OS: PRAKTIKUM — Mesh Network Lab
PRAKTIKUM 8 — Mesh Network Lab
(OLSR & BATMAN pada OpenWRT x86, simulasi di GNS3 berbasis Ubuntu 24.04)
Praktikum ini merupakan kelanjutan logis dari pembahasan networking stack dan network OS pada OpenWRT dalam dokumen Sistem Operasi, 2026. Fokus utamanya adalah memahami jaringan sebagai sistem terdistribusi, bukan sekadar konfigurasi IP statis atau routing konvensional. Pada mesh network, setiap node adalah router, dan sistem operasi berperan aktif dalam pengambilan keputusan routing secara dinamis .
Tujuan Praktikum
Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep mesh networking sebagai implementasi nyata distributed system pada level OS.
Mengkonfigurasi OLSR dan BATMAN pada OpenWRT x86.
Mensimulasikan jaringan mesh menggunakan GNS3.
Mengamati dan menganalisis perilaku routing dinamis (route discovery, failover, convergence).
Pendekatan ini selaras dengan filosofi OBE (30% teori – 70% praktek), dimana mahasiswa tidak hanya tahu protokol, tetapi melihat OS “berpikir” saat topologi berubah .
Konsep Dasar Mesh Network (Ringkas tapi Inti)
Dalam mesh network, tidak ada single point of failure. Setiap node:
Menjalankan kernel networking stack.
Memiliki routing daemon di user space.
Bertukar informasi routing secara periodik atau reaktif.
Dua pendekatan yang diuji:
OLSR (Optimized Link State Routing)
Proaktif: setiap node selalu memiliki peta jaringan terkini.
BATMAN (Better Approach To Mobile Adhoc Networking)
Hop-by-hop: node tidak perlu mengetahui seluruh topologi, cukup best next hop.
Insight OS penting:
Routing mesh bukan fitur aplikasi, tetapi hasil interaksi user-space daemon ↔ kernel routing table ↔ network interface.
Desain Topologi Praktikum (GNS3) Arsitektur Lab Host: Ubuntu 24.04 (CLI + GNS3) Node: 3–5 VM OpenWRT x86 Media: Internal Network / Ethernet virtual di GNS3 Contoh topologi sederhana: [OWRT-1] --- [OWRT-2] --- [OWRT-3]
\ /
---------[OWRT-4]----
Setiap node: Satu interface mesh (mis. eth1) IP satu subnet (untuk OLSR) Tanpa default gateway statis Setup Awal OpenWRT (Wajib) Login ke masing-masing node OpenWRT: ssh root@192.168.100.x Update paket: opkg update Pastikan interface mesh aktif: ip addr ip link Contoh set IP statis (sementara, untuk lab): ip addr add 10.10.10.1/24 dev eth1 ip link set eth1 up Catatan Akademik: Pada OpenWRT, konfigurasi jaringan bersifat declarative (UCI), tetapi observasi awal via CLI membantu memahami state kernel secara langsung.
Praktik A — Setup OLSR Instalasi OLSR opkg install olsrd olsrd-mod-txtinfo Konfigurasi Dasar Edit: nano /etc/config/olsrd Contoh minimal: config olsrd
option IpVersion '4' option Fibs 'default' option LinkQualityLevel '2' option LinkQualityAlgorithm 'etx'
config Interface
option interface 'eth1' option Mode 'mesh'
Restart service: /etc/init.d/olsrd restart Verifikasi Routing
ip route Cek info OLSR: telnet localhost 2006 Observasi penting: Routing table terisi tanpa static route. Semua node aware terhadap topologi penuh. Praktik B — Setup BATMAN Instalasi BATMAN opkg install kmod-batman-adv batctl Load kernel module: modprobe batman-adv
Konfigurasi Interface
batctl if add eth1 ip link set up dev bat0
Beri IP ke bat0:
ip addr add 10.20.20.1/24 dev bat0 Verifikasi
batctl n # neighbor batctl o # originator ip route Perbedaan konseptual: OLSR → routing terlihat eksplisit. BATMAN → routing abstrak, OS hanya tahu next hop terbaik. Simulasi Dinamis di GNS3 Eksperimen Wajib Putuskan satu link di GNS3. Amati: ip route ping antar node Sambungkan kembali link. Pertanyaan Observasi: Berapa lama recovery time? Protokol mana yang lebih cepat converge? Bagaimana ukuran routing table berubah? Kaitan OS: Inilah contoh nyata self-healing system yang dikendalikan oleh kombinasi kernel + daemon routing.
Analisis Akademik (OBE-Oriented) Mahasiswa wajib menuliskan refleksi: Bandingkan OLSR vs BATMAN dari sisi: Kompleksitas Skalabilitas Overhead routing Jelaskan: Peran kernel routing table Peran user-space routing daemon Challenge Lanjutan (Opsional, Fun & Menantang) Tambahkan node mobile (link sering putus-nyambung). Bandingkan performa ping latency. Kombinasikan mesh + NAT ke Ubuntu Server. Simulasikan node failure total (power off VM). Penutup Praktikum ini menegaskan bahwa: Sistem Operasi bukan hanya pengelola CPU dan memori, tetapi “otak kolektif” jaringan terdistribusi. Dengan OLSR dan BATMAN, mahasiswa melihat langsung bagaimana OS membuat keputusan adaptif di lingkungan yang tidak stabil—sebuah kompetensi kunci untuk network OS engineer, IoT architect, dan distributed system builder .