rrdtool, perl-RRD-Simple and rrdtool-perl.
 
     Errors caused by not installing the pre-requisite RRD RPM modules rrdtool, perl-RRD-Simple and rrdtool-perl.
Line 647: Line 655:
 
Conclusion
 
Conclusion
  
Using the guidelines in this chapter you should be able to graph most SNMP MIB values available on any type of device. MRTG is an excellent, flexible monitoring tool and should be considered as a part of any systems administrator's server management plans.  
+
Using the guidelines in this chapter you should be able to graph most SNMP MIB values available on any type of device. MRTG is an excellent, flexible monitoring tool and should be considered as a part of any systems administrator's server management plans.
 
 
 
 
 
 
  
 
==Referensi==
 
==Referensi==

Latest revision as of 04:29, 30 May 2020

Sumber: http://www.linuxhomenetworking.com/wiki/index.php/Quick_HOWTO_:_Ch23_:_Advanced_MRTG_for_Linux#.XsIxpRYxVNg


Dalam banyak hal menggunakan basic configuration MRTG untuk memantau volume lalu lintas jaringan ke server saja tidak cukup. Kita mungkin juga ingin melihat grafik penggunaan CPU, disk, dan memori. Bagian ini menjelaskan cara menemukan nilai yang ingin dipantau dalam file SNMP MIB dan kemudian bagaimana menggunakan informasi ini untuk mengonfigurasi MRTG.

Dalam bagian ini contoh yang digunakan mengasumsikan SNMP Read Only string adalah craz33guy dan paket snmpd snmp libsnmp-dev di Ubuntu atau paket net-snmp-utils RPM di Fedora.

Di Ubuntu 20.04, instalasi menggunakan

sudo apt update
sudo apt -y install snmpd snmp libsnmp-dev 
sudo apt -y install snmp-mibs-downloader
sudo sed -i 's/mibs :/# mibs :/g' /etc/snmp/snmp.conf

Cek

snmptranslate -On -IR ifTable
snmptranslate .1.3.6.1.2.1.2.2


Mencari dan Melihat isi MIB

Berada di memori, MIB adalah struktur data yang terus diperbarui melalui daemon SNMP. File text konfigurasi MIB terletak di hard disk dan dimuat ke dalam memori setiap kali SNMP restart.

Kita dapat dengan mudah menemukan MIB di Linux dengan menggunakan perintah locate dan memfilter output untuk menyertakan hanya nilai dengan kata "snmp" di dalamnya. Seperti yang dapat Anda lihat dalam kasus ini, MIB terletak di direktori /usr/share/snmp/mibs:

apt -y install mlocate
locate mib | grep snmp
...
/usr/share/snmp/mibs/LM-SENSORS-MIB.txt
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-AGENT-MIB.txt
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-EXAMPLES-MIB.txt
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-EXTEND-MIB.txt
/usr/share/snmp/mibs/NET-SNMP-MIB.txt
...


Konfigurasi MIB adalah text file yang bisa di search menggunakan keyword di perintah grep. Contoh berikut melihat semua OBJECT-TYPE dalam MIB,

grep -i OBJECT-TYPE -r /usr/share/snmp/

Kita bisa membaca MIB menggunakan text editor. JANGAN DIUBAH, karena mengubah akan menyebabkan SNMP gagal. MIB sangat kompelks, tapi untung-nya bagian penting biasanya di commented.


Setiap nilai yang dilacak dalam MIB disebut object dan sering disebut dengan Object ID atau OID. Dalam cuplikan file RFC1213-MIB.txt ini, kita dapat melihat bahwa dengan meminta objek tcpActiveOpens mengembalikan jumlah koneksi TCP terbuka yang aktif ke server. Field SYNTAX menunjukkan bahwa ini adalah counter value.

MIB biasanya melacak dua jenis nilai. Counter Value digunakan untuk nilai yang terus meningkat seiring berjalannya waktu, seperti jumlah paket yang melewati NIC atau jumlah waktu sibuk CPU sejak waktu boot. Nilai Integer berubah instant by instant dan berguna untuk melacak statistik seperti jumlah memori yang sedang digunakan.

tcpActiveOpens OBJECT-TYPE
    SYNTAX  Counter
    ACCESS  read-only
    STATUS  mandatory
    DESCRIPTION
            "The number of times TCP connections have made a
            direct transition to the SYN-SENT state from the
            CLOSED state."
    ::= { tcp 5 } 

Kita perlu mengeksplorasi perbedaan antara terminologi SNMP dan MRTG lebih terinci nanti. Memahami mereka akan menjadi penting dalam memahami bagaimana menggunakan MRTG untuk track nilai MIB.

Test MIB Value

Setelah kita mengidentifikasi nilai MIB yang menarik untuk sistem Linux, kita dapat menggunakan perintah snmpwalk untuk melakukan polling. Sering kali digunakan text alias dalam MIB hanya mereferensikan cabang OID dan bukan OID data yang terletak di leaf terakhir dengan angka tambahan seperti ".0" atau ".1". Perintah snmpget tidak berfungsi pada branch yang memberikan error MIB variable couldn't be found.

