<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://onnocenter.or.id/wiki/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Yudi</id>
	<title>OnnoWiki - User contributions [en]</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://onnocenter.or.id/wiki/api.php?action=feedcontributions&amp;feedformat=atom&amp;user=Yudi"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php/Special:Contributions/Yudi"/>
	<updated>2026-04-17T22:32:33Z</updated>
	<subtitle>User contributions</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.35.4</generator>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=UDP&amp;diff=31709</id>
		<title>UDP</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=UDP&amp;diff=31709"/>
		<updated>2012-04-15T03:20:42Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: /* Pranala luar */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''[[UDP]]''', singkatan dari '''''[[User Datagram Protocol]]''''', adalah salah satu protokol [[DARPA Reference Model|lapisan transpor]] [[TCP/IP]] yang mendukung komunikasi yang tidak andal (''unreliable''), tanpa koneksi (''connectionless'') antara host-host dalam jaringan yang menggunakan [[TCP/IP]]. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Karakteristik UDP ==&lt;br /&gt;
UDP memiliki karakteristik-karakteristik berikut:&lt;br /&gt;
* ''Connectionless'' (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.&lt;br /&gt;
* ''Unreliable'' (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan [[acknowledgment]]. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.&lt;br /&gt;
* UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan [[TCP/IP]]. ''Header'' UDP berisi ''field'' Source Process Identification dan Destination Process Identification.&lt;br /&gt;
* UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
UDP tidak menyediakan layanan-layanan antar-host berikut:&lt;br /&gt;
* UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.&lt;br /&gt;
* UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai [[Maximum Transfer Unit]]/[[MTU]]) yang dimiliki oleh sebuah [[antarmuka]] di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai [[MTU]], paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.&lt;br /&gt;
* UDP tidak menyediakan mekanisme ''flow-control'', seperti yang dimiliki oleh [[TCP]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Penggunaan UDP ==&lt;br /&gt;
UDP sering digunakan dalam beberapa tugas berikut:&lt;br /&gt;
* Protokol yang &amp;quot;ringan&amp;quot; (lightweight): Untuk menghemat sumber daya memori dan prosesor, beberapa protokol lapisan aplikasi membutuhkan penggunaan protokol yang ringan yang dapat melakukan fungsi-fungsi spesifik dengan saling bertukar pesan. Contoh dari protokol yang ringan adalah fungsi query nama dalam protokol lapisan aplikasi [[Domain Name System]].&lt;br /&gt;
* Protokol lapisan aplikasi yang mengimplementasikan layanan keandalan: Jika protokol lapisan aplikasi menyediakan layanan transfer data yang andal, maka kebutuhan terhadap keandalan yang ditawarkan oleh TCP pun menjadi tidak ada. Contoh dari protokol seperti ini adalah [[TFTP|Trivial File Transfer Protocol (TFTP)]] dan [[NFS|Network File System (NFS)]]&lt;br /&gt;
* Protokol yang tidak membutuhkan keandalan. Contoh protokol ini adalah protokol [[Routing Information Protocol|Routing Information Protocol (RIP)]].&lt;br /&gt;
* Transmisi broadcast: Karena [[UDP]] merupakan protokol yang tidak perlu membuat koneksi terlebih dahulu dengan sebuah host tertentu, maka transmisi broadcast pun dimungkinkan. Sebuah protokol lapisan aplikasi dapat mengirimkan paket data ke beberapa tujuan dengan menggunakan [[alamat IP|alamat multicast atau broadcast]]. Hal ini kontras dengan protokol [[TCP]] yang hanya dapat mengirimkan transmisi one-to-one. Contoh: query nama dalam protokol [[NetBIOS]] Name Service.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pesan-pesan UDP ==&lt;br /&gt;
[[Image:Pesan UDP.jpg|thumb|right|200px|Ilustrasi mengenai pesan-pesan UDP]]&lt;br /&gt;
UDP, berbeda dengan [[TCP]] yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan '''segmen''', melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP ('''''UDP Messages'''''). Sebuah pesan UDP berisi ''header'' UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya ([[DARPA Reference Model|lapisan internetwork]]) setelah mengepaknya menjadi [[Protokol IP|datagram IP]]. [[Enkapsulasi]] terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 ''byte'': 65535 (2&amp;lt;sup&amp;gt;16&amp;lt;/sup&amp;gt;)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari ''header'' UDP) ''byte''. ''Datagram IP'' yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan ''header'' dan ''trailer'' protokol [[DARPA Reference Model|lapisan Network Interface]] yang digunakan oleh host tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ''header'' IP dari sebuah pesan UDP, field Source [[IP Address]] akan diset ke antarmuka host yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan; sementara field Destination [[IP Address]] akan diset ke [[alamat IP|alamat IP unicast]] dari sebuah host tertentu, [[alamat IP|alamat IP broadcast]], atau [[alamat IP|alamat IP multicast]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Header UDP ==&lt;br /&gt;
Header UDP diwujudkan sebagai sebuah header dengan 4 buah field memiliki ukuran yang tetap, seperti tersebutkan dalam tabel berikut.&lt;br /&gt;
[[Image:Header-UDP.jpg|thumb|right|200px|Ilustrasi mengenai header UDP]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=2 style=&amp;quot;border-collapse: collapse&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
! Field&lt;br /&gt;
! Panjang&lt;br /&gt;
! Keterangan&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Source Port&lt;br /&gt;
| 16 bit (2 byte)&lt;br /&gt;
| Digunakan untuk mengidentifikasikan sumber protokol lapisan aplikasi yang mengirimkan pesan UDP yang bersangkutan. Penggunaan field ini adalah opsional, dan jika tidak digunakan, akan diset ke angka 0. Beberapa protokol lapisan aplikasi dapat menggunakan nilai field ini dari pesan UDP yang masuk sebagai nilai field port tujuan (Destination Port, lihat baris selanjutnya) sebagai balasan untuk pesan tersebut.&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Destination Port&lt;br /&gt;
