Difference between revisions of "OS: PRAKTIKUM — Setup Virtual Lab"
Onnowpurbo (talk | contribs) |
Onnowpurbo (talk | contribs) |
||
| Line 9: | Line 9: | ||
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi buku Sistem Operasi bahwa OS adalah buatan manusia dan bisa dipelajari dengan praktik langsung, bukan sekadar teori. | Pendekatan ini sejalan dengan filosofi buku Sistem Operasi bahwa OS adalah buatan manusia dan bisa dipelajari dengan praktik langsung, bukan sekadar teori. | ||
| − | + | ==Arsitektur Virtual Lab (Gambaran Besar)== | |
Secara konseptual, lab yang dibangun memiliki struktur berikut: | Secara konseptual, lab yang dibangun memiliki struktur berikut: | ||
* Host OS: Ubuntu Desktop 24.04 (komputer mahasiswa) | * Host OS: Ubuntu Desktop 24.04 (komputer mahasiswa) | ||
Latest revision as of 11:15, 13 February 2026
Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan membangun virtual lab terpadu yang akan digunakan sepanjang mata kuliah. Mahasiswa tidak hanya menginstal OS, tetapi memahami arsitektur, jaringan virtual, dan integrasi antar sistem operasi sejak awal.
Setelah praktik ini, mahasiswa diharapkan mampu:
- Membangun lingkungan virtualisasi OS engineering
- Menjalankan Ubuntu Server dan OpenWRT x86 secara paralel
- Memahami konsep virtual network dan multi-VM topology
- Mengintegrasikan VM sebagai node jaringan di GNS3
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi buku Sistem Operasi bahwa OS adalah buatan manusia dan bisa dipelajari dengan praktik langsung, bukan sekadar teori.
Arsitektur Virtual Lab (Gambaran Besar)
Secara konseptual, lab yang dibangun memiliki struktur berikut:
- Host OS: Ubuntu Desktop 24.04 (komputer mahasiswa)
- Hypervisor: VirtualBox
- VM 1: Ubuntu Server 24.04 (general-purpose OS)
- VM 2: OpenWRT x86 (embedded & network OS)
- Network Emulator: GNS3
Peran VM:
- Ubuntu Server → server / controller / build node
- OpenWRT → router / firewall / mesh node
Catatan penting
- Desain ini akan digunakan kembali pada:
- Compile kernel Linux
- Build OpenWRT dari source
- Lab OLSR & BATMAN
- Integrasi Ubuntu ↔ OpenWRT ↔ Android x86
Install VirtualBox di Ubuntu 24.04
Konsep Singkat
VirtualBox adalah type-2 hypervisor yang berjalan di atas OS host. Walaupun bukan solusi enterprise, VirtualBox sangat ideal untuk pembelajaran OS, karena:
- Gratis & open source (Oracle VM VirtualBox)
- Mendukung snapshot, bridged network, dan custom disk
- Stabil untuk kernel hacking & embedded OS
Langkah Instalasi
Jalankan perintah berikut di Ubuntu 24.04 host:
sudo apt update sudo apt install -y virtualbox virtualbox-ext-pack
Verifikasi instalasi:
vboxmanage --version
Jika versi tampil, VirtualBox siap digunakan. Jika Secure Boot aktif dan modul kernel VirtualBox gagal load, nonaktifkan Secure Boot di BIOS atau sign kernel module secara manual (opsional, lanjutan).
Create VM Ubuntu Server 24.04
Tujuan VM Ubuntu Server
VM ini akan menjadi tulang punggung praktikum, digunakan untuk:
- CLI & Linux survival
- Compile kernel
- Build OpenWRT & Android x86
- Server SSH & tools networking
Spesifikasi Minimal (Disarankan)
- OS: Ubuntu Server 24.04 LTS
- CPU: 2 core
- RAM: 2–4 GB
- Disk: ≥ 40 GB (VDI, dynamically allocated)
Network:
- Adapter 1: NAT (internet)
- Adapter 2: Host-only / Internal (lab network)
Langkah Pembuatan VM
Buka VirtualBox → New
- Name: Ubuntu-Server-24.04
- Type: Linux
- Version: Ubuntu (64-bit)
- Assign RAM & CPU
- Create virtual hard disk (VDI)
- Attach ISO Ubuntu Server 24.04, lalu Start VM.