Untuk itu set

vi /etc/snmp/snmp.conf

tambah Read Only Community craz33guy (dan Restart snmpd)

rocommunity craz33guy localhost

Dalam contoh di bawah ini, alias OID ssCpuRawUser tampaknya menarik, tetapi perintah snmpget gagal mendapatkan nilai. Tindak lanjut dengan perintah snmpwalk menunjukkan bahwa nilai terletak di ssCpuRawUser.0 sebagai gantinya. Snmpget tersebut kemudian berhasil mengambil data tipe "counter32" dengan nilai saat ini adalah 396271.

# snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
Error in packet
Reason: (noSuchName) There is no such variable name in this MIB.
Failed object: UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser
# snmpwalk -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
UUCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 2849
# snmpget -v1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser.0
UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 2851

Nilai MIB yang berhasil bekerja dengan snmpget adalah yang dapat kita gunakan dengan MRTG.

Perbedaan terminologi di MIB dan MRTG

Selalu ingat bahwa MRTG merujuk pada MIB counter value sebagai counter value. Ini mengacu pada MIB integer dan gauge value sebagai ukuran. Secara default, MRTG menganggap semua nilai sebagai counter.

MRTG tidak memplot counter value sebagai grafik yang terus meningkat, MRTG memplot hanya berapa banyak perubahan nilai sejak siklus polling terakhir. Penggunaan CPU biasanya dilacak oleh MIB sebagai counter value; untungnya, kita dapat mengedit file konfigurasi MRTG untuk menjadikannya grafik informasi ini dalam format persentase penggunaan.

Jenis sintaks, nama objek MIB, dan deskripsi tentang apa yang dilakukannya adalah hal terpenting yang perlu kita ketahui saat mengonfigurasi MRTG.CPU Dan Memory Monitoring MIB

The UCD-SNMP-MIB MIB keeps track of a number of key performance MIB objects, including the commonly used ones in Table 23-1.

Table 23-1 Important Objects In The UCD-SNMP-MIB MIB
UCD-SNMP-MIB Object Variable 	MIB Type 	MRTG Type 	Description
ssCpuRawUser 	Counter 	Counter 	

Total penggunaan CPU oleh aplikasi yang dijalankan oleh pengguna nonprivileged sejak sistem di-boot. Menambahkan nilai pengguna, sistem, dan bagus dapat memberikan perkiraan yang baik tentang total penggunaan CPU ..

ssCpuRawSystem 	Counter 	Counter 	Total CPU usage by applications run by privileged system processes since the system booted.
ssCpuRawNice 	Counter 	Counter 	Total CPU usage by applications running at a nondefault priority level.
ssCpuRawIdle 	Counter 	Counter 	

Persentase waktu CPU berjalan idle. Mengurangkan nilai ini dari 100 dapat memberikan perkiraan yang baik tentang total penggunaan CPU.

memAvailReal 	Integer 	Gauge 	Available Physical Memory Space On The Host

TCP/IP Monitoring MIB

MIB TCP-MIB men-track informasi koneksi data dan berisi objek tcpActiveOpens dan tcpCurrEstab yang sangat berguna. Tabel 23.2 merinci objek paling penting dalam TCP-MIB.

Table 23-2 Important Objects In The TCP-MIB MIB

UCD-SNMP-MIB   Object   Variable  MIB Type 	MRTG Type 	Description
tcpActiveOpens Counter  Counter   Measures the number of completed TCP connections.
tcpCurrEstab 	Gauge 	 Gauge 	   Measures the number of TCP connections in the established state
tcpInErrs 	Counter  Counter   Total number of TCP segments with bad checksum errors

Konfigurasi Manual MRTG File

Program cfgmaker MRTG membuat file konfigurasi untuk interface jaringan saja, secara bersamaan melacak dua OID: statistik input dan output data NIC. Program mrtg kemudian menggunakan file-file konfigurasi ini untuk menentukan tipe data yang akan direkam dalam direktori datanya. Program pembuat indeks juga menggunakan informasi ini untuk membuat overview, atau Summary View Web page untuk MIB OID yang kita pantau.

Summary View page ini hanya menampilkan statistik harian. Kita harus mengklik Summary View graphs untuk mendapatkan Detailed View page di belakangnya dengan grafik harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Beberapa parameter dalam file konfigurasi merujuk ke Detailed View, yang lain merujuk pada Summary View.

Jika kita ingin memantau pasangan OID lain, kita harus secara manual membuat file konfigurasi, karena pembuat cfgmaker tidak mengetahui adanya OID selain yang terkait dengan NIC. Program mrtg dan pembuat indeks dapat diberi fed masing-masing OID dari file konfigurasi yang disesuaikan dan akan berfungsi seperti yang diharapkan jika kita mengedit file dengan benar.

Parameter Format

Parameter konfigurasi MRTG selalu diikuti oleh nama grafik yang ditutup oleh kurung siku dan titik dua. Formatnya terlihat seperti ini:

Parameter[graph name]: value

Untuk memudahkan pengeditan, parameter untuk grafik tertentu biasanya dikelompokkan bersama. Setiap grafik dapat melacak dua OIDS yang tercantum dalam parameter Target, yang biasanya ditempatkan di bagian paling atas dari daftar nama grafik. Dua nilai OID dipisahkan oleh simbol &; yang pertama adalah input OID, dan yang kedua adalah output OID.