| 16 bit (2 byte)&lt;br /&gt;
| Digunakan untuk mengidentifikasikan tujuan protokol lapisan aplikasi yang menjadi tujuan pesan UDP yang bersangkutan. Dengan menggunakan kombinasi antara alamat IP dengan nilai dari field ini untuk membuat sebuah alamat yang signifikan untuk mengidentifikasikan proses yang berjalan dalam sebuah host tertentu yang dituju oleh pesan UDP yang bersangkutan.&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Length&lt;br /&gt;
| 16 bit (2 byte)&lt;br /&gt;
| Digunakan untuk mengindikasikan panjang pesan UDP (pesan UDP ditambah dengan header UDP) dalam satuan byte. Ukuran paling kecil adalah 8 byte (ukuran header UDP, ketika tidak ada isi pesan UDP), dan ukuran paling besar adalah 65515 bytes (65535 [2&amp;lt;sup&amp;gt;16&amp;lt;/sup&amp;gt;] -20 [ukuran header protokol IP]). Panjang maksimum aktual dari pesan UDP akan disesuaikan dengan menggunakan nilai Maximum Transmission Unit (MTU) dari saluran di mana pesan UDP dikirimkan. Field ini bersifat redundan (terulang-ulang). Panjang pesan UDP dapat dihitung dari field Length dalam header UDP dan field IP Header Length dalam header IP.&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| Checksum&lt;br /&gt;
| 16 bit (2 byte)&lt;br /&gt;
| Berisi informasi pengecekan integritas dari pesan UDP yang dikirimkan (header UDP dan pesan UDP). Penggunaan field ini adalah opsional. Jika tidak digunakan, field ini akan bernilai 0.&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Port UDP ==&lt;br /&gt;
Seperti halnya [[TCP]], UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan '''UDP Port'''. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan [[alamat IP]] dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah ''multiplexed message queue'', yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik, seperti halnya [[TCP]], tetapi meskipun begitu, UDP Port berbeda dengan [[TCP|TCP Port]] meskipun memiliki nomor port yang sama. Tabel di bawah ini mendaftarkan beberapa UDP port yang telah dikenal secara luas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
{| border=&amp;quot;1&amp;quot; cellpadding=2 style=&amp;quot;border-collapse: collapse&amp;quot;&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
! Nomor Port UDP&lt;br /&gt;
! Digunakan oleh&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 53 &lt;br /&gt;
| [[Domain Name System|Domain Name System (DNS) Name Query]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 67&lt;br /&gt;
| [[DHCP|BOOTP client (Dynamic Host Configuration Protocol [DHCP])]] &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 68&lt;br /&gt;
| [[DHCP|BOOTP server (DHCP)]] &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 69&lt;br /&gt;
| [[TFTP|Trivial File Transfer Protocol (TFTP)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 137&lt;br /&gt;
| [[NetBIOS|NetBIOS Name Service]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 138&lt;br /&gt;
| [[NetBIOS|NetBIOS Datagram Service]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 161&lt;br /&gt;
| [[SNMP|Simple Network Management Protocol (SNMP)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 445&lt;br /&gt;
| [[SMB|Server Message Block (SMB)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 520&lt;br /&gt;
| [[Routing Information Protocol|Routing Information Protocol (RIP)]]&lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
| 1812/1813&lt;br /&gt;
| [[RADIUS|Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)]] &lt;br /&gt;
|-&lt;br /&gt;
|}&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
http://www.iana.org/assignments/port-numbers untuk melihat nomor-nomor port yang didefinisikan oleh [[IANA]].&lt;br /&gt;
* [http://www.seoweblog.net Konsultasi SEO]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Society_Audit_Hasil_Penelitian&amp;diff=31708</id>
		<title>Society Audit Hasil Penelitian</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Society_Audit_Hasil_Penelitian&amp;diff=31708"/>
		<updated>2012-04-15T03:19:27Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: /* Beberapa Pemikiran Onno W. Purbo */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;''Tulisan ini dibuat January 2000, banyak hal yang mungkin berubah sejak itu.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber:&lt;br /&gt;
 Onno W. Purbo &amp;amp; Ismail Fahmi&lt;br /&gt;
 Computer Network Research Group ITB&lt;br /&gt;
 Knowledge Management Research Group ITB&lt;br /&gt;
 onno@indo.net.id, onno@itb.ac.id, ismail@itb.ac.id&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Society Audit bagi Hasil Penelitian?==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sepenggal Pemikiran==&lt;br /&gt;
Mudah-mudahan pemikiran yang kami coba tuangkan dalam tulisan ini tidak terlalu kontroversial dalam dunia pendidikan di Indonesia. Karena beberapa hal konvensional seperti HAKI, hak cipta, hak paten, badan akreditasi menjadi tidak relevan. Kami mohon maaf sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami masih berfikir bahwa tidak mungkin melepaskan proses monitoring &amp;amp; evaluasi penelitian sebagai sebuah proses terpisah dari konteks total system pendidikan bahkan mungkin merupakan bagian integral dari proses transformasi bangsa Indonesia menuju “knowledge based society”. Stake holder penelitian perlu di identifikasi dengan lebih cermat untuk melihat parameter yang tepat dalam memonitor &amp;amp; mengevaluasi penelitian. Berbasis stake holder yang dipilih – maka proses evaluasi akan menyesuaikan dengan habitat-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah sistem perguruan tinggi untuk transformasi masyarakat menuju “knowledge based society”, kami pikir perlu kerangka [[Knowledge Management]] (KM) yang tepat untuk mengembangkan core competence &amp;amp; local content yang sustainable &amp;amp; mandiri. Manajemen [[Tacit (Implicit) Knowledge]], [[Explicit Knowledge]] maupun [[Potential Knowledge]] melalui mekanisme collaboration, digital library maupun kemampuan analysis menjadi penting untuk di implementasikan dengan dukungan standar operasi perguruan tinggi bersinergi dengan media digital. Dalam kerangka KM - maka proses “penelitian” hanyalah salah satu aktifitas yang berjalan menggunakan system KM yang di implementasikan. Salah satu filosofi mendasar KM di antara knowledge worker adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''“Knowledge is power. Share it and it will multiply”'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah filosofy yang mungkin akan sangat berat dilakukan bagi orang yang masih berpijak pada paradigma lama &amp;amp; platform informasi yang lambat. Umumnya mereka berfikir masih pada hak cipta, paten, HAKI sebagai proteksi knowledge &amp;amp; ide.