Konfigurasi Base Station WiMAX buatan TRG

From OnnoWiki
Revision as of 09:30, 11 May 2010 by Onnowpurbo (talk | contribs) (→‎Pranala Menarik)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)
Jump to navigation Jump to search
Bs-trg1.jpg

Konfigurasi Base Station TRG dapat dilakukan melalui Web. Tapi versi terbaru dari Base Station WiMAX TRG tampaknya akan lebih memfokuskan pada konfigurasi menggunakan shell / text saja supaya lebih irit resource.

Pada Base Station WiMAX TRG terdapat tiga (3) menu utama, yaitu,


Bs-trg2.jpg

Pada menu BS Provisioning atau BS Status kita dapat dengan mudah melihat status / kondisi dari Base Station, dalam sebuah halaman kita dapat melihat,

  • Temperatur peralatan
  • Ethernet Address
  • WiMAX Address
  • BS ID
  • Frekuensi yang digunakan
  • Bandwidth
  • CP Size
  • TX Power
  • Sinyal yang di terima
  • Traffic dan Komposisi Frame Downlink
  • Traffic dan Komposisi Frame Uplink


Bs-trg3.jpg

Pada menu BS Configuration kita akan masuk ke sebuah halaman untuk mengkonfigurasi sebagian besar parameter Base Station (BS). Ada banyak sekali parameter yang dapat di ubah / di konfigurasi, secara umum yang minimal sekali biasanya perlu kita konfigurasi,

  • Frekuensi
  • Bandwidth – di sesuaikan dengan peraturan yang ada. Secara teknik dapat menggunakan 1.75MHz, 3.5MHz, 5MHz, 7MHz dan 10MHz . Semakin besar bandwidth yang dialokasikan, semakin cepat kecepatan data yang dapat dilalukan.
  • Frame Code – di sesuaikan dengan peraturan yang ada. Secara teknis dapat menggunakan 2.5ms, 4ms, 5ms, 8ms, 10ms, 12.5ms dan 20ms.
  • Cyclic Prefix (CP) – di sesuaikan dengan peraturan yang ada.
  • Cell Radius – mempengaruhi jangkauan sel.

Sebagian besar parameter sebetulnya dapat menggunakan nilai default-nya.

Walaupun parameter FEC & modulasi dapat menggunakan nilai default yang ada. Bagi kita yang ingin mengkonfigurasi modulasi dan FEC dapat mengubah pada berbagai mode berikut BPSK-1/2, QPSK-1/2, QPSK-3/4, QAM16-1/2, QAM16-3/4, QAM64-2/3 dan QAM64-3/4 . QAM akan menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi, tapi tidak reliable untuk jarak jauh. Sementara, BPSK akan menghasilkan kecepatan yang lebih rendah, tapi lebih reliable untuk komunikasi jarak jauh.



Bs-trg4.jpg

Pada link status kita dapat melihat data-data dari masing-masing Subscriber Station (SS) yang tercatat di Base Station (BS). Informasi penting yang perlu di perhatikan baik-baik adalah,

  • CINR – Signal To Noise Ratio, perlu di usahakan setinggi mungkin agar sambung yang terjadi menjadi reliable.
  • RSSI – Sinyal yang di terima, semakin kecil, semakin minus angka-nya maka akan semakin tidak reliable sambungan.
  • SymErr – banyaknya error yang terjadi, semakin tinggi angka ini akan menunjukan bahwa terjadi masalah di sambungan.


Bs-trg5.jpg

Pada Service Flow Status, kita dapat melihat berbagai hal yang berkaitan penggunaan alokasi QoS pada masing-masing classifer. Hal yang biasanya menarik untuk di lihat adalah total bandwidth yang sudah digunakan, dan bandwidth yang sedang digunakan saat ini. Melalui proses monitoring ini kita dapat menilai apakah kapasitas yang tersedia mencukupi atau kurang.


BS Provisioning

Bs-trg6.jpg

Selanjutnya kita akan masuk ke Menu Provisioning dari Base Station (BS) dengan cara memilih BS Provisioning pada saat login pertama kali.


Bs-trg7.jpg

Pada menu BS Provisioning akan terbagi dalam dua (2) bagian, yaitu,

  1. Sebelah kiri – daftar BS yang dapat di monitor, dan Network Management Server yang digunakan. Di bagian bawah dari menu kiri, terdapat menu tambahan untuk mengkonfigurasi BS, SS maupun mengubah password.
  2. Sebelah kanan – status dari BS yang di minitor.

Pada status BS yang terdapat pada kolom sebelah kanan di perlihatkan berbagai parameter penting dari kondisi operasional sebuah BS seperti,

di samping beberapa parameter kondisi lingkungan, seperti, suhu, penggunaan memory, penggunaan kapasitas processor dll.



Pranala Menarik