Legend Parameter

Pada halaman Detailed View Web, setiap grafik memiliki legend yang menunjukkan nilai maks, rata-rata, dan terkini dari statistik OID grafik. Kita dapat menggunakan parameter legendI untuk deskripsi grafik input (OID grafik pertama) dan legendO untuk grafik output (OID grafik kedua).

Ruang yang tersedia di bawah setiap legenda grafik sangat kecil sehingga MRTG juga memiliki parameter legend1 dan legend2 yang ditempatkan di bagian paling bawah halaman untuk memberikan rincian lebih lanjut. Parameter legend1 adalah perluasan dari legendI, dan legend2 adalah perluasan dari legendO.

Ylegend adalah legend untuk sumbu Y, nilai yang kita coba bandingkan. Dalam hal konfigurasi MRTG default, ini akan menjadi aliran data melalui interface dalam bit atau byte per detik. Berikut adalah contoh legenda konfigurasi MRTG default:

YLegend[graph1]: Bits per second
Legend1[graph1]: Incoming Traffic in Bits per Second
Legend2[graph1]: Outgoing Traffic in Bits per Second
LegendI[graph1]: In
LegendO[graph1]: Out

Kita dapat mencegah MRTG dari mencetak legenda di bagian bawah grafik dengan membiarkan nilai legenda kosong seperti ini:

LegendI[graph1]:

Nanti kita akan belajar cara mencocokkan legenda dengan OID untuk berbagai situasi.

Options Parameter

Parameter option memberi MRTG informasi pemformatan grafik. Opsi growright memastikan data di kanan layar adalah untuk nilai grafik terkini. Ini biasanya membuat grafik lebih mudah dibaca secara intuitif. MRTG default untuk tumbuh dari kiri.

Opsi nopercent mencegah MRTG dari mencetak statistik gaya persentase dalam legenda di bagian bawah grafik. Opsi gauge mengingatkan MRTG pada fakta bahwa nilai-nilai grafik dari tipe gauge. Jika nilai yang kita pantau adalah dalam byte, maka Anda dapat mengonversi output menjadi bit menggunakan opsi bit. Demikian juga, kita dapat mengonversi nilai per detik ke grafik per menit menggunakan opsi perminute. Berikut adalah beberapa contoh untuk dua grafik yang berbeda:

options[graph1]: growright,nopercent,perminute
options[graph2]: gauge,bits

Jika kita menempatkan parameter ini di bagian atas dengan label [_] ini akan diterapkan ke semua grafik yang ditentukan dalam file. Berikut contohnya.

options[_]: growright

Title Parameter

Title pada Summary Page disediakan oleh parameter Title, parameter PageTop memberitahu title untuk halaman Detailed View. String PageTop harus dimulai dengan < H1 > dan diakhiri dengan < H1 >.

Title[graph1]: Interface eth0
PageTop[graph1]: < H1 > Detailed Statistics For Interface eth0 < H1 >

Scaling Parameter

Parameter MaxBytes adalah jumlah maksimum data yang akan plot MRTG pada grafik. Apa pun lebih dari ini tampaknya menghilang di tepi grafik.

MRTG juga mencoba menyesuaikan grafiknya sehingga nilai terbesar yang diplot pada grafik selalu dekat ke atas. Ini bahkan jika Anda mengatur parameter MaxBytes.

Ketika kita merencanakan nilai yang memiliki nilai maksimum yang diketahui dan kita selalu ingin memiliki nilai ini di bagian atas legenda vertikal, kita mungkin ingin mematikan penskalaan otomatis MRTG. Jika kita merencanakan persentase penggunaan CPU, dan server mencapai maksimum 60%, dengan scaling, MRTG akan memiliki plot vertikal 0% hingga 60%, sehingga puncak vertikal berada di dekat bagian atas gambar grafik.

Ketika scaling dimatikan, dan MaxBytes diatur ke 100, maka puncaknya akan hanya 60% dari jalan karena grafik plot dari 0% hingga 100%. Contoh ini menghilangkan scaling dari tampilan tahunan, bulanan, mingguan, dan harian pada halaman Detailed View dan memberi mereka nilai maksimum 100.

Unscaled[graph1]: ymwd
MaxBytes[graph1]: 100

Mendefinisikan MIB Target Parameter

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, MRTG selalu mencoba untuk membandingkan dua nilai OIB MIB yang ditentukan oleh parameter Target. Kita harus menentukan dua objek MIB OID, SNMP password dan alamat IP perangkat yang di query dalam parameter ini, dan pisahkan dengan karakter &:

Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>

Nilai numerik, dalam hal ini .0, pada akhir MIB diperlukan. Contoh berikutnya menggunakan perintah SNMP untuk mengembalikan user mode CPU utilization dari Linux server. Perhatikan bagaimana .0 di tambahkan pada akhir output.

[root@silent mibs]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost ssCpuRawUser
UCD-SNMP-MIB::ssCpuRawUser.0 = Counter32: 926739
[root@silent mibs]#

The MRTG legends map to the MIBs listed in the target as shown in Table 23-3.