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses monitoring &amp;amp; evaluasi akhirnya di kembalikan kepada tujuan yang ingin dicapai mengacu pada nilai-nilai yang dipegang oleh stake holder penelitian tersebut. Kami merasakan mungkin tujuan &amp;amp; misi yang diemban sebuah penelitian akan menentukan siapa stake holder-nya? Berapa besar impact sebuah penelitian? Berapa nilai sebuah penelitian? Bagaimana proses pengakuan hasil penelitian? – seberapa effektif share knowledge yang diperoleh dari penelitian kepada stake holder?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Sekelumit hasil nyata yang  kasat mata==&lt;br /&gt;
Dalam rangka mencari stake holder penelitian. Mari kita melihat beberapa hal yang kasat mata. Kami selama ini praktis berkecimpung / memfokuskan diri di dunia Internet. Secara informal bersama rekan-rekan yang lain di tahun 1994 membangun kelompok informal (OTB) di [[ITB]] dengan nama – Computer Network Research Group ([[CNRG]]) – cnrg@itb.ac.id - yang kemudian menjadi salah satu pendorong jaringan Internet pendidikan AI3 ai3@itb.ac.id - di Indonesia yang mengkaitkan 25+ lembaga pendidikan di Indonesia. Sempalan kelompok [[CNRG]] di awal tahun 1999 mulai aktif mengembangkan knowledge management di Perpustakaan Pusat ITB yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal Knowledge Management Research Group ([[KMRG]]) – lagi-lagi OTB - dari team Digital Library – digilib@itb.ac.id Perpustakaan Pusat ITB (library@itb.ac.id) dengan hasilnya Digital Library &amp;amp; Library Network di http://digital.lib.itb.ac.id yang mengkaitkan 20+ perpustakaan di seluruh Indonesia. Sebagian besar kegiatan pembangunan ini dilakukan secara mandiri &amp;amp; swadana – dan praktis tidak melibatkan langsung Bank dunia / IMF / ADB dalam pendanaan-nya. Hal ini paling tidak mengurangi rasa berdosa kepada rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah [[CNRG]] melakukan penelitian “serius”? yang pasti dana penelitian “serius” yang besar yang pernah di ambil melalui Lembaga Penelitian [[ITB]] hanya [[RUT]] II di tahun 1994 yang besarnya Rp. 100 juta. Selebihnya praktis kami tidak mengambil penelitian “serius” melalui LP kecuali beberapa “proyek” yang melalui pintu-pintu ITB. Dalam kata sederhana - kami menilai sebetulnya LP / ITB sampai sekarang tidak bisa memonitor sama sekali kegiatan penelitian yang dilakukan [[CNRG]] / [[KMRG]] [[ITB]] karena praktis sejak tahun 1995 tidak melakukan penelitian dengan dana melalui LP [[ITB]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami rasa kerangka monitoring &amp;amp; evaluasi penelitian yang ada di [[ITB]] sekarang ini hanya mungkin di-enforce bagi rekan-rekan yang mengambil penelitian dengan dana melalui LP, LPM, LAPI atau ingin cepat naik pangkat – artinya stake holder penelitian yang digunakan adalah ITB. Penggunaan stakeholder selain [[ITB]] bagi [[CNRG]] / [[KMRG]] di ITB tampaknya sulit di deteksi adanya penelitian sebesar apapun impact-nya. Tampaknya kerangka tradisional monitoring &amp;amp; evaluasi menjadi mandul? Apakah kelompok OTB ini kemudian tidak berkarya? Seberapa jauh impact karya tanpa penelitian “serius” dirasakan oleh stake holder lain-nya?.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terus terangnya, penelitian di CNRG berjalan terus &amp;amp; dilakukan secara swadana &amp;amp; swadaya rekan-rekan di CNRG yang merupakan peneliti-peneliti muda di ITB (mereka bukan staff dosen &amp;amp; juga bukan mahasiswa). Ngoprek dengan dana sendiri yang dikumpulkan dari kiri-kanan - terutama melalui proses sosialisasi / transfer teknologi internet – pada saat membangun jaringan pendidikan AI3 tersebut. Filosofi swadana semaksimal mungkin dipegang di CNRG &amp;amp; KMRG ITB – dengan konsekuensi yang di tanggung ITB adalah tidak dapat di monitor dan di evaluasinya penelitian &amp;amp; performance yang ada di CNRG &amp;amp; KMRG ITB ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berjalan beberapa tahun, sekedar memberikan gambaran beberapa / sekelumit hasil kelompok CNRG / KMRG ITB ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Total buku yang sudah diterbitkan 4 buah (ada di toko buku Gramedia, tapi kebanyakan habis karena laku sekali).&lt;br /&gt;
* Buku yang sedang di antri di penerbit utk terbit 6 buah.&lt;br /&gt;
* Buku yang sedang dalam proses penulisan 3 buah dan terus berkembang.&lt;br /&gt;
* Presentasi di berbagai seminar / workshop / conference rata-rata 1-3 / minggu.&lt;br /&gt;
* Tulisan / artikel di majalah / koran rata-rata sekitar 3-5 / minggu.&lt;br /&gt;
* Total tulisan sejak tahun 1994-an kemungkinan besar sudah lebih dari 300 buah.&lt;br /&gt;
* Talk-show di berbagai stasiun radio rata-rata 1-2 / bulan.&lt;br /&gt;
* Web pribadi [[Onno W. Purbo]] sekitar 100Mbyte di mesin xxx.itb.ac.id/~yc1dav/ - dll. (sekarang Web tersebut sudah tidak ada - red.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum lagi kalau dihitung aktifitas beberapa anggota CNRG / KMRG di berbagai aktifitas tingkat nasional / internasional, seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Forum Rektor&lt;br /&gt;
* Komisi Regulasi Telekomunikasi.&lt;br /&gt;
* Regulasi Internet di Indonesia.&lt;br /&gt;
* Pimpinan Editor Naskah Nusantara 21 (National Information Infrastructure).&lt;br /&gt;
* Asia Pacific Advanced Network&lt;br /&gt;
