OS: PRAKTIKUM — Linux Survival Lab

From OnnoWiki
Revision as of 05:09, 14 February 2026 by Onnowpurbo (talk | contribs)
Jump to navigation Jump to search

Tujuan

Praktikum ini dirancang untuk membentuk mentalitas Linux survivor: mahasiswa tidak panik ketika sistem bermasalah, mampu mendiagnosis bottleneck, serta mengambil keputusan teknis berbasis data. Fokus utama adalah observasi sistem secara langsung, bukan sekadar teori.

Mahasiswa akan belajar bahwa Linux menyediakan semua visibility yang dibutuhkan administrator — tanpa GUI, tanpa software proprietary — cukup dengan command-line tools bawaan.

Diagnosa CPU, RAM, dan Disk

Prinsip Dasar Diagnosa Sistem

Dalam sistem operasi modern, performa buruk hampir selalu berasal dari salah satu dari tiga sumber utama:

  • CPU bottleneck
  • Memory pressure
  • I/O bottleneck (disk atau network)

Pendekatan survival yang benar adalah observasi → hipotesis → verifikasi, bukan menebak.

Diagnosa CPU Load & Scheduling

Mengamati beban CPU secara real-time

top

Fokuskan perhatian pada:

  • load average → beban sistem relatif terhadap jumlah core
  • %CPU → proses yang rakus CPU
  • us / sy / id / wa → distribusi waktu CPU

Rule of thumb:

  • load average > jumlah core → sistem mulai overloaded
  • %wa tinggi → CPU menunggu disk (I/O bound)

Alternatif yang lebih human-friendly:

htop

htop memperlihatkan core per core, sangat membantu untuk memahami scheduler behavior .

Diagnosa Memory (RAM & Swap)

Snapshot penggunaan memori

free -h

Perhatikan:

  • available memory (bukan sekadar free)
  • swap usage → indikator tekanan memori

Observasi dinamis

vmstat 2

Kolom penting:

  • si/so (swap in / swap out)
  • r (run queue)
  • wa (I/O wait)

Swap aktif + sistem lambat = memory pressure serius

Diagnosa Disk & I/O

Identifikasi partisi & kapasitas

df -h
lsblk

I/O wait & throughput

iostat -xz 2

Interpretasi:

  • %util mendekati 100% → disk saturated
  • await tinggi → latency tinggi

Ini sejalan dengan konsep I/O scheduler & monitoring pada buku Sistem Operasi klasik, tetapi kini diaplikasikan langsung .

Network Debugging (Troubleshooting Jaringan)

Verifikasi Interface & IP Address

ip a
ip route

Pastikan:

  • Interface UP
  • IP address sesuai desain lab
  • Default route tersedia

Uji Konektivitas Dasar

ping 8.8.8.8
ping google.com

Jika IP bisa diping tapi DNS gagal → masalah DNS, bukan jaringan fisik.

Analisis Socket & Port

ss -tulpen Digunakan untuk: Mengetahui service apa yang listening Verifikasi port konflik Audit exposed services Monitoring Trafik Sederhana ip -s link Perhatikan: RX/TX error dropped packets Tool sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat efektif untuk troubleshooting cepat.

Service Management (systemd Survival Skills) Filosofi systemd Di Ubuntu 24.04, semua service dikelola oleh systemd. Ini menggantikan init.d dan memberikan: Dependency management Logging terintegrasi Kontrol service yang konsisten Status & Kontrol Service Cek status service systemctl status ssh Start / Stop / Restart sudo systemctl start nginx sudo systemctl stop nginx sudo systemctl restart nginx Enable saat boot sudo systemctl enable nginx Analisis Log dengan journalctl journalctl -u ssh --since "10 minutes ago" journalctl -xe journalctl adalah alat forensik pertama ketika service gagal. Deteksi Service Bermasalah

systemctl --failed Output ini sering menjadi jawaban tercepat saat server “tiba-tiba tidak jalan”.

Mini Survival Scenario (Latihan Tantangan) Skenario: Server terasa lambat, user mengeluh SSH delay, dan web service sering timeout. Langkah diagnosa yang wajib berurutan: top → CPU atau I/O? free -h → swap aktif? iostat → disk saturated? ss -tulpen → service overload? journalctl -xe → error log Tidak lompat langkah. Tidak menebak. Semua berbasis observasi. Refleksi Akademik & Relevansi OS Praktikum ini secara langsung menghubungkan: Konsep kernel scheduling Manajemen memori I/O subsystem Networking stack Service orchestration Semua topik inti sistem operasi tidak lagi abstrak, melainkan terlihat dan terukur — sesuai filosofi “OS is observable” yang ditekankan dalam buku Sistem Operasi praktis . Output yang Diharapkan Mahasiswa mampu: Mendiagnosa sistem Linux tanpa GUI Menjelaskan sebab, bukan sekadar gejala Mengambil keputusan teknis berbasis data Siap lanjut ke Kernel & Tuning Lab


Pranala Menarik