Table 23-3 Mapping MIBs To The Graph Legends
Legend 	Maps To Target MIB
Legend1 	#1
Legend2 	#2
LegendI 	#1
LegendO 	#2


Jadi pada contoh di bawah ini, legend1 dan legendI menggambarkan mib-objek-1.0 dan legend2 dan legendo menjelaskan mib-object-2.0.

Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address>

Plotting hanya Satu MIB Value

Jika kita ingin memplot hanya satu nilai MIB, kita bisa mengulangi target MIB dalam definisi seperti pada contoh berikut, yang plotnya hanya mib-object-1. Grafik MRTG yang dihasilkan sebenarnya menumpangkan grafik input dan output satu di atas yang lain.

Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-1.0:<SNMP-password>@<IP-address>

Menambahkan MIB Value menjadi satu untuk sebuah Grafik

Kita bisa menggunakan tanda plus di antara pasangan nilai objek MIB untuk menambahkannya menjadi satu. Contoh berikutnya menambahkan mib-objek-1.0 dan mib-objek-3.0 untuk satu grafik dan menambahkan mib-objek-2.0 dan mib-objek-4.0 untuk yang lainnya.

Target[graph1]: mib-object-1.0&mib-object-2.0:<SNMP-password>@<IP-address> + mib-object-3.0&mib-object-4.0:<SNMP-password>@<IP-address>

Kita dapat menggunakan operator matematika lainnya, seperti kurang (-), kali (*), dan bagi (%). Tanda kurung kiri dan kanan juga valid. Harus ada spasi sebelum dan sesudah semua operator ini agar MRTG berfungsi dengan benar. Jika tidak, kita akan mendapatkan grafik berbayang yang aneh.

Sample Target: Total CPU Usage

Penggunaan CPU Linux ditempati oleh proses sistem, user mode process, dan beberapa proses berjalan dalam nice mode. Contoh ini mengumpulkan semuanya dalam satu plot.

Target[graph1]:ssCpuRawUser.0&ssCpuRawUser.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawSystem.0&ssCpuRawSystem.0:<SNMP-password>@<IP-address> + ssCpuRawNice.0&ssCpuRawNice.0:<SNMP-password>@<IP-address>

Pastikan untuk menempatkan perintah ini pada satu baris

Sample Target: Memory Usage

Berikut ini adalah contoh untuk merencanakan jumlah memori bebas versus total RAM yang terpasang di server. Perhatikan bahwa ini adalah gauge type variable.

Target[graph1]: memAvailReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-address>
options[graph1]: nopercent,growright,gauge

Selanjutnya, plot persentase memori yang tersedia. Perhatikan bagaimana space wajib memisahkan operator matematika dari elemen target berikutnya.

Target[graph1]: ( memAvailReal.0& memAvailReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> ) * 100 / (  memTotalReal.0&memTotalReal.0:<SNMP-password>@<IP-Address> )
options[graph1]: nopercent,growright,gauge

Sample Target: Newly Created Connections

HTTP traffic yang disebabkan oleh Web browsing biasanya terdiri dari banyak koneksi yang sangat singkat. Objek MIB tcpPassiveOpens men-track koneksi yang baru dibuat dan cocok untuk jenis transfer data ini. Objek MIB tcpActiveOpens memonitor koneksi baru yang berasal dari server. Di situs Web yang lebih kecil kita mungkin ingin menggunakan opsi perminute untuk membuat grafik lebih bermakna.

Target[graph1]: tcpPassiveOpens.0& tcpPassiveOpens.0:<SNMP-password>@<IP-address>
MaxBytes[graph1]: 1000000
Options[graph1]: perminute

Sample Target: Total TCP Established Connections

Protokol lain seperti FTP dan SSH membuat koneksi yang lebih lama sementara orang mengunduh file besar atau tetap masuk ke server. Objek MIB tcpCurrEstab mengukur jumlah total koneksi dalam established state dan adalah gauge value.

Target[graph1]: tcpCurrEstab.0&tcpCurrEstab.0:<SNMP-password>@<IP-address>
MaxBytes[graph1]: 1000000
Options[graph1]: gauge

Sample Target: Disk Partition Usage

Pada contoh ini, kita akan memonitor partisi /var dan /home di system.

1) Pertama-tama gunakan perintah df -k untuk melihat daftar partisi yang digunakan.

[root@bigboy tmp]# df -k
Filesystem           1K-blocks      Used Available Use% Mounted on
/dev/hda8               505605    128199    351302  27% /
/dev/hda1               101089     19178     76692  21% /boot
/dev/hda5              1035660    122864    860188  13% /home
/dev/hda6               505605      8229    471272   2% /tmp
/dev/hda3              3921436    890092   2832140  24% /usr
/dev/hda2              1510060    171832   1261520  73% /var
[root@bigboy tmp]#

2) Tambahkan dua (2) entry di snmpd.conf.

disk  /home
disk  /var

3) Restart SNMP daemon untuk reload value.

[root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service

4) Gunakan snmpwalk command untuk query dskPercent MIB. Object dskPercent.1 refer ke first disk entry di snmpd.conf (/home), dskPercent.2 refer ke second disk entry (/var).