* Asia Pacific Networking Group – dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses siklus perputaran knowledge sangat cepat sekali, apalagi dengan didukung teknologi informasi seperti Internet – platform kolaborasi untuk transfer tacit knowledge, digital library untuk management explicit knowledge dan kemampuan analisis dalam mengolah raw data menjadi knowledge menjadi terasa sebagai sebuah kesatuan terpadu dibantu teknologi informasi yang berfokus pada konsep knowledge management. Proteksi knowledge seperti HAKI, hak cipta &amp;amp; paten menjadi tidak relevan dalam platform informasi yang demikian cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami sangat yakin sekali semua di atas terlepas dari proses monitoring &amp;amp; evaluasi formal yang dilakukan oleh LAPI, LP, LPM, Jurusan, Fakultas di [[ITB]] dalam hal penelitian – bahkan untuk kenaikan pangkat sekalipun J … karena pangkat [[Onno W. Purbo]] hingga detik ini hanya IIIB &amp;amp; rekan-rekan CNRG yang lain bahkan bukan pegawai negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Moral dari cerita ini antara lain – sangat mudah sekali untuk mengecohkan ITB yang berpegang pada paradigma lama dalam monitoring, evaluasi &amp;amp; kenaikan pangkat yang menggunakan ITB sebagai perantara stake holder – sekelompok manusia di ITB yang mempunyai pengetahuan &amp;amp; skill di bantu teknologi informasi, Internet &amp;amp; penguasaan konsep knowledge management + konsep pendukung seperti information economics, information warfare &amp;amp; psychological warfare dapat melakukan manouver di tingkat nasional &amp;amp; internasional. Salah satu kuncinya ada pada pada peletakan posisi stake holder penelitian &amp;amp; misi yang di emban-nya langsung pada masyarakat global bukan lembaga monitoring &amp;amp; evaluasi perantara seperti LP, LAPI, LPM, Jurusan, Fakultas dll. Argumentasi sederhananya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Society audit digunakan pada proses &amp;amp; hasil penelitian&lt;br /&gt;
sebagai pengganti perantara seperti LP, LPM, LAPI dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peletakan stake holder langsung pada masyarakat global justru ternyata berdampak sangat besar bagi CNRG &amp;amp; KMRG sehingga pengakuan / acknowledgement justru dari khalayak ramai di luar ITB baik nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pertanyaan Filosofis==&lt;br /&gt;
Dalam proses mencari … sering [[Onno W. Purbo]] merenung sendiri:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Untuk apa penelitian dilakukan?&lt;br /&gt;
* Mengapa penelitian harus dilakukan? Apakah untuk KUM?&lt;br /&gt;
* Siapa yang harusnya menikmati hsil penelitian kita?&lt;br /&gt;
* Ke siapa pertanggung jawaban hasil penelitian?&lt;br /&gt;
* Mengapa menulis paper? Apakah untuk KUM?&lt;br /&gt;
* Mengapa menulis buku? Apakah untuk kuliah? Apakah untuk menaikan KUM?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mencari Jawaban==&lt;br /&gt;
Proses pencarian jawaban terus berlanjut hingga detik kami mencoba menulis naskah ini. Sebagian jawaban tampaknya mulai tampak di hadapan mata. Salah satu jawaban filosofis mendasarnya mungkin ada di:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Sebutlah! dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan,&lt;br /&gt;
 Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;
 Sebutlah! dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,&lt;br /&gt;
 Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.&lt;br /&gt;
 Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;
 									Al Alaq:1-5&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;quot;Sebut nama Tuhan-mu&amp;quot; dalam urutan kerja kita, ibaratnya &amp;quot;menyebut / mendefinisikan latar belakang dan masalah&amp;quot;. Menurut saya (Ismail), Tuhan adalah &amp;quot;penyebab&amp;quot; adanya segala sesuatu. Manusia ada, karena sifat Tuhan sebagai &amp;quot;Pemilik segala Kemampuan Mencipta&amp;quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;quot;Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia telah menciptakan manusia dari sesuatu yang nyaris tidak ada apa-apanya. Demikian juga dengan segala sesuatu yang ada di alam, termasuk virus,&lt;br /&gt;
bakteri, atom, dll maupun yang besar-besar seperti gunung, lautan, planet,&lt;br /&gt;
dll. ada karena Tuhan Berkehendak dan Menciptakan semua itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, Tuhan adalah &amp;quot;penyebab&amp;quot; atau &amp;quot;latar belakang&amp;quot; segala sesuatu, termasuk&lt;br /&gt;
yang  akan / sedang / telah kita teliti. Termasuk bit-bit nol-satu yang melewati&lt;br /&gt;
thick ethernet maupun fiber optik. Itu semua karena sifat Tuhan yang Maha Pemurah. Jadi ini semua karena Kemurahan dan Kasih Sayang Tuhan. Terhadap kebaikan seperti ini, sudah seharusnya manusia yang sadar untuk mengucapkan terimakasih, atau&lt;br /&gt;
syukur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;quot;Sebutlah! dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan Kemurahan Tuhan juga, lalu manusia menjadi tahu dari apa yang tidak manusia&lt;br /&gt;
ketahui karena:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &amp;quot;Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.&lt;br /&gt;
 Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&amp;quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia pada dasarnya tidak tahu, tapi dibuat tahu oleh Tuhan, karena Tuhan &amp;quot;Pemilik segala Pengetahuan&amp;quot;. Melalui &amp;quot;kalam&amp;quot; (tulisan) kita dibuat tahu. Ini artinya luas, bisa &amp;quot;tulisan, ucapan, alam dll..&amp;quot;. Konsekuensi lain yang juga tampaknya menjadi kontroversial adalah menjadi tidak relevannya konsep proteksi knowledge seperti HAKI, hak cipta, paten dll yang banyak berkembang dalam platform informasi yang lambat. Karena knowledge secara hakiki dimiliki oleh Tuhan pencipta manusia. Menarik untuk dicermati perkembangan movement penggunaan copyleft bahkan copy wrong melalui mekanisme [[GPL]] dll. Semua berkembang dalam platform informasi &amp;amp; knowledge yang cepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi pada dasarnya, mengetahui latar belakang hakiki bagi kegiatan yang kita dilakukan termasuk kegiatan penelitian adalah masalah sangat penting. Di lanjutkan pada berbagai tahapan &amp;amp; metoda penelitian hingga sintesa menjadi pengetahuan. Satu hal yang sering kali kita lupakan / lompati adalah (langkah pertama): “Sebut nama Tuhan-mu”. Kita lupa dari mana kita berasal, siapa yang membuat kita ada,  siapa yang membuat kita bisa …… dst.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