Instalasi Ubuntu Server (Ringkas)
Ikuti installer resmi:
- Language: English
- Keyboard: Default
- Network: DHCP (sementara)
- Storage: Use entire disk
- Profile:
- Username: student
- Enable OpenSSH server
- Package tambahan: tidak perlu GUI
Verifikasi setelah login:
uname -a lsb_release -a ip a
Create VM OpenWRT x86 di VirtualBox
Konsep OpenWRT sebagai OS Embedded
Sesuai buku, OpenWRT adalah contoh ideal sistem operasi embedded: kecil, fokus jaringan, dan sangat modular . Dalam lab ini, OpenWRT digunakan sebagai:
- Router virtual
- Firewall
- Node mesh (OLSR / BATMAN)
- Gateway antar VM
Download OpenWRT x86 Image
Unduh generic ext4 image:
wget https://downloads.openwrt.org/releases/23.05.3/targets/x86/64/openwrt-23.05.3-x86-64-generic-ext4-combined.img.gz gunzip openwrt-23.05.3-x86-64-generic-ext4-combined.img.gz
Convert IMG ke VDI (VirtualBox Disk)
VirtualBox tidak langsung memakai .img, sehingga perlu konversi:
VBoxManage convertfromraw \ openwrt-23.05.3-x86-64-generic-ext4-combined.img \ OpenWRT-x86.vdi \ --format VDI
Buat VM OpenWRT
- Name: OpenWRT-x86
- Type: Linux
- Version: Other Linux (64-bit)
- RAM: 256–512 MB
- CPU: 1 core
- Disk: Use existing disk → OpenWRT-x86.vdi
- Network:
- Adapter 1: Internal Network (lab)
- Adapter 2: NAT (opsional)
Boot VM → login via console:
login: root password: (kosong)
Cek sistem:
uname -a ip addr
Integrasi VM ke GNS3 sebagai End-Point
Mengapa GNS3?
GNS3 memungkinkan VM bertindak sebagai node jaringan realistis, bukan sekadar VM terisolasi. Ini sangat penting untuk:
- Simulasi router & mesh
- Studi routing protocol
- OS sebagai network appliance
Pendekatan ini selaras dengan BAB Virtual Lab Setup di dokumen 2026 . I
nstall GNS3 di Ubuntu Host
sudo apt install -y gns3-gui gns3-server sudo usermod -aG ubridge,libvirt,kvm,wireshark $USER
Logout → login ulang.
Tambahkan VirtualBox VM ke GNS3
- Buka GNS3
- Preferences → VirtualBox → Enable VirtualBox VMs
- Import:
Ubuntu-Server-24.04 OpenWRT-x86
- Drag VM ke canvas
- Hubungkan dengan:
Switch Cloud Router lain (nanti)
- VM kini berfungsi sebagai real OS node di topologi jaringan.
Validasi & Checklist Akhir
Pastikan:
- Ubuntu Server bisa SSH
- OpenWRT bisa routing
- VM muncul & berjalan di GNS3
- Jaringan internal antar VM hidup
Tes sederhana:
# dari Ubuntu Server ping 192.168.1.1 # IP OpenWRT
Refleksi Akademik
Praktikum ini bukan sekadar setup teknis, melainkan:
- Latihan system thinking
- Fondasi OS engineering mindset
Persiapan untuk:
- Kernel hacking
- Embedded OS
- Network OS
Ingat filosofi utama buku
“Sistem Operasi bukan ilmu hafalan, tapi ilmu keberanian untuk membongkar.”