[root@bigboy tmp]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost dskPercent.1
UCD-SNMP-MIB::dskPercent.1 = INTEGER: 13
[root@bigboy tmp]# snmpwalk -v 1 -c craz33guy localhost dskPercent.2
UCD-SNMP-MIB::dskPercent.2 = INTEGER: 73
[root@bigboy tmp]#

Maka MRTG target untuk gauge MIB object berikit akan tampak seperti:

Target[graph1]: dskPercent.1& dskPercent.1:<SNMP-password>@<IP-address>
options[graph1]: growright,gauge

Mendefinisikan Global Variable

Kita harus memastikan MRTG tahu di mana MIB yang kita gunakan berada. Lokasi default yang digunakan MRTG mungkin tidak valid. Tentukan lokasi mereka dengan parameter LoadMIBs global. Kita juga harus menentukan di mana file HTML akan berada; contoh menentukan direktori default MRTG HTML.

LoadMIBs: /usr/share/snmp/mibs/UCD-SNMP-MIB.txt, /usr/share/snmp/mibs/TCP-MIB.txt
workdir: /var/www/mrtg/

Implementing Advanced Server Monitoring

Kita sekarang dapat menggabungkan semua yang telah kita pelajari untuk membuat file konfigurasi yang memonitor semua variabel ini, dan kemudian kita dapat mengintegrasikannya ke dalam konfigurasi MRTG yang ada.

Contoh Konfigurasi Lengkap

Berikut adalah contoh file konfigurasi yang digunakan untuk permintaan server localhost untuk informasi CPU, memori, disk, dan koneksi TCP.

#
# File: /etc/mrtg/server-info.cfg
#
# Configuration file for non bandwidth server statistics
#

#
# Define global options
#

LoadMIBs: /usr/share/snmp/mibs/UCD-SNMP-MIB.txt,/usr/share/snmp/mibs/TCP-MIB.txt
workdir: /var/www/mrtg/
 

#
# CPU Monitoring
# (Scaled so that the sum of all three values doesn't exceed 100)
#

Target[server.cpu]:ssCpuRawUser.0&ssCpuRawUser.0:craz33guy@localhost +  ssCpuRawSystem.0&ssCpuRawSystem.0:craz33guy@localhost + ssCpuRawNice.0&ssCpuRawNice.0:craz33guy@localhost
Title[server.cpu]: Server CPU Load
PageTop[server.cpu]: < H1 >CPU Load - System, User and Nice Processes< /H1 >
MaxBytes[server.cpu]: 100
ShortLegend[server.cpu]: %
YLegend[server.cpu]: CPU Utilization
Legend1[server.cpu]: Current CPU percentage load
LegendI[server.cpu]: Used
LegendO[server.cpu]:
Options[server.cpu]: growright,nopercent
Unscaled[server.cpu]: ymwd
 

#
# Memory Monitoring (Total Versus Available Memory)
#

Target[server.memory]: memAvailReal.0&memTotalReal.0:craz33guy@localhost
Title[server.memory]: Free Memory
PageTop[server.memory]: < H1 >Free Memory< /H1 >
MaxBytes[server.memory]: 100000000000
ShortLegend[server.memory]: B
YLegend[server.memory]: Bytes
LegendI[server.memory]: Free
LegendO[server.memory]: Total
Legend1[server.memory]: Free memory, not including swap, in bytes
Legend2[server.memory]: Total memory
Options[server.memory]: gauge,growright,nopercent
kMG[server.memory]: k,M,G,T,P,X


#
# Memory Monitoring (Percentage usage)
#
Title[server.mempercent]: Percentage Free Memory
PageTop[server.mempercent]: < H1 >Percentage Free Memory< /H1 >
Target[server.mempercent]: ( memAvailReal.0&memAvailReal.0:craz33guy@localhost ) * 100 / ( memTotalReal.0&memTotalReal.0:craz33guy@localhost )
options[server.mempercent]: growright,gauge,transparent,nopercent
Unscaled[server.mempercent]: ymwd
MaxBytes[server.mempercent]: 100
YLegend[server.mempercent]: Memory %
ShortLegend[server.mempercent]: Percent
LegendI[server.mempercent]: Free
LegendO[server.mempercent]: Free
Legend1[server.mempercent]: Percentage Free Memory
Legend2[server.mempercent]: Percentage Free Memory
 

#
# New TCP Connection Monitoring (per minute)
#

Target[server.newconns]: tcpPassiveOpens.0&tcpActiveOpens.0:craz33guy@localhost
Title[server.newconns]: Newly Created TCP Connections
PageTop[server.newconns]: < H1 >New TCP Connections< /H1 >
MaxBytes[server.newconns]: 10000000000
ShortLegend[server.newconns]: c/s
YLegend[server.newconns]: Conns / Min
LegendI[server.newconns]: In
LegendO[server.newconns]: Out
Legend1[server.newconns]: New inbound connections
Legend2[server.newconns]: New outbound connections
Options[server.newconns]: growright,nopercent,perminute