HAMKA dalam Tafsir Al-Azhar menjelaskan tentang ayat &amp;quot;Bismillah Arrohman&lt;br /&gt;
Arrohiem&amp;quot; ini. Diartikan: &amp;quot;Aku mulai pekerjaanku ini, diatas nama Allah itu&lt;br /&gt;
sendiri, yang telah memerintahkan aku menyampaikannya&amp;quot;. Misal suatu kerajaan&lt;br /&gt;
akan menyampaikan suatu perintah, maka perintah itu akan lebih kuat jika&lt;br /&gt;
dimulai dengan &amp;quot;diatas nama penguasa tertinggi&amp;quot;, sehingga kekuatan kata-kata&lt;br /&gt;
itu menjadi jelas. Bukan atas kehendak yang menyampaikan saja, tetapi itu&lt;br /&gt;
kehendak yang memerintah. Yang menyampaikan juga ada tanggung jawab atas&lt;br /&gt;
peryataannya yang membawa nama &amp;quot;petingginya&amp;quot; itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa kita simpulkan bahwa “Menyebut nama Tuhan&amp;quot; merupakan perintah pertama bagi manusia (Al 'Alaq :1) dan harus dengan integritas tinggi (apa yang diperbuat sesuai mulai dari lahir, hati, mata hati, sampai nurani). Manusia diciptakan berlapis-lapis: lapisan luar “jasad/lahir”, lapisan &amp;quot;hati&amp;quot;, di dalam hati ada &amp;quot;mata hati&amp;quot; yang mengawasi agar tidak berbohong, dan di dalamnya  ada &amp;quot;nurani&amp;quot;. Mengatakan melalui  mulut maupun hati atau pun mengerjakan sesuatu jika dimulai dengan &amp;quot;menyebut nama Tuhan&amp;quot; haruslah sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan kita harus siap menerima tanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat atau ucapkan ini kelak di depan Tuhan. Ini konsekuensi kita &amp;quot;menyebut nama Tuhan&amp;quot;. Integritas diri yang sebenarnya dipertaruhkan di sini, berdasarkan&lt;br /&gt;
keyakinan kita masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya mungkin yang perlu dicermati adalah proses interaksi yang memungkinkan proses belajar mengajar tersebut berjalan. Bentuk seperti apa yang memungkinkan sebuah proses dialektika yang berputar dengan cepat? Tampaknya sebuah majelis – platform knowledge yang bersifat interaktif mungkinkan proses belajar mengajar menjadi effisien? Proses interaktif - komunikasi dua arah menjadi penting salah satunya tampak di bawah ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: &amp;quot;Berlapang-lapanglah dalam majelis,&amp;quot; maka lapangkanlah,  &lt;br /&gt;
 niscaya Allah akan memberikan kepalangan untukmu. Dan apabila dikatakan: &amp;quot;Berdirilah kamu”, maka berdirilah, &lt;br /&gt;
 niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan &lt;br /&gt;
 beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;
 									Al Mujaadilah:11&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbuka dalam menerima pendapat, berdiskusi, bertukar pikiran merupakan dasar proses transfer tacit knowledge melalui majelis. Dalam perkembangannya selain tacit knowledge juga dikembangkan untuk explicit &amp;amp; potential knowledge menggunakan prinsip yang sama. Sebagai seseorang / sekelompok orang yang berilmu lebih dalam beberapa hal – langkah lanjutnya adalah bagaimana caranya secara effektif memprojeksikan ilmu pengetahuan yang dimiliki-nya agar memperoleh impact yang sebesar-besarnya kepada masyarakat banyak. Bagaimana membuat effisien proses penyebaran pengetahuan yang kita miliki apakah itu diperoleh dari penelitian dll kepada masyarakat banyak tampaknya menjadi salah kunci yang sangat strategis. Dalam bahasa yang lebih spiritual / religius tampaknya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mengeffisienkan proses amal, ibadah &amp;amp; sedekah agar bermanfaat bagi orang banyak==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika semua peneliti melakukan pekerjaannya sesuai dengan kehendak Tuhan-nya&lt;br /&gt;
yang  telah memberi mereka kecerdasan, ilmu pengetahuan, keterampilan&lt;br /&gt;
sementara sebagian manusia lainnya kurang beruntung dalam hal ini, maka&lt;br /&gt;
mungkin kita tidak lagi perlu sistem monitoring dan evaluasi penelitian yang&lt;br /&gt;
susah-susah, atau pekerjaan ini akan sangat mudah, karena monitoringnya&lt;br /&gt;
dapat langsung dilihat dari hasil, efek, dan manfaat penelitian mereka di&lt;br /&gt;
masyarakat dan alam. Tentu semua merupakan rahmat bagi alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampaknya ujungnya terdapat di stake holder – dalam hal ini kami memilih masyarakat banyak. Tentunya setiap orang berhak memilik stake holder penelitiannya masing-masing, dapat saja memilih Dewan Riset Nasional, Lembaga Penelitian, LPM, LAPI sebagai pilihan. Tapi ujungnya di dunia ini - akhirnya society yang akan mengaudit, mengevaluasi &amp;amp; memonitor semua hasil penelitian / kontribusi yang dilakukan. Segala bentuk reward, acknowledgement akan diberikan langsung oleh society setelah melihat kontribusi yang dilakukan. Pengalaman &amp;amp; phenomena yang terjadi menunjukan – reward &amp;amp; acknowledgement dari masyarakat biasanya jauh lebih besar daripada nilai kontribusi yang kita diberikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pencarian ini tampaknya masih belum selesai, kami yakin sekali masih banyak yang kurang dalam proses pencarian yang sedang berjalan ini. Paling tidak ada beberapa keping konseptual yang nampak – sejauh ini tampaknya seperti ada kesenjangan antara keping yang tampak dengan kerangka yang ada di [[ITB]] maupun di dunia pendidikan di Indonesia terutama nampaknya karena perbedaan platform informasi antara [[ITB]] &amp;amp; dunia pendidikan di Indonesia dengan dunia realitas ini berada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wallaahu 'alam ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Beberapa Pemikiran Onno W. Purbo==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Samaun Samadikun Yang Saya Kenal]]&lt;br /&gt;
* [[Society Audit Hasil Penelitian]]&lt;br /&gt;
* [[Filosofy Cyberlaw Sederhana]] April 2008&lt;br /&gt;
* [[Sertifikasi Pemasung Kreatifitas &amp;amp; Pembunuh Usaha Kecil]] April 2008&lt;br /&gt;
* [[Alternatif Jalur Menuju Pakar]]&lt;br /&gt;
* [http://www.seoweblog.net Jasa SEO]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: Onno W. Purbo]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia&amp;diff=31707</id>
