OS: OpenWRT Networking & Mesh
BAB 12. OpenWRT Networking & Mesh Bab ini merupakan puncak dari transisi sistem operasi general-purpose menuju network operating system. Jika pada Ubuntu Server mahasiswa belajar bahwa networking adalah salah satu subsistem kernel, maka pada OpenWRT mahasiswa akan menyadari bahwa jaringan adalah jantung sistem operasi itu sendiri. Seluruh desain OpenWRT—mulai dari filesystem read-only, konfigurasi berbasis teks, hingga pemilihan paket—dioptimalkan untuk routing, forwarding, dan mesh networking. OpenWRT menjadi studi kasus ideal untuk memahami bagaimana kernel networking stack, routing protocol, dan distributed system bekerja secara nyata di level OS, bukan sekadar teori. Routing Fundamentals Konsep Dasar Routing dalam Sistem Operasi Routing adalah proses menentukan jalur terbaik untuk meneruskan paket dari satu network interface ke tujuan akhirnya. Pada Linux (termasuk OpenWRT), routing sepenuhnya dikendalikan oleh kernel networking stack, sedangkan user-space hanya menyediakan control plane. Secara konseptual, routing terdiri dari: Data plane → forwarding paket (kernel space) Control plane → pengisian routing table (user space daemon) Insight penting: Pada OpenWRT, batas antara OS dan router hampir tidak ada—OpenWRT adalah router OS. Routing Table di OpenWRT Periksa routing table: ip route Contoh output sederhana: default via 192.168.1.1 dev eth0 192.168.1.0/24 dev eth0 proto kernel scope link Maknanya: default route → semua trafik ke luar subnet connected route → jaringan lokal langsung Routing table ini akan berubah dinamis saat OLSR atau BATMAN diaktifkan. Forwarding sebagai Fungsi Kernel Aktifkan IP forwarding: sysctl net.ipv4.ip_forward Jika belum aktif: sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1 Di OpenWRT, fitur ini default aktif, karena OS diasumsikan sebagai router. OLSR (Optimized Link State Routing) Konsep OLSR OLSR adalah proactive link-state routing protocol yang dirancang khusus untuk mobile ad-hoc network (MANET) dan mesh network. Berbeda dengan routing tradisional, setiap node secara aktif bertukar informasi topologi. Ciri utama OLSR: Proactive → route selalu tersedia Menggunakan HELLO dan TC (Topology Control) message Optimasi melalui Multi-Point Relay (MPR) Makna OS: OLSR berjalan di user-space, tetapi mengendalikan routing table kernel secara langsung. Instalasi OLSR di OpenWRT
opkg update opkg install olsrd olsrd-mod-arprefresh Aktifkan interface mesh: uci set olsrd.@Interface[0].interface='lan' uci commit olsrd /etc/init.d/olsrd enable /etc/init.d/olsrd start
Observasi Routing OLSR Lihat neighbor: ip route Atau melalui plugin HTTP (opsional): opkg install olsrd-mod-httpinfo Praktik akademik: Matikan satu node VM dan amati konvergensi ulang routing table dalam hitungan detik. BATMAN-adv Konsep BATMAN-adv BATMAN-adv (Better Approach To Mobile Adhoc Networking – advanced) bekerja di layer 2, bukan layer 3 seperti OLSR. Ia menjadikan seluruh mesh seolah-olah satu switch virtual raksasa. Karakteristik utama: Bekerja di kernel space Routing tersembunyi dari IP layer Sangat cocok untuk WiFi mesh & IoT Perbedaan filosofis: OLSR berpikir seperti router, BATMAN berpikir seperti bridge. Instalasi BATMAN-adv opkg update opkg install kmod-batman-adv batctl Load kernel module: modprobe batman-adv Tambahkan interface: batctl if add eth0 ip link set up dev bat0 Cek status: batctl o
Implikasi OS-Level
Karena BATMAN-adv berjalan di kernel:
Latency rendah
Overhead kecil
Lebih robust pada node bergerak
Ini adalah contoh nyata fungsi OS berpindah dari user-space ke kernel-space demi performa.
OLSR vs BATMAN vs Routing Tradisional
Perbandingan Konseptual
Aspek
Routing Tradisional
OLSR
BATMAN-adv
Layer OSI
L3
L3
L2
Dinamis
❌
✅
✅
Cocok untuk mesh
❌
✅
Sangat cocok
Kompleksitas
Rendah
Menengah
Tinggi (kernel)
Lokasi eksekusi
Kernel + static config
User-space daemon
Kernel module
Kapan Menggunakan Apa? Routing tradisional → Jaringan statis, enterprise, ISP OLSR → Mesh akademik, eksperimen routing, MANET BATMAN-adv → WiFi mesh, IoT, komunitas jaringan Insight penting untuk mahasiswa: Tidak ada solusi terbaik—yang ada adalah solusi yang sesuai konteks sistem operasi dan jaringan.
Refleksi Akademik (OBE-Oriented)
Setelah menyelesaikan bab ini, mahasiswa tidak hanya tahu protokol, tetapi mampu:
Menganalisis routing sebagai fungsi kernel
Membangun mesh network nyata di VM
Membedakan desain OS-level vs network-level
Berpikir sebagai network OS engineer
Ini adalah tahap di mana sistem operasi tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari distributed system.
“Di OpenWRT, jaringan bukan fitur.
Jaringan adalah identitas sistem operasi itu sendiri.”