#
# Established TCP Connections
#

Target[server.estabcons]: tcpCurrEstab.0&tcpCurrEstab.0:craz33guy@localhost
Title[server.estabcons]: Currently Established TCP Connections
PageTop[server.estabcons]: < H1 >Established TCP Connections< /H1 >
MaxBytes[server.estabcons]: 10000000000
ShortLegend[server.estabcons]:
YLegend[server.estabcons]: Connections
LegendI[server.estabcons]: In
LegendO[server.estabcons]:
Legend1[server.estabcons]: Established connections
Legend2[server.estabcons]:
Options[server.estabcons]: growright,nopercent,gauge


#
# Disk Usage Monitoring
#

Target[server.disk]: dskPercent.1&dskPercent.2:craz33guy@localhost
Title[server.disk]: Disk Partition Usage
PageTop[server.disk]: < H1 >Disk Partition Usage /home and /var< /H1 >
MaxBytes[server.disk]: 100
ShortLegend[server.disk]: %
YLegend[server.disk]: Utilization
LegendI[server.disk]: /home
LegendO[server.disk]: /var
Options[server.disk]: gauge,growright,nopercent
Unscaled[server.disk]: ymwd

Test Konfigurasi

Restart SNMP untuk memastikan perintah monitoring disk dalam file snmpd.conf diaktifkan. Jalankan perintah /usr/bin/mrtg diikuti dengan nama file konfigurasi tiga kali. Jika semuanya berjalan dengan baik, MRTG hanya akan complain tentang file database tertentu tidak ada. MRTG kemudian membuat file tersebut. Dengan menjalankan ketiga, semua file dibuat dan MRTG harusnya beroperasi dengan lancar.

[root@bigboy tmp]# systemctl restart snmpd.service
[root@bigboy tmp]# env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg

Create MRTG Index Page yang Baru

Gunakan indexmaker command dan include original MRTG configuration file (/etc/mrtg/mrtg.cfg) plus yang baru kita buat (/etc/mrtg/server-stats.cfg).

[root@bigboy tmp]# indexmaker --output=/var/www/mrtg/index.html \
/etc/mrtg/mrtg.cfg /etc/mrtg/server-stats.cfg

Konfigurasi cron untuk menggunakan MRTG File yang baru

Langkah terakhir adalah untuk memastikan bahwa MRTG di konfigurasi untuk poll server setiap lima (5) menggunakan file konfigurasi yang baru. Tambahkan line di file /etc/cron.d/mrtg

0-59/5 * * * * root env LANG=C /usr/bin/mrtg /etc/mrtg/server-stats.cfg

Beberapa versi Linux (seperti Ubuntu) kita perlu file /etc/crontab. Restart crond agar melakukan polling tersebut,

[root@bigboy tmp]# systemctl restart crond.service

Monitoring Non Linux MIB Value

Semua MIB yang disebutkan sejauh ini adalah untuk sistem Linux; jenis sistem lain akan membutuhkan MIB tambahan yang pemasangannya mungkin tidak jelas dalam panduan pengguna atau tidak tersedia. Dalam kasus seperti itu, kita harus mengetahui nilai pasti dari OID.

Skenario

Bayangkan anda sebagai sebuah perusahaan kecil telah membeli Cisco second untuk menghubungkan server situs Web-nya ke Internet. Konfigurasi dasar MRTG menyediakan statistik bandwidth data, tetapi anda ingin mengukur beban CPU yang disebabkan oleh traffic di perangkat. Mengunduh MIB dari Cisco dan menggunakannya dengan perintah snmpget tidak berhasil. Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Find The OIDs

Ketika MIB value gagal, yang terbaik adalah mencoba untuk menemukan nilai OID yang tepat. Seperti kebanyakan produsen peralatan jaringan, Cisco memiliki situs FTP tempat kita dapat mengunduh MIB dan OID. File SNMP untuk perangkat Cisco dapat ditemukan di ftp.cisco.com di direktori /pub/mibs; OID ada di direktori oid di bawahnya.

Setelah melihat semua file OID, kita memutuskan bahwa file CISCO-PROCESS-MIB.oid akan berisi nilai yang diperlukan dan menemukan entri ini di dalamnya.

"cpmCPUTotalPhysicalIndex"  "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.2"
"cpmCPUTotal5sec"           "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.3"
"cpmCPUTotal1min"           "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.4"
"cpmCPUTotal5min"           "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.5"
"cpmCPUTotal5secRev"        "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.6"
"cpmCPUTotal1minRev"        "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.7"
"cpmCPUTotal5minRev"        "1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.8"

Test OID

Seperti yang kita lihat, semua OID adalah bagian dari pohon yang sama dimulai dengan 1.3.6.1.4.1.9.9.109.1.1.1.1.1. OID yang disediakan mungkin tidak lengkap, jadi yang terbaik adalah menggunakan perintah snmpwalk untuk mencoba mendapatkan semua nilai di bawah root ini terlebih dahulu.