		<title>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia&amp;diff=31707"/>
		<updated>2012-04-15T03:18:08Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: /* Pranala luar */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[Image:Indonesia declaration of independence 17 August 1945.jpg|thumb|Soekarno membaca naskah Proklamasi yang sudah diketik Sajuti Melik dan telah ditandatangani Soekarno-Hatta]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Proklamasi Kemerdekaan Indonesia''' Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut [[tahun Jepang]] dibacakan oleh Ir. [[Soekarno]] yang didampingi oleh Drs. [[Mohammad Hatta]] di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Latar belakang ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal [[6 Agustus]] [[1945]] sebuah [[bom atom]] dijatuhkan di atas kota [[Hiroshima, Hiroshima|Hiroshima]] Jepang oleh [[Amerika Serikat]] yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia [[BPUPKI]], atau &amp;quot;Dokuritsu Junbi Cosakai&amp;quot;, berganti nama menjadi PPKI ([[Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia]]) atau disebut juga ''Dokuritu Junbi Inkai'' dalam bahasa Jepang,  untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal [[9 Agustus]] [[1945]], bom atom kedua dijatuhkan di atas [[Nagasaki]] sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Indonesian flag raised 17 August 1945.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Soekarno, Hatta selaku pimpinan [[PPKI]] dan [[Radjiman Wedyodiningrat]] sebagai mantan ketua [[BPUPKI]] diterbangkan ke [[Dalat]], 250 km di sebelah timur laut [[Saigon]], [[Vietnam]] untuk bertemu [[Marsekal Terauchi]]. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di [[Indonesia]], pada tanggal [[14 Agustus]] [[1945]], [[Sutan Syahrir]] telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal [[12 Agustus]] [[1945]], [[Jepang]] melalui [[Marsekal Terauchi]] di [[Dalat]], Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, [[Sutan Syahrir]] mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.&lt;br /&gt;
Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak [[Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia]] (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang (sic).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Image:Indonesia flag raising witnesses 17 August 1945.jpg|thumb]]&lt;br /&gt;
Pada tanggal [[14 Agustus]] [[1945]] Jepang menyerah kepada [[Sekutu]]. Tentara dan [[Angkatan Laut Jepang]] masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio [[BBC]]. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (''Gunsei'') untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di ''Koningsplein'' (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor ''Bukanfu'', [[Maeda Tadashi|Laksamana Muda Maeda]], di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi [[peristiwa Rengasdengklok]]. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Peristiwa Rengasdengklok ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para pemuda pejuang, termasuk [[Chaerul Saleh]], [[Sukarni]], dan [[Wikana]] --yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi dengan [[Tan Malaka|Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka]] --yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal [[16 Agustus]] [[1945]]. Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, mereka membawa Soekarno (bersama [[Fatmawati]] dan [[Guntur]] yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai [[peristiwa Rengasdengklok]]. Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu [[Ahmad Subardjo|Mr. Ahmad Soebardjo]] melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke [[Rengasdengklok]]. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==== Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda ====&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal [[Moichiro Yamamoto]], Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (''Gunseikan'') di [[Hindia Belanda]] tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh [[Maeda Tadashi]] dan memerintahkan agar Mayor Jenderal [[Otoshi Nishimura]], Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal [[16 Agustus]] [[1945]] telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga ''status quo'', tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah [[Maeda Tadashi|Laksamana Maeda]] (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks [[Proklamasi]]. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh [[Soekarni]], [[B.M. Diah]], Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti &amp;quot;transfer of power&amp;quot;. Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di [[Lapangan Ikada]], namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, [[Jalan Pegangsaan Timur 56]] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Detik-detik Pembacaan Naskah Proklamasi ==&lt;br /&gt;
[[Image:Proklamasi.jpg|thumb|right|350px|Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di [[Monumen Nasional]]]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, [[Jalan Pegangsaan Timur 56]] telah hadir antara lain [[Soewirjo]], [[Wilopo]], [[Gafar Pringgodigdo]], [[Tabrani]] dan [[SK Trimurti|Trimurti]]. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh [[Soewirjo]], wakil walikota Jakarta saat itu dan [[dr. Moewardi|Moewardi]], pimpinan [[Barisan Pelopor]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya [[SK Trimurti|Trimurti]] diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah [[Latief Hendraningrat]], seorang prajurit [[PETA]], dibantu oleh [[Soehoed]] untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih ([[Sang Saka Merah Putih]]), yang dijahit oleh [[Fatmawati]] beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu [[Indonesia Raya]]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota [[Barisan Pelopor]] yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai [[UUD 45]]. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Isi Teks Proklamasi ==&lt;br /&gt;
Isi teks [[proklamasi]] kemerdekaan yang singkat ini adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan''&lt;br /&gt;
:''dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::''Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05''&lt;br /&gt;
:::''Atas nama bangsa Indonesia.''&lt;br /&gt;
:::''Soekarno/Hatta''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan [[Kalender Jepang|tahun Jepang]] yang kala itu adalah tahun 2605.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Naskah Otentik ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teks diatas merupakan hasil ketikan dari '''Sayuti Melik''' (atau ''Sajoeti Melik''), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan [[proklamasi]].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
::::::::''&amp;lt;u&amp;gt;Proklamasi&amp;lt;/u&amp;gt;''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:''Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan''&lt;br /&gt;
:''dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
:::''Djakarta, 17-8-45&lt;br /&gt;
:::''Wakil2 bangsa Indonesia.''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Peringatan 17 Agustus 1945 ==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan ini dengan meriah. Mulai dari [[Panjat pinang|lomba panjat pinang]], [[makan kerupuk|lomba makan kerupuk]], sampai upacara militer di [[Istana Merdeka]], seluruh bagian dari masyarakat ikut berpartisipasi dengan cara masing-masing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
=== Peringatan Detik-detik Proklamasi ===&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka dipimpin oleh [[Presiden RI]] selaku [[Inspektur Upacara]]. Peringatan ini biasanya disiarkan secara langsung oleh seluruh stasiun televisi. Acara-acara pada pagi hari termasuk: penembakan meriam dan sirene, pengibaran bendera [[Sang Saka Merah Putih]] (Bendera Pusaka), pembacaan naskah Proklamasi, dll. Pada sore hari terdapat acara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Lihat pula ==&lt;br /&gt;
* [[Indonesia: Era Jepang#Periode menjelang Kemerdekaan RI|Periode menjelang Kemerdekaan RI]]&lt;br /&gt;
* [[Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
== Pranala luar ==&lt;br /&gt;
* [http://www.sinarharapan.co.id/berita/0508/18/opi02.html Mitos dan Realitas Menjelang Proklamasi]&lt;br /&gt;
* [http://www.youtube.com/watch?v=lcPL0uUV02Y Proklamasi @ YouTube.com]&lt;br /&gt;
* [http://sejarahkita.blogspot.com/2006/07/sekitar-proklamasi-1.html Sekitar Proklamasi 1 oleh Rushdy Hoesein]&lt;br /&gt;
* [http://www.bogor.indo.net.id/indonesia.tuguperingatanjerman/#akhir Sejarah dari Tugu Peringatan Pahlawan Jerman di Arca Domas, Indonesia]&lt;br /&gt;
* [http://www.seoweblog.net Jasa SEO Profesional]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala Menarik==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[In Memoriam: M. Jusuf Ronodipuro]] Pembuat dan Penyiar Rekaman Proklamasi Republik Indonesia&lt;br /&gt;
* [[Sejarah ORARI]]&lt;br /&gt;
* [[Sejarah Internet Indonesia]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Main_Page&amp;diff=31706</id>
		<title>Main Page</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Main_Page&amp;diff=31706"/>
		<updated>2012-04-15T03:16:14Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: &lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;'''[[SpeedyWiki]]''' (dan saudara kembarnya '''[[BelajarWiki]]''') memfasilitasi rekan-rekan untuk menceritakan pengalaman bermain, bereksperimen, maupun [[Sejarah Internet Indonesia | perjuangan]] rekan-rekan di dunia [[Internet]] / [[ICT]]. Bagi rekan-rekan yang baru mulai menggunakan [[wiki]] dapat membaca [[Langkah Singkat Untuk Aktif Menulis di Wiki]] &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar isi dari '''[[SpeedyWiki]]''' &amp;amp; '''[[BelajarWiki]]''' bersifat teknis seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Teknik Memblok Situs Tidak Baik]] dan [[Internet Sehat]]&lt;br /&gt;
* [[Linux Howto | Linux]] dan [[*nix How-to | *nix]] Howto&lt;br /&gt;
* [[Panduan Amatir Radio | Panduan]], [[Aktifitas Amatir Radio | Aktifitas Teknik]] '''[[Amatir Radio]]''' dan [[Teknik Broadcasting]]&lt;br /&gt;
* Teknologi [[Sekitar ADSL | ADSL]] Speedy, [[Internet Kabel TV]] dan [[Sekitar Mikrotik]]&lt;br /&gt;
* [[Teknologi RT/RW-net]], [[Teknologi ISP]] dan [[Wajanbolic e-goen]]&lt;br /&gt;
* Teknologi [[VoIP]], [[Internet Telepon]], [[Wireless Internet]] dan [[Teknologi Selular]]&lt;br /&gt;
* [[Programming]]&lt;br /&gt;
* [[Multimedia di Linux | Multimedia]]&lt;br /&gt;
* [[Tip Internet]], [[Teknologi Internet]], [[Tip Teknologi Informasi]], [[Keamanan Jaringan]], [[Perempuan Melek IT]]([[ICT4W]])&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada beberapa hal yang bersifat non-teknis/non-[[ICT]] maupun materi pendidikan / pembelajaran seperti:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Sejarah Internet Indonesia]], [[Sejarah Amatir Radio Indonesia | Sejarah ORARI]], [[Sejarah Internet Sehat oleh ICT Watch | Sejarah Internet Sehat]], dan [[Sejarah Apkomindo ]]&lt;br /&gt;
* [[Cuplikan aktifitas ICT di Timor Leste]]&lt;br /&gt;
* [[Teknik Tulis Menulis]]&lt;br /&gt;
* [[Beberapa kisah penggunaan Open Source Software]] dan [[SDM Open Source Indonesia]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa [[e-book]] yang menarik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[VoIP Cookbook: Building your own Telecommunication Infrastructure]]&lt;br /&gt;
* [[Filosofi Naif Kehidupan Dunia Cyber]]&lt;br /&gt;
* [[Wireless Networking for Developing Country]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Sebagian Materi dari SpeedyWiki juga ada di [http://wiki.detikinet.com INetWiki].'''&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seluruh (100%) isi data/image/[[database]] '''[[SpeedyWiki]]''' di-dump ke file setiap jam 12 malam dan dapat diambil secara bebas [http://opensource.telkomspeedy.com/speedyorari/index.php?dir=datawiki di speedy] atau [http://belajar.internetsehat.org/pustaka/datawiki/ di belajar].&lt;br /&gt;