[root@bigboy tmp]# snmpwalk -v1 -c craz33guy cisco-switch 1.3.6.1.4.1..9.9.109.1.1.1.1
SNMPv2-SMI::enterprises.9.9.109.1.1.1.1.2.1 = INTEGER: 0
SNMPv2-SMI::enterprises.9.9.109.1.1.1.1.3.1 = Gauge32: 32
SNMPv2-SMI::enterprises.9.9.109.1.1.1.1.4.1 = Gauge32: 32
SNMPv2-SMI::enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1 = Gauge32: 32
[root@bigboy tmp]#

Meskipun tercantum dalam file OID, 1.1.1.1.6, 1.1.1.1.7, dan 1.1.1.1.8 tidak di support. Perhatikan juga bagaimana SNMP telah menentukan bahwa bagian pertama dari nilai OID (1.3.6.1.4.1) dalam file OID asli di mapping ke kata "perusahaan".

Next, you can use one the snmpget command to set only one of the OID values returned by snmpwalk.

[root@bigboy tmp]# snmpget -v1 -c craz33guy cisco-switch \
enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1
SNMPv2-SMI::enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1 = Gauge32: 33
[root@bigboy tmp]#

Success! Now you can use this OID value, enterprises.9.9.109.1.1.1.1.5.1, for your MRTG queries.

Percepat MRTG dengan RRDtool

MRTG adalah program yang sangat berguna tetapi memiliki keterbatasan. Semua grafik dan halaman web diciptakan kembali setiap kali sebuah perangkat disurvei. Ini berpotensi membebani server MRTG terutama jika kita memiliki banyak perangkat yang dipantau dan grafik membutuhkan lebih dari lima menit untuk dibuat. RRDtool adalah aplikasi yang ditulis oleh pencipta MRTG yang dapat menyimpan data tujuan umum, tetapi menghasilkan grafik sesuai permintaan. Mengintegrasikan MRTG dengan RRDtool dapat memiliki manfaat kinerja yang sangat nyata. Contoh berikut akan menunjukkan kepada kita cara menerapkan solusi tujuan umum dengan cepat.

Scenario

Penggunaan RRDtool diperlukan untuk mengurangi beban pada server pemantauan yang telah mengalami kinerja yang sangat lamban karena jumlah grafik MRTG yang harus diregenerasi setiap siklus pemungutan suara.

  • Karena keterbatasan ruang, database RRD perlu ditempatkan di partisi /var.
  • Server memiliki konfigurasi Apache default dengan file CGI yang diperlukan untuk konten yang dihasilkan secara dinamis yang berada di direktori /var/www/cgi-bin.
  • Diperlukan skrip CGI yang akan membaca data MRTG baru dalam format RRDtool.
  • File konfigurasi MRTG adalah /etc/mrtg/mrtg.cfg.

Install RRDtool

File modul RRDtool dan RRDtool PERL dapat diunduh dari situs webnya di http://people.ee.ethz.ch/~oetiker/webtools/rrdtool/, tetapi instalasi bisa rumit karena program instalasi mungkin mencari library pendukung tertentu di direktori yang salah.

Untungnya paket rrdtool dan rrdtool-perl prasyarat kini hadir sebagai bagian dari sebagian besar distribusi Linux. Untuk detail lebih lanjut tentang menginstal paket.

Menyimpan Data MRTG dalam Format RRDtool

This phase of the integration process can be done in a few minutes, but the steps can be tricky:

The first step is to add some new options to your cfgmaker command. The first indicates that MRTG should only store rrdtool formatted data, and the second defines the /var/mrtg directory in which it should be stored. For added security, the directory should be external to your web server's document root.

--global 'LogFormat: rrdtool' --global "workdir: /var/mrtg"  --global 'IconDir: /mrtg'

Finally, you should also specify an icon directory which specifies the location of all miscellaneous MRTG web page icons. The RRD web interface script we'll install later uses an incorrect location. The icon directory /mrtg is actually a partial URL location. In this Fedora scenario we are using the default Apache configuration which locates the MRTG icon files in the /var/www/mrtg directory. If you are using a non default Apache MRTG configuration or are using other Linux distributions or versions you may have to copy the icons to the custom directory in which the MRTG PNG format icon files are located.

The cfgmaker program is simple to use and is covered in in Chapter 22, "Monitoring Server Performance".

The next step is to create the data repository directory /var/mrtg and make it be owned by the apache user and process that runs the default Linux web server application.

[root@bigboy tmp]# mkdir /var/mrtg
[root@bigboy tmp]# chown apache /var/mrtg
[root@bigboy tmp]#

Note: If you are using SELinux you'll have to change the context of this directory to match that of the /var/www/html directory so that the apache process will be able to read the database files when your CGI script needs them. These commands compare the contexts of the both directories and apply the correct set to /var/mrtg.

Please refer to Chapter 20, " The Apache Web Server" for more details on file contexts with Apache.

[root@bigboy tmp]# ls -alZ /var/www | grep html
drwxr-xr-x  root     root     system_u:object_r:httpd_sys_content_t html
[root@bigboy tmp]# ls -alZ /var | grep mrtg
drwxr-xr-x  apache   root     root:object_r:var_t              mrtg
[root@bigboy tmp]# chcon -R -u system_u -r object_r -t httpd_sys_content_t /var/mrtg
[root@bigboy tmp]#

We now need to test that the RRD files are being created correctly. Run MRTG using the /etc/mrtg/mrtg.cfg file as the source configuration file then test to see if the contents of the /var/mrtg directory have changed. Success!

[root@bigboy tmp]# ls /var/mrtg/
localhost_192.168.1.100.rrd
[root@bigboy tmp]# 

The files are being created properly. Now we need to find a script to read the new data format and present it in a web format. This will be discussed next.

The MRTG / RRDtool Integration Script

The MRTG website recommends the script located on the mrtg-rrd website (http://www.fi.muni.cz/~kas/mrtg-rrd/) as being a good one to use. Let's go ahead and install it.

   Download the script using wget. The site lists several versions; make sure you get the latest one.
[root@bigboy tmp]# wget ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
--12:42:12--  ftp://ftp.linux.cz/pub/linux/people/jan_kasprzak/mrtg-rrd/mrtg-rrd-0.7.tar.gz
           => `mrtg-rrd-0.7.tar.gz'
Resolving ftp.linux.cz... 147.251.48.205
Connecting to ftp.linux.cz|147.251.48.205|:21... connected.
Logging in as anonymous ... Logged in!
...
...
...
15:24:50 (53.53 KB/s) - `mrtg-rrd-0.7.tar.gz' saved [20863]
[root@bigboy tmp]# ls
mrtg-rrd-0.7.tar.gz
[root@bigboy tmp]#
   Extract the contents of the tar file. 
[root@bigboy tmp]# tar -xzvf mrtg-rrd-0.7.tar.gz 
mrtg-rrd-0.7/
mrtg-rrd-0.7/COPYING
mrtg-rrd-0.7/FAQ
mrtg-rrd-0.7/TODO
mrtg-rrd-0.7/Makefile
mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi
mrtg-rrd-0.7/ChangeLog
[root@bigboy tmp]#
   Create the /var/www/cgi-bin/mrtg directory and copy the mrtg-rrd.cgi file to it.
[root@bigboy tmp]# mkdir -p /var/www/cgi-bin/mrtg
[root@bigboy tmp]# cp mrtg-rrd-0.7/mrtg-rrd.cgi /var/www/cgi-bin/mrtg/
[root@bigboy tmp]#
   Edit the mrtg-rrd.cgi file and make it refer to the /etc/mrtg/mrtg.cfg file for its configuration details, or you can specify all the .cfg files in your /etc/mrtg directory.
#
# File: mrtg-rrd.cgi (Single File)
#

# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
BEGIN { @config_files = qw(/etc/mrtg/mrtg.cfg); }

#
# File: mrtg-rrd.cgi (multipl .cfg files)
#

# EDIT THIS to reflect all your MRTG config files
BEGIN { @config_files = </etc/mrtg/*.cfg>; }


   You should now be able to access your MRTG RRD graphs by visiting this URL:
http://www.my-web-site.org/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi 


Once installed, RRDtool operates transparently with MRTG. You'll have to remember to add the RRD statements to any new MRTG configurations and also add the configuration file to the CGI script. Our monitoring server can now breathe a little easier. Troubleshooting

The troubleshooting techniques for advanced MRTG are similar to those mentioned in Chapter 22, " Monitoring Server Performance", but because you have done some customizations you'll have to go the extra mile.

   Verify the IP address and community string of the target device you intend to poll.
   Make sure you can do an SNMP walk of the target device. If not, revise your access controls on the target device and any firewall rules that may impede SNMP traffic.
   Ensure you can do an SNMP get of the specific OID value listed in your MRTG configuration file.
   Check your MRTG parameters to make sure they are correct. Gauge values defined as counter and vice versa will cause your graphs to have continuous zero values. Graph results that are eight times what you expect may have the bits parameter set.
   There are a few errors common to initial RRDtool integration.
   Web messages like this where the reference to the MRTG configuration file in the CGI script was incorrect

Error: Cannot open config file: No such file or directory

   "Permission Denied" web messages are usually caused by incorrect file permissions and / or SELinux contexts

Error: RRDs::graph failed, opening '/var/mrtg/localhost_192.168.1.100.rrd': Permission denied

   Errors in the /var/log/httpd/errorlog file referring to files or directories that don't exist can be caused by an incorrect IconDir statement in the MRTG configuration file.
[Wed Jan 04 15:42:13 2006] [error] [client 192.168.1.102] File does not exist: /var/www/html/var,
referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/ 
[Wed Jan 04 15:45:46 2006] [error] [client 192.168.1.102] script not found or unable to stat:
 /var/www/cgi-bin/mrtg/mrtg-l.png, referer: http://bigboy/cgi-bin/mrtg/mrtg-rrd.cgi/
   Errors caused by not installing the pre-requisite RRD RPM modules rrdtool, perl-RRD-Simple and rrdtool-perl.

ERROR: could not find RRDs.pm. Use LibAdd: in mrtg.cfg to help mrtg find RRDs.pm

These quick steps should be sufficient in most cases and will reward you with a more manageable network. Conclusion

Using the guidelines in this chapter you should be able to graph most SNMP MIB values available on any type of device. MRTG is an excellent, flexible monitoring tool and should be considered as a part of any systems administrator's server management plans.

Referensi

Pranala Menarik