Kami harap para peminat [[Wiki]] dapat 100% [[Replikasi Database dan Image MediaWiki|mengkopi/mereplikasi]] '''[[SpeedyWiki]]''' di [[server]] sendiri, di [[laptop]] [[Linux]] anda, di [[server]] sekolah atau di [[server]] tempat kerja [http://www.seoweblog.net Jasa SEO Murah].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik untuk mereplikasi '''[[SpeedyWiki]]''' dapat dibaca di [[Replikasi Database dan Image MediaWiki]]. [[Update SpeedyWiki lokal secara automatis | Update Wiki ke mesin / laptop anda secara automatis]] juga dimungkinkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'''Tentunya sangat diharapkan untuk sharing pengetahuan anda kembali ke [[SpeedyWiki]].'''&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Instalasi_BIND&amp;diff=26435</id>
		<title>Instalasi BIND</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Instalasi_BIND&amp;diff=26435"/>
		<updated>2011-04-30T05:39:53Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: /* Referensi */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[BIND]] ([[Berkeley Internet Name Domain]]) adalah implementasi dari protokol [[Domain Name System]] ([[DNS]]). Di dalam-nya termasuk,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Domain Name Server]] (named)&lt;br /&gt;
* Library untuk [[Domain Name System]] ([[DNS]]) resolver&lt;br /&gt;
* Berbagai tool / alat untuk mencek apakah [[DNS Server]] bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di [[Ubuntu]], Instalasi [[BIND]] sangat mudah hanya dengan menggunakan perintah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 # apt-get install dnsutils bind9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjalankan [[DNS Server]] tidak sukar. Setelah terinstall, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 # /etc/init.d/bind9 restart&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mengkonfigurasi [[DNS Server]]==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang mungkin agak rumit adalah mengkonfigurasi [[DNS Server]].&lt;br /&gt;
Pada dasarnya [[DNS Server]] hanya sebuah tabel dengan format kira-kira sebagai berikut,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 hostname     IN    A       xxx.xxx.xxx.xxx&lt;br /&gt;
 hostname     IN    MX 10   mailserver&lt;br /&gt;
 hostname     IN    NS      dns.server&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang masih pusing cara mengkonfigurasi-nya ada baiknya menggunakan&lt;br /&gt;
[[Instalasi Webmin | Webmin]] supaya jauh lebih mudah mengkonfigurasi [[DNS Server]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang penasaran dan ingin mengkonfigurasi [[DNS Server]] secara manual menggunakan tangan.&lt;br /&gt;
Ada baiknya membaca-baca contoh konfigurasi [[Implementasi ENUM Server | ENUM Server]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/ Membuat DNS Server pada Jaringan Lokal]&lt;br /&gt;
artikel ini juga masuk di rubrik [http://www.seoweblog.net/ '''artikel direktori''']. jika ada artikel menarik silakan submit manual di [http://cupu.web.id web ID] atau kita juga bisa memasukkan otomatis tanpa anda submit artikelnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala Menarik==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Linux Howto]]&lt;br /&gt;
* [[Instalasi Webmin]]&lt;br /&gt;
* [[Implementasi ENUM Server]]&lt;br /&gt;
* [[Tip Membangun Server Sendiri]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: Linux]]&lt;br /&gt;
[[Category: DNS]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
	<entry>
		<id>https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Instalasi_BIND&amp;diff=26415</id>
		<title>Instalasi BIND</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://onnocenter.or.id/wiki/index.php?title=Instalasi_BIND&amp;diff=26415"/>
		<updated>2011-04-20T18:58:54Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Yudi: /* Referensi */&lt;/p&gt;
&lt;hr /&gt;
&lt;div&gt;[[BIND]] ([[Berkeley Internet Name Domain]]) adalah implementasi dari protokol [[Domain Name System]] ([[DNS]]). Di dalam-nya termasuk,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Domain Name Server]] (named)&lt;br /&gt;
* Library untuk [[Domain Name System]] ([[DNS]]) resolver&lt;br /&gt;
* Berbagai tool / alat untuk mencek apakah [[DNS Server]] bekerja dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di [[Ubuntu]], Instalasi [[BIND]] sangat mudah hanya dengan menggunakan perintah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 # apt-get install dnsutils bind9&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menjalankan [[DNS Server]] tidak sukar. Setelah terinstall, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 # /etc/init.d/bind9 restart&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Mengkonfigurasi [[DNS Server]]==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang mungkin agak rumit adalah mengkonfigurasi [[DNS Server]].&lt;br /&gt;
Pada dasarnya [[DNS Server]] hanya sebuah tabel dengan format kira-kira sebagai berikut,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 hostname     IN    A       xxx.xxx.xxx.xxx&lt;br /&gt;
 hostname     IN    MX 10   mailserver&lt;br /&gt;
 hostname     IN    NS      dns.server&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang masih pusing cara mengkonfigurasi-nya ada baiknya menggunakan&lt;br /&gt;
[[Instalasi Webmin | Webmin]] supaya jauh lebih mudah mengkonfigurasi [[DNS Server]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi anda yang penasaran dan ingin mengkonfigurasi [[DNS Server]] secara manual menggunakan tangan.&lt;br /&gt;
Ada baiknya membaca-baca contoh konfigurasi [[Implementasi ENUM Server | ENUM Server]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Referensi==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [http://danubudi.web.id/membuat-dns-server-pada-jaringan-lokal/ Membuat DNS Server pada Jaringan Lokal]&lt;br /&gt;
artikel ini juga masuk di rubrik [http://www.yudinet.com/ '''artikel direktori''']. jika ada artikel menarik silakan submit manual di [http://yudinet.com yudinet.com] atau kita juga bisa memasukkan otomatis tanpa anda submit artikelnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
==Pranala Menarik==&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* [[Linux Howto]]&lt;br /&gt;
* [[Instalasi Webmin]]&lt;br /&gt;
* [[Implementasi ENUM Server]]&lt;br /&gt;
* [[Tip Membangun Server Sendiri]]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category: Linux]]&lt;br /&gt;
[[Category: DNS]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Yudi</name></author>
	</entry>